Loading...

GERAKAN PEMBERDAYAAN PETANI TERPADU MELALUI PENYULUHAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

GERAKAN PEMBERDAYAAN PETANI TERPADU  MELALUI PENYULUHAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Penyuluh Pertanian sebagai mitra petani dan garda terdepan dalam pembangunan pertanian dituntut untuk menfasilitasi proses pembelajaran petani, tidak hanya sampai terwujudnya kesediaan dan kemampuan petani untuk mengadopsi teknologi yang direkomendasikan, tetapi juga mengawal dan mendampingi petani guna memastikan penerapan teknologi tersebut di tingkat petani yang berdampak pada peningkatan produktivitas dan produksi. Sesuai dengan visi Kementerian Pertanian, yaitu "Terwujudnya Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani", Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian Badan PPSDMP mencanangkan visi "Terwujudnya Sumberdaya Manusia (SDM) Pertanian yang Profesional, Mandiri dan Berdaya Saing untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani", maka pada tahun 2016 Badan PPSDMP akan menyelenggarakan Program Aksi Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu melalui Penyuluhan, Pendidikan dan Pelatihan. Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu melalui Penyuluhan, Pendidikan dan Pelatihan dimaksukkan untuk menggerakkan para penyuluh pertanian di lapangan dalam mengawal dan mendampingi petani meningkatkan produktivitas tujuh komoditas pangan strategis nasional, yaitu padi, jagung, kedelai, tebu, daging sapi, aneka cabai dan bawang merah. Strategi Dalam pelaksanaannya di lapangan, inti Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu melalui Penyuluhan, Pendidikan dan Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) dalam mengoptimalkan penyuluhan pertanian. Untuk itu, ditempuh tujuh strategi, yaitu 1) Pemberdayaan kelompoktani di sentra produksi pangan; 2) Peningkatan kapasitas BP3K; 3) Penumbuhan dan pemberdayaan penyuluh swadaya; 4) Peningkatan kinerja penyuluh; 5) Penyiapan SDM pertanian melalui TOT, diklat teknis dan diklat tematik di BP3K; 6) Pengawalan mahasiswa dan kemitraan perguruan tinggi negeri; dan 7) Penumbuhan wirausahawan muda pertanian. Kegiatan Berbagai kegiatan di pusat dan daerah yang bersumber dari APBN Tahun 2016 untuk mendukung pelaksanaan gerakan ini, antara lain: 1. Kegiatan pada Pusat Penyuluhan Pertanian, antara lain sebagai berikut:a. Pengawalan kegiatan penyelenggaraan penyuluhan di 34 provinsi dan 514 kabupaten;b. Pemberdayaan 2.000 unit Balai Penyuluhan Kecamatan/BP3K melalui peningkatan kapasitas;c. Pengawalan dan pendampingan 20.000 unit kelompoktani (poktan) di lokasi sentra produksi pangan; d. Penumbuhan 1.220 unit kelembagaan ekonomi petani; e. Peningkatan kinerja penyuluh pertanian melalui fasilitasi Biaya Operasional Penyuluh (BOP) bagi 25.196 orang Penyuluh Pertanian PNS, serta honorarium dan BOP bagi 19.404 orang Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu (THL-TB) Penyuluh Pertanian; f. Penumbuhan dan pengembangan 8.000 orang Penyuluh Pertanian Swadaya2. Kegiatan pada Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), antara lain sebagai berikut:a. Training of the trainers (TOT) untuk menyiapkan 300 orang calon fasilitator diklat teknis;b. Diklat teknis di UPT Pelatihan Pusat dan Daerah untuk melatih 1.000 orang calon fasilitator diklat tematik di BP3K;c. Diklat tematik di BP3K untuk membekali 12.000 orang Penyuluh Pertanian PNS/THL TB - Penyuluh Pertanian dan 5.000 orang Penyuluh Pertanian Swadaya. Materi diklat tematik ini dipilih dan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lapangan;Diklat yang dilakukan secara berjenjang dimulai dari TOT, diklat teknis dan diakhiri dengan diklat tematik ini dimaksudkan untuk membekali Penyuluh Pertanian PNS/THL TB - Penyuluh Pertanian dan Penyuluh Pertanian Swadaya dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan pengawalan dan pendampingan poktan di sentra pangan. Pelaksanaan diklat teknis diharapkan tepat waktu, sesuai dengan musim pertanaman di lapangan. Sebagai contoh, diklat teknis padi harus selesai Maret 2016 untuk mengejar musim tanam April - September 2016. Calon peserta dan calon lokasi(CP/CL) diklat ditetapkan berdasarkan hasil konsultasi dengan pihak sekretariat bakorluh dan dinas teknis terkait di provinsi.3. Kegiatan pada Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan)Pada tahun 2016, selain 200 orang dosen STPP, sejumlah dosen dari 14 Perguruan Tinggi yang telah menandatangani MOU dengan Pusdiktan juga akan melakukan fasilitasi penguatan BP3K dan desa-desa sentra pangan melalui fasilitasi penyuluh.di sentra tujuh komoditas pangan startegis nasional. Dengan asumsi satu penyuluh PNS membina delapan poktan dan satu penyuluh swadaya membina empat poktan, maka diharapkan paling sedikit 3.480.000 orang petani di sentra pangan dapat menerima manfaat langsung dari Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu ini. Tentu saja keberhasilan gerakan ini sangat ditentukan oleh komitmen seluruh pemangku kepentingan. Untuk itu diperlukan pemantauan yang ketat dalam mengawal setiap tahap kegiatan, khususnya dalam pelaksanaan bimbingan lanjutan bagi para penyuluh yang telah dilatih oleh atasan langsung di unit kerjanya masing-masing. Bimbingan lanjutan ini diperlukan untuk memastikan tidak adanya kendala yang dihadapi oleh penyuluh dalam melakukan bimbingan dan pengawalan penerapan teknologi di tingkat petani, sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas dan produksi tujuh komoditas pangan strategis nasional tersebut.(Penulis: Ir. Diana Prasastyawati, M.Si, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian, alamat e-mail: dianapras@gmail.com)Sumber informasiAnonymous. 2016. Program dan Kegiatan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Jakarta