Kecamatan Gringsing dengan luas lahan sawah 1.200 hektar berpengairan ½ teknis, irigasi sederhana dan sawah tadah hujan seluas 620 hektar siap memberikan dukungan penuh pada program Upsus Pajale dan Penambahan Luas Tanam Padi. Adanya penambahan luas tanam padi dan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) menjadi 3 kali dalam satu tahun menjadikan perlunya perhatian khusus terhadap tanaman padi. Utamanya adalah perhatian dan kewaspadaan terhadap perkembangan hama yang kemungkinan muncul sebagai dampak dari penanaman padi yang meningkat frekuensinya. Selain itu juga diperlukan beberapa startegi pencegahan dan antisipasi ke depan terhadap hama dan penyakit tanaman padi yang rawan di Kecamatan Gringsing khususnya.LTT padi jalan terus, mau tidak mau petani harus memperhatikan Prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) supaya tanaman padi yang diupayakannya dapat berproduksi sesuai dengan harapan. Merujuk pada filosofi lama (namun masih relevan untuk diterapkan saat ini) pengendalian hama menyangkut tiga dasar pokok pengendalian perangkat lunak (soft control), satu dasar pokok pengendalian perangkat keras (hard control), dan lintasan kritis (critical path) (Baehaki 1992). Tiga dasar pokok pengendalian dengan perangkat lunak adalah kultur teknis, varietas unggul, dan musuh alami. Satu dasar pokok perangkat keras adalah pengendalian langsung dengan membunuh hama berdasar nilai ambang ekonomi yang merupakan lintasan kritis pemandu pengendalian perangkat keras. Dasar filosofi tersebut kemudian dijabarkan dalam taktik-taktik pengendalian yang disesuaikan dengan masalahnya. Taktik pengendalian dengan tanaman inang tahan paling banyak digunakan. Keuntungan penggunaan tanaman inang tahan dalam pengendalian hama adalah bersifat permanen dalam beberapa hal atau persisten untuk jangka waktu yang lama, kompatibel dengan taktik atau metode pengendalian lainnya, selaras dengan sistem ekologi dan lingkungan, selaras dengan upaya peningkatan produksi secara ekonomi, aman, efektif, dan mudah diadopsi (Anonymous 2002a).Taktik kultur teknis (cultural control atau ecological management) adalah taktik memanipulasi lingkungan untuk membuat ketidakcocokan hama pada suatu lingkungan dengan cara mengganggu siklus reproduktif, mengeliminasi makanan, dan membuat lingkungan lebih cocok untuk perkembangan musuh alami. Walaupun sudah tergolong tua, metode kultur teknis masih efektif menekan tingkat serangan hama dan diterima luas dalam implementasi teknologi PHT. Tujuan akhir dari taktik kultur teknis adalah menemukan link yang lemah dari siklus musiman hama sehingga hama tidak berkembang (Anonymous 2002b). Taktik pengendalian hayati sebagai isu lingkungan berskala internasional mempunyai keunggulan yaitu dapat bersifat permanen dalam mempertahankan populasi hama pada tingkat yang aman, tidak mencemari lingkungan, ekonomis, dan kompatibel dengan teknik pengendalian lainnya. Namun demikian, teknik pengendalian hayati dalam implementasinya tidak dapat mengatasi setiap masalah hama (Anonymous 2002c). Taktik pengendalian yang banyak dipakai saat ini adalah penggunaan insektisida manakala usaha dengan taktik yang telah disebutkan di atas tidak berhasil. Oleh karena itu, insektisida kimia tampaknya masih diperlukan meskipun penggunaannya harus dibatasi (Anonymous 2002d).Kecamatan Gringsing masuk dalam peta rawan serangan hama penggerek batang padi (PBP) menurut Petugas Pengamat Hama Kecamatan Gringsing. Pada Daerah Serangan Endemik PBP diperlukan beberapa hal sebagai berikut untuk mengurangi atau meminimalisir serangannya :1). Olah tanah sempurna : dengan pengolahan lahan yang sempurna, dimana sisa tanaman/jerami sudah terbenam 1-2 minggu dalam tanah dapat memutus larva PBP yang kemungkinan masih hidup di batang padi sisa panen dan seiring dengan terdekomposisinya jerami itu sendiri.2). Pengaturan Pola Tanam• Tanam kompak/serentak untuk membatasi sumber makanan bagi penggerek batang padi• Rotasi tanaman padi dengan tanaman non padi untuk memutus siklus hidup hama.• Pengamatan sejak padi di persemaian terkait kelompok telur dan gejala serangan.3). Pengendalian Secara Mekanik • Mekanik yaitu dengan mengumpulkan kelompok telur di persemaian dan di pertanaman.4). Pengendalian Hayati• Pemanfaatan musuh alami parasitoid: Trichogramma japonicum: dosis 20 pias/ha (1 pias = 2000-2500 telur terparasit) sejak awal pertanaman.5). Pengendalian Secara Kimiawi• Dilakukan pada saat 4 hari setelah ada penerbangan ngengat atau intensitas serangan rata-rata > 5% sundep• Insektisida butiran di persemaian dilakukan jika disekitar pertanaman ada lahan yang sedang atau menjelang panen pada satu hari sebelum tanam dengan dosis 2 gram insektisida granule/m2 [800 gram/400 m2 (luas persemaian)• Pada pertanaman stadium vegetatif dianjurkan menggunakan insektisida butiran berbahan aktif : Karbofuran, Karbosulfan , dosis 20 kg insektisida granule/ha, dimehipo, dan atau Fipronil. Oleh : Ahmad Jazuli (THL-TBPP) Daftar Pustaka : Strategi Pengendalian Hama Terpadu Tanaman Padi Dalam Perspektif Praktek Pertanian Yang Baik (Good Agricultural Practices). Baehaki Suherlan Effendi-2009.BBPTP. Pengembangan Inovasi Pertanian.