Loading...

GENJOT PRODUKSI PADI, KECAMATAN LEDO LAKUKAN TANAM PERDANA DEMPLOT HAZTON

GENJOT PRODUKSI PADI,  KECAMATAN LEDO LAKUKAN TANAM PERDANA DEMPLOT HAZTON
Ledo – Kelompok Tani sapageant Desa sukadamai melakukan gerakan tanam padi metode hazton (16/12). Metode ini diterapkan untuk mendukung produksi padi di Kabupaten Bengkayang, khususnya di Kecamatan Ledo Tahun ini, Kecamatan Ledo mendapat program demplot metode hazton, dengan luas tanam 3 hektare (Ha). Penanaman ini sendiri tersebar di dua unit kegiatan demplot masing-masing 1,5 ha di lokasi yang berbeda.Hadir dalam kegiatan penanaman perdana tersebut, Kepala Dinas Pertanian kabupaten bengkayang dalam hal ini diwakili Oleh Kepala Bidang Penyuluhan Dan Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bengkayang ,Petugas pengawasan dan sertifikasi Benih Propinsi Kalimantan Barat, Camat Ledo, serta Danramil Ledo. Kegiatan ini juga didukung PT Nufarm Indonesia, Manager Area Perusahaan pupuk organik Pomi Beka metode hazton merupakan temuan inovatif dari dua putra daerah Kalbar, Hazairin dan Anton. Dimana Pola tanamnya yakni satu lubang ditanami 20-30 bibit padi dengan umur semaian sekitar 30-35 hari. Keunggulan dari pola tanam ini yakni banyak menggunakan pupuk organik yang ramah lingkungan dan sedikit bahan kimia. sehingga, diharapkan menghasilkan malay padi yang banyak.Dalam sambutannya kepala bidang penyuluhan dan ketahanan pangan kab.Bengkayang Darwis,STP, "Pemerintah daerah sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah berupaya mewujudkan keberhasilan pembangunan pertanian, petani, para penyuluh pertanian, mitra petani, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat yang telah mempercayai Kabupaten Bengkayang sebagai sasaran program," tutur dia. Darwis juga memastikan jika pemerintah akan terus berupaya, agar selalu ada inovasi teknologi dalam meningkatkan produksi pertanian. Salah satunya, Gerakan Tanam Padi Teknologi Hazton, diungkapkan dia bagaimana teknologi tersebut sangat mengembirakan, di mana rata-rata produksi padinya mencapai 10 hingga 15 ton perhektare. Sebelumnya Kabid Penyuluhan dan ketahanan Pangan bersama Camat Ledo, Danramil ledo, koordinator penyuluh/Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Ledo melakukan tanam padi perdana metode hazton di Lokasi demplot Poktan Sapageant.Sementara itu, Koordinator Penyuluh/ Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Ledo, Ujang Wangun.SP, berharap agar metode yang kali perdana dilaksanakan di Kecamatan Ledo tersebut, berhasil sesuai target rencana. Jika rata rata di Kecamatan Ledo memproduksi padi sebanyak 3,2 ton, dia berharap dengan metode hazton, jumlah produksi mencapai dua kali lipat. "Target produksi perhektare kita harapkan bisa mencapai 8 ton Syukur bisa lebih dari target. Saya optimis demplot ini bisa mencapai target karena didukung sarana produksi yang lengkap dari mulai benih, pupuk serta pengolahan tanah yang sempurna.ujang wangun juga menambahkan kegiatan ini mendukung 1000 ha lahan sawah kecamatan Ledo," Dengan semangat ia menyatakan" jika Kecamatan Ledo siap menyukseskan upsus pajale dan ingin menjadi lumbung beras. Terlebih, dia menambahkan, luas lahan persawahan di Kecamatan Ledo khusus di aliran sungai banah merupakan daerah yang potensial untuk persawahan, dengan masa tanam dua kali setahun.Sementara itu, Danramil Ledo, berharap agar para petani disiplin (merupakan) kunci keberhasilan, mulai proses semai bibit, pemeliharaan tanaman, hingga panen," pintanya.Selain itu, Danramil juga mengingatkan agar babinsa selalu untuk melakukan pembinaan dan pemantauan yang maksimal bersama penyuluh setempat. " Jamaludin. SST (THL-TBPP) WKPP Lesabela Kec.Ledo, Kab.Bengkayang Kal-bar