Eka Rismawina, SP*)Zulzana Efriani, S.Pi**)Bapak Soleh, SP Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Tabalong dengan gencar memperkenalkan inovasi Supra-Din kepada petani karet Tabalong. Terbukti dengan diselenggarakannya sosialisasi inovasi pola tanam perkebunan Supra-Din, Selasa (26/06/2018) di Wisma Tamu Pendopo Bersinar Tabalong. Telah diketahui sebelumnya sosialisasi serupa juga telah didahului dilaksanakan pada beberapa kecamatan. Bapak Johan Noor Effendi Kepala Dinas Pertanian menjelaskan dengan peserta sosialisasi, bahwa latar belakang diperkenalkannya inovasi pola tanam baru ini untuk perkebunan karet di Tabalong, yaitu: (pertama) karena kondisi tanaman karet rakyat mulai banyak yang sudah harus diremajakan, dan (kedua) adalah untuk mengatasi kondisi harga karet alam yang saat ini belum berada dalam posisi yang menguntungkan. Beliau juga menyebutkan bahwa sejak 2017, Tabalong telah menerapkan inovasi ini dengan jarak tanam (18m + (2mx 2,5m)) di sejumlah kecamatan pada lahan seluas 200 ha.Senada dengan pernyataan dari Kepala Dinas Pertanian tersebut, Bupati Tabalong, Bapak Anang Syakhfiani yang berkenan membuka acara sosialisasi ini juga menegaskan bahwa pada saat ini yang paling penting untuk rakyat bukanlah hanya peningkatan produksi akan tetapi juga peningkatan pendapatan. Masih menurut beliau hal tersebut (jika dikaitkan dengan perkebunan karet rakyat) dapat dilakukan dengan cara melakukan peningkatan kualitas lateks dan peningkatan kuantitas (melakukan diversifikasi usahatani dengan menambah komoditi yang diusahakan dengan melakukan sistem usahatani polikutur). Beliau juga berpesan agar penyuluh pertanian lapangan pendamping petani dapat terus memberikan inovasi secara teknologi untuk memajukan pembangunan pertanian.Dalam kesempatan ini sebagai Bupati Tabalong, Bapak Anang Syakhfiani juga membagikan berbagai bantuan berupa; 37 buah alsin dari Ditjen Hortikultura untuk kegiatan Cabe , 20 buah alsin untuk pengembangan hortikultura (selain cabe) dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, serta bantuan bibit untuk kelompoktani dan masyarakat Tabalong berupa 2000 bibit Langsat Tanjung, 1500 bibit Pepaya Merah Delima dan 2000 bibit Jengkol.Nara sumber ahli yang dihadirkan Bidang Perkebunan dalam sosialisasi ini adalah Bapak Sahuri dari Balai Penelitian Sembawa Pusat Penelitian Karet, Banyu Asin, Sumatera Selatan. Beliau memaparkan bahwa pola tanam perkebunan Supra-Din adalah kepanjangan dari Sistem Usaha Perkebunan Rakyat Diversifikasi dan Integrasi. Sistem ini menekankan untuk meninggalkan sistem monokultur menjadi polikultur pada lahan yang baru akan dibuka atau pada lahan dari kebun karet yang akan diremajakan. Artinya agar petani karet mendapatkan peningkatan pendapatan maka harus dilakukan kegiatan diversifikasi dengan menanam tanaman sela pada kebun karet atau tumpang sari dengan tanaman pangan atau hortikultura seperti ; padi gogo, jagung, kedelai, cabai rawit, kacang panjang, nenas, pisang atau dengan dua komoditi tanaman sela sekaligus yakni pisang + nenas. Bapak Sahuri juga menekankan bahwa pola tanam karet yang terbaik adalah menerapkan pola tanam dengan jarak ganda (18 m (2mx2,5m)).Sebagai bonus tambahan bagi peserta sosialisasi, maka Dinas Pertanian Tabalong juga menghadirkan Bapak Jimmy, CEO dari PT. Mutiara Keraton Jimmy & Co Transbisnis Indonesia yang terkenal dengan produk Pupuk Hantu. Dalam kesempatan tersebut beliau membagikan pengalaman sebagai petani yang akhirnya tumbuh dan berkembang menjadi pengusaha sukses. Menurutnya agar dapat sukses menjadi petani pengusaha maka beberapa hal berikut harus dimiliki oleh petani adalah: memiliki luas lahan usahatani minimal 1-5 Ha serta menerapkan prinsip dagang dengan harga jual produk yang murah, kualitas dan kuantitas produk terjamin dan yang tidak kalah penting menjaga kontinuitas dari kualitas dan kuantitas produk.Acara sosialisasi yang terlaksana dengan lancar berkat kinerja dari Bidang Perkebunan serta kerjasama dengan Bidang-bidang lain di Dinas Pertanian ini sukses menghadirkan petani-petani karet, kelompoktani-kelompoktani penggiat komoditi cabe dan hortikultura lainnya serta penyuluh pertanian dan seluruh mantri kebun yang bertugas di wilayah Kabupaten Tabalong. Dan selanjutnya semoga inovasi ini dapat segera diterapkan oleh petani karet di Tabalong agar memperkecil dampak harga karet yang fluktuatif bagi pendapatan mereka. *)Pewarta adalah Admin Cyber Extention untuk Kabupaten Tabalong dan Penyuluh Pertanian Pertama pada Balai Penyuluh Pertanian Kelua Dinas Pertanian Tabalong**) Reviewer Cyber Extention untuk Kabupaten Tabalong dan Kasi Metode dan Informasi pada Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Tabalong