Tanaman jagung yang sehat daunnya berwarna hijau tua yang menandakan berkadar klorofil tinggi. Klorofil ini berguna untuk menangkap sinar matahari dan mengolahnya menjadi gula yang dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Terjadinya kekurangan unsur hara dengan melihat berbagai gejala pada fisik tanaman seperti warna daun yang berubah dapat membantu kita melihat kemungkinan penyebab menurunnya produksi gula. Kekurangan nitrogen (N) pada tanaman muda menunjukkan warna daun hijau kekuningan, Setelah umur 30 Hst warna ujung daun tua berubah menjadi kuning dan berkembang sepanjang batang daun utama dan secara perlahan pindah kedaun-daun diatasnya. Pada tanaman tua daun tua akan mati, tongkol kecil dengan biji sedikit.Kekurangan phosfor (P), gejala awal ditandai dengan daun muda yang berwarna ungu kemerahan , batang yang lemah dan kecil tanpa tongkol, atau tongkol kecil dan melilit.Kekurangan P juga membuat panen terlambat.Kekurangan kalium (K), ditandai dengan warna kuning atau kecoklatan pada pinggir daun tua terus berlanjut ke arah tulang daun utama dan daun-daun di atasnya. Buku batang bagian dalam berwarna coklat tua, biji jagung pada ujung tongkol tidak berkembang dan tongkol banyak kelobot dengan sedikit biji. Pada saat tanaman kekurangan K pengaruh kekeringan akan semakin nyata pada tanaman jagung. Kekurangan unsur mikro lainnya seperti sulfur (S) tampak pada tanaman muda daun berwarna hijau muda dengan pertumbuhan yang terhambat, Kekurangan magnesium (Mg) ditandai dengan timbulnya warna keputihan sepanjang kanan dan kiri tulang daun tua dengan warna merah keunguan sepanjang pinggir daun.Kekurangan tembaga (Cu) ditandai dengan daun pucuk yang mengering dan melilit. Kekurangan seng (Zn) ditandai oleh garis-garis hijau yang paralel dengan tulang daun utama pada daun muda, ruas pendek dan tanaman kerdil. Kekurangan boron (B) ditandai oleh tanaman tanpa tongkol atau tongkol yang kecil walau cukup mendapat pupuk.Secara umum tanaman jagung butuh kesuburan yang tinggi agar dapat berproduksi baik.Dengan meperhatikan kondisi tanaman pada saat panen terutama pada tongkol maka petani akan dapat mengambil kesimpulan dan rencana kebutuhan pupuk untuk musom tanam berikutnya.Petani akan menjadi peneliti dilahan sendiri. (Penulis, ir. Reita Roza, PP Nagari Buo pada BPP kec. Lintau Buo)