Dalam rangka mendukung kegiatan penanaman padi sawah serempak di Desa Sindangsuka, maka lembaga petani yang ada di tingkat desa melakukan gerakan gotong royong membersihkan bendungan yang dikenal dengan nama bendungan Situ Haji. Gerakan ini tidak hanya sekitar bendungan, melainkan diteruskan dengan membersihkan saluran irigasinya.Bendungan Situ Haji ini merupakan pembagi saluran irigasi yang mengairi areal sawah desa Mekarsari dan desa Sindangsuka. Menurut Iin Sonjaya (Ketua GP3A Sukamukti), luas areal yang diairi untuk lahan sawah di desa Sindangsuka mencapai 175 hektar, dan desa Mekarsari seluas 84 hektar.Gerakan ini dilaksanakan serentak dan dihadiri oleh Kepala Desa Sindangsuka beserta perangkatnya, THL-TBPP (Penyuluh) wilbin, Babinsa, Kepala UPTD TPH, petugas SDAP Kecamatan Cibatu beserta lembaga petani seperti P3A Mitra Cai dan Kelompok Tani yang disertai anggotanya. Gerakan ini selain untuk membersihkan bendungan dan saluran irigasi, juga ditujukan untuk dapat segera melakukan pengolahan tanah agar diharapkan dapat secepatnya melakukan gerakan penanaman padi sawah dengan serempak.Hal ini sesuai dengan himbauan dan instruksi dari pemerintah pusat untuk melakukan gerakan penanaman padi sawah serempak. Mengingat wilayah desa sindangsuka ini merupakan daerah tadahujan, maka penanaman padi sawah secara serempak sudah mulai pada akhir bulan desember 2015. Sedangkan di desa Mekarsari sudah ada realisasi penanaman padi sawah dari bulan Oktober 2015, hal ini dikarenakan desa Mekarsari memiliki sumber air alami yang sampai saat ini sangat bermanfaat khususnya bagi petani.Walaupun wilayah desa Sindangsuka merupakan daerah tadahujan, tetapi dibeberapa kelompok tani telah melakukan penanaman di lahan sawah sebagai bentuk pemanfaatan lahan dan air hujan, yaitu dengan pengaturan pola tanam. Pada umumnya saat petani lebih cenderung menanam kacang hijau yang ditumpangsari dengan jagung.