Loading...

GEMA BRIGADE PEMANGKASAN KOPI DI KECAMATAN RUSIP ANTARA

GEMA BRIGADE PEMANGKASAN KOPI DI KECAMATAN RUSIP ANTARA
Membaca keluhan masyarakat kopi di sosial media tentang mahalnya kopi gayo, mendengar keluhan dari aktivis koperasi kopi yang ada di Aceh Tengah tentang stagnansi produksi kopi gayo, menampung keluhan petani kopi tentang rendahnya produksi dan kualitas kopi gayo. Hal ini telah mengetuk insan perkopian mulai dari pemangku jabatan yaitu kabid perkebunan sampai kepada para Penyuluh pertanian yang merupakan pendamping dan pembina petani yang mayoritas adalah pekebun kopi.Ide atau gagasan untuk membentuk kegiatan Brigade pemangkasan kopi ini muncul setelah ditetapkannya kampung Tebes Lues Kecamatan Bies Kabupaten Aceh Tengah sebagai kampung kopi. Sebagai kampung kopi tentunya tanaman kopi yang ada di daerah ini adalah sebagai percontohan atau model bagi masyarakat atau wisatawan yang berkunjung. Mulai dari penataan tanamannya sampai kepada pengolahannya. Sekaitan dengan penataan tanaman kopi maka kegiatan pemangkasan adalah merupakan kegiatan utama dan wajib yang harus dilakukan oleh petani kopi untuk keberlangsungan dan kontinuitas produksinya secara berkualitas. Setelah Kecamatan Bies, kegiatan ini disambut antusias di Kecamatan Atu Lintang , kemudian di Kecamatan Pegasing, Kebayakan dan merambah sampai ke Kecamatan Silih Nara yang difasilitasi oleh BPP setempat dengan para kader poktan sebagai pesertanya.Gema Brigade pemangkasan kopi tersebut rupanya menggerakkan minat para penyuluh di salah satu kecamatan terpencil di kabupaten Aceh Tengah yaitu BPP Rusip Antara. Melalui kepala BPP yaitu Junaidi, S.Pt mereka mendengar tentang berita tentang adanya kegiatan brigade pemangkasan kopi ini dan meminta penyuluh pertanian setempat untuk mengundang Brigadirnya dalam rangka membentuk forum serupa dan melatih para kader poktan yang notabene petani kopi di kawasan tersebut agar bisa mahir dan terampil dalam pemangkasan tanaman kopi.Acara ini diselenggarakan oleh BPP Rusip Antara pada tanggal 3 Mei 2018 di Desa Pilar Wih Kiri Kecamatan Rusip Antara yang dihadiri oleh sekitar 60 peserta yang terdiri dari 4 orang kader poktan dari 8 Desa yang ada di Kecamatan Rusip Antara. Tampil sebagai Nara Sumber dalam kegiatan Brigade Pemangkasan Kopi yaitu Ir. Sampit Tarigan dan Herliasna, SP. Keduanya merupakan Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah.Acara dimulai dengan mengupas sedikit tentang materi teknis pemangkasan kopi oleh Ir. Sampit Tarigan, kemudian proteksi tanaman kopi oleh Herliasna, SP dan kemudian ditambahkan oleh Ismita Risni. IA yang juga seorang KJF dengan manajemen pengelolaan kegiatan pemangkasan tanaman kopi oleh poktan sebagai kelas belajar. Acara kemudian dilanjutkan dengan praktek/demonstrasi pemangkasan tanaman kopi di kebun petani yang dipandu oleh Ir. Sampit Tarigan.Di sela acara praktek pemangkasan, Junaidi, S.Pt selaku kepala BPP mengatakan bahwa perubahan iklim sekarang telah memicu tingginya serangan hama penggerek buah Kopi (PBKo) dengan tingkat serangan rata-rata sudah di atas 50% dari total luas lahan 3.181 ha. Hal ini jelas sangat menurunkan pendapatan petani dari kopi. Menurut Ismita Risni, hal ini wajar saja karena iklim Kecamatan Rusip Antara cukup panas dengan ketinggian 800 – 900 meter dpl. Iklim kebun yang hangat ditambah sanitasi kebun yang kurang bersih akan menambah tingkat serangan hama bubuk buah ini yang akan mempengaruhi kuantitas dan kualitas buah kopi Gayo. Semoga Kegiatan Brigade Pemangkasan Kopi ini bisa dilanjutkan, diterapkan dan dikembangkan oleh para petani kopi sehingga keluhan masyarakat di atas akan teratasi dan akan menjamin konsistensi dan kontinuitas produksi dan kualitas kopi gayo. (Junaidi, .Pt, Kepala BPP Rusip Antara)