Loading...

Gejala Tanaman Jagung Kekurangan Unsur Hara

Gejala Tanaman Jagung Kekurangan Unsur Hara
Unsur hara merupakan kebutuhan utama tanaman untuk menopang pertumbuhannya, jika unsur-unsur dalam tanah tidak tersedia maka pertumbuhan tanaman akan terhambat dan produksinya pun menurun. Kebutuhan tanaman akan nutrisi unsur hara berbeda-beda tergantung dari jenis tanamannya, ada tanaman yang rakus makanan dan ada pula yang biasa saja. Tanaman jagung merupakan tanaman dengan tingkat konsumsi unsur hara yang tinggi, oleh karena itu kekurangan unsur hara pada tanaman jagung dapat menyebabkan penurunan hasil produksi.Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan upaya pemupukan yang tepat, selain itu perlu dilakukan pula monitoring lahan serta pertumbuhan tanaman. Gejala kahat hara yang timbul disebabkan karena kebutuhan hara tidak terpenuhi baik dari tanah maupun dari pemberian pupuk. Tanaman jagung yang kekurangan unsur hara tertentu mengalami gejala defisiensi yang spesifik akan muncul. Metode visual ini tidak memerlukan perlengkapan yang mahal dan banyak serta dapat digunakan sebagai penunjang informasi yang sangat penting untuk perencanaan pemupukan pada musim berikutnya. Berikut adalah beberapa gejala yang dapat diperhatikan apabila tanaman jagung kekurangan unsur hara: KAHAT NITROGEN (N) Pada tanaman jagung yang masih muda seluruh permukaan daun akan berwarna hijau kekuningan. Daun berwarna kuning pada ujung daun dan melebar menuju tulang daun dan warna kuningnya akan membentuk huruf V. Gejala kahat N ini akan merambat ke daun-daun di atasnya. Daun tua akan mati dan tanaman yang kekurangan N akan tumbuh kerdil, pembungaan terlambat dan pertumbuhan akar terbatas hingga produksi rendah. KAHAT FOSFOR (P) Kahat fosfor umumnya sudah tampak saat tanaman masih muda, dimulai dengan daun yang berwarna ungu kemerahan. Tongkol jagung akan mengecil dengan ujung melengkung. Kahat P menyebabkan pemasakan biji menjadi lambat dan produksi rendah. KAHAT KALIUM (K) Kahat K dimulai dengan warna kuning atau kecoklatan sepanjang pinggir daun pada daun tua. Warna tersebut akan berkembang ke arah tulang daun utama dan pada daun-daun di atasnya.Gejala lainnya adalah warna coklat tua pada buku batang bagian dalam dan biji jagung tidak berkembang. KAHAT BELERANG (S) Kahat belerang tampak pada daun muda yang berwarna hijau muda dengan pertumbuhan yang terhambat. Sering dijumpai pada tanah berpasir atau tanah dengan bahan organik rendah. KAHAT MAGNESIUM (Mg) Kekurangan unsur magnesium (Mg) menyebabkan warna keputihan sepanjang kanan kiri tulang daun pada daun tua dengan warna merah keunguan sepanjang pinggir daun. Gejala ini merupakan indikasi bahwa tanah tersebut bersifat asam, terutama timbul pada tanaman muda dengan pengolahan tanah yang kurang intensif. Kekurangan unsur hara dan terjadinya kahat-kahat di atas dapat diatasi dengan penambahan pupuk yang mengandung unsur hara dengan takaran tepat.