Loading...

Gerakan Penanaman Kacang Tanah

Gerakan Penanaman Kacang Tanah
Pada Hari Sabtu, Tanggal 21 Desember 2019, PPL Wilayah Binaan Desa Sarimanggu Elis Maesaroh, SP bersama-sama Kelompok Tani Cintalaksana II Desa Sarimanggu melaksanakan kegiatan penanaman Kacang Tanah dalam rangka meningkatkan diversifikasi hasil pertanian dan pemanfaatan lahan kering. Kacang tanah merupakan komoditas pangan yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Ada banyak makanan olahan kacang tanah. Selain buat bahan sayuran, juga banyak diolah menjadi camilan maupun produk selai untuk teman menyantap roti. Lantaran banyak manfaatnya, permintaan kacang tanah tinggi di pasaran. Itu juga yang mendorong banyak petani tertarik mengembangkan komoditas ini. Apalagi budidayanya juga mudah. Salah satu petani kacang tanah adalah Komarudin, di Desa Sarimanggu. Di Desa Sarimanggu ini memang banyak penghasil palawija jenis kacang-kacangan. Ia sendiri sudah menanam kacang tanah sejak tahun 1990. Umumnya setiap 1 hektare (ha) lahan bisa menghasilkan 2 ton kacang tanah. Karena lahannya hanya 3.000 m², sekali panen hanya menghasilkan 5-6 kwintal kacang tanah. Omzet yang ia dapat bisa sampai Rp 10 juta sekali panen. Menurutnya, komoditas ini menguntungkan karena semua hasil panen tidak ada yang dibuang. Selain bijinya, ampasnya juga laku dibuat minyak dan fermentasi oncom. Bahkan setelah panen pun, daunnya juga tidak dibuang karena bisa menjadi sayuran, bahan pakan ternak, dan pupuk hijau. Harga kacang tanah sendiri berkisar antara Rp 5.000–Rp 9.000 per kg.