BPP Sambit - Sukses program ketahanan pangan menjadi tanggung jawab semua pihak, berbagai program pemberdayaan telah disusun dan dilaksanakan sebagai rangkaian mempertahankan maupun peningkatkan produksi di tingkat petani. Kedelai sebagai salah satu komoditas strategis nasional tak luput dari perhatian Kementrian Pertanian salah satunya dengan digelarnya program Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT) tanaman kedelai secara luas.Kehadiran program ini dimaksudkan untuk memberikan solusi kepada petani sebagai pelaku utama dalam mengelola agroekosistem budidayanya. Partisipasi petani dalam menganalisa, merancang dan menangani semua masalah tanam dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) merupakan langkah transformatif atas prinsip-prinsip PHT antara lain budidaya tanaman sehat, pemanfaatan musuh alami, pengamatan secara berkala dan petani ahli dalam PHT. Program PPHT Kedelai sekala luas di wilayah Kecamatan Sambit TA. 2018 dilaksanakan di Kelompok Tani Tani Makmur II Desa Bedingin pada musim MK II dengan target luas kawasan 10 Ha. Pemilihan kelompok tani pelaksana didasarkan pada kelompok tani yang sebelumnya telah melaksanakan kegiatan PHT maupun PTT Kedela,i sehingga keberlanjutan materi dan program dapat dipertahankan. Petani peserta sejumlah 25 orang diajak serta berpartisipasi mulai tahap perencanaan sampai penanganan pasca tanam, tahapan PPHT meliputi: Kegiatan PersiapanKegiatan persiapan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mensosialisasikan, menyamakan persepsi serta mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan dengan seluruh pemangku kepentingan antara lain aparat pemerintah, tokoh masyarakat, petugas pendamping (POPT-PHP/PPL/Mantri Tani) dan perwakilan kelompok tani pelaksana kegiatan. Kegiatan Pra TanamKegiatan pra tanam dilaksanakan dalam bentuk pertemuan perencanaan diatara lain membahas tentang:1. Pemetaan masalah2. Penelusuran budidaya tanaman3. Rencana aksiPertemuan ini menghasilkan kesepakatan berupa teknik olah lahan, pola tanam, jarak tanam, jenis varietas serta penggunaan sarana produksi yang ramah lingkungan. Sarana yang digunakan antara lain pupuk organic, agen pengendali hayati dan penanaman refugia. Kegiatan Pasca TanamKegiatan pasca tanam terdiri dari pengamatan mingguan dan evaluasi hasil pengamatanPengamatan mingguan.Pengamatan mingguan dilaksanakan sebanyak 12 kali selama satu musim tanam. Pengamatan dilakukan oleh lima orang petani pengamat Evaluasi hasil pengamatan.Evaluasi hasil pengamatan dilakukan untuk membahas dan menganalisa hasil pengamatan hamparan. Hasil pembahasan dan analisa digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan serta tindak lanjut. (Admin-Ponorogo/Khoirul Anwar).