Loading...

GERAKAN PEMBERDAYAAN PETANI TERPADU MENUJU KEDAULATAN PANGAN MELALUI DIKLAT TEMATIK

GERAKAN PEMBERDAYAAN PETANI TERPADU MENUJU KEDAULATAN PANGAN MELALUI DIKLAT TEMATIK
Sejak Tahun 2015 ini Balai Besar Pelatihan Pertanian Kayuamon Lembang melakukan perubahan yang mendasar, dimana sebelumnya pelatihan bagi aparatur dan non aparatur diselenggarakan di Balai, namun tahun sekarang sedikit demi sedikit pelatihan tersebut diselenggarakan di lapangan tepatnya di Balai Penyuluhan Pertanian (BPK3) kecamatan. Sebagai tindak lanjut dari latihan tematik ini, pada Hari Selasa tanggal 5 April 2016 digelar Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GPPT) di Desa Kongsijaya Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu. Thema yang diusung Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu menuju Kedaulatan Panganmelalui Diklat Tematik Bawang Merah.Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian, Badan Sumberdaya dan Penyuluhan Pertanian Kementan, Dirjen Hortikultura, Wakil Bupati Indramayu, Bakorluh Provinsi Jawa Barat dan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Indramayu serta peserta diklat tematik baik penyuluh pertanian maupun penyuluh pertanian sadaya.Dalam sambutannya Kepala BBPP Lembang Bapak. Bandel, mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dalam penyelenggaraan pelatihan, semoga kerja sama seperti ini dapat diteruskan dimasa yang akan datang. Karena banyak hal yang didapat dari kerja sama ini.Sementara itu Dirjen Hortikultura Ibu Anastasia mengatakan bahwa sumberdaya penyuluh pertanian baik aparatur maupun non aparatur semakin hari semakin berkurang karena banyaknya yang purna tugas. Begitu juga dengan tenaga di sektor pertanian yang beralih ke sektor inudstri. Oleh karena itu GPPT merupakan salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan diatas. GPPT agar diperbanyak untuk mengejar swa sembada bawang merah dan cabe. Untuk mencapai swa sembada tersebut harus ada pihak ketiga yang dapat menampung dan menjamin hasil produk dengan harga yang layak.Kementerian sudah menyatakan ada semester I tahun 2016 tidak akan mengimpor bawang merah dan cabe, peluang ini agar dimanfaatkan oleh para petani bawang merah dan cabe. Selain itu diinformasikan pula bahwa Kementerian Pertanian akan mengucurkan anggaran untuk mendukung program swa sembada bawang merah dan cabe di Kabupaten Indramayu sebesar 4,7 milyar rupiah dengan rincian bawang merah seluas 65 ha senilai 2,5 milyar rupiah dan cabe seluas 80 ha senilai 2,2, milyar rupiah.Kepada para petani yang sudah di CPCL agar segera menanam bawang merah untuk mengejar stok pada bulan rhamadhon, sebelum bantuan stimulan dari pemerintah datang petani dapat menggunakan bibit swadaya, sedangkan stimulan dari pemerintah dapat digunakan pada musim gadu berikutnya.BPSDMPP Bpk. Widi menyampaikan GPPT dicanangkan pada Tahun 2015 bersamaan dengan UPSUS PAJALE. Kendala GPPT ini antara lain pengairan yang terbatas dengan musim kemarau yang berkepanjangan, alih fungsi lahan pertanian, berkurangnya tenaga sektor pertanian dan susut hasil yang masih cukup tinggi. Selain itu sesuai dengan araham Menteri Pertanian bahwa serapan gabah ke BULOG harus sesuai sasaran, untuk itu kepada jajaran penyuluh pertanian dan penyuluh pertanian swadaya agar menindaklanjuti SERGAP ini.Wakil Bupati Indramayu menyampaikan, bila ada kegiatan yang berkaitan dengan pertanian, kami mohon diundang untuk memperkaya wawasan dan pengalaman. Terima kasih atas dukungan kementerian pertanian yang telah mendukung Indramayu swa sembada bawang merah dan cabe. Semoga sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dapat saling melengkapi untuk kesejahteraan petani dan pemberdayaan penyuluh pertanian.Berkenaan dengan nasib para penyuluh pertanian bantu (THL TBPP), kami mohon moratorium agar dicabut sehingga para THL TBPP ini dapat menjadi penyuluh PNS dan menggantikan penyuluh PNS yang sudah banyak pensiun. (Edi Harnadi)