Loading...

Gerakan Penanaman Kedelai

Gerakan Penanaman Kedelai
BUPATI BULUNGAN DAN DANDIM 0903KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARAMELAKUKAN PENANAMAN PERDANA GERAKAN PENANAMAN KEDELAI(UPSUS) Kabinet Kerja JOKOWI menetapkan Swasembada Berkelanjutan Komoditas Padi, Jagung dan Kedelai harus dicapai dalam waktu 3 (tiga) tahun. Permaslahan secara substantif yang dihadapi saat ini dalam rangka percepatan swasembada pangan tersebut antara lain: (1) alih fungsi dan fragmentasi lahan pertanian; (2) Rusaknya infrastruktur/jaringan irigasi; () Samikin kurangnya dan mahalnya tenaga kerja pertanian serta kurangnya peralatan mekanisasi pertanian; (4) Masih tingginya susut hasil (Losses); (5) Belum terpenuhinya kebutuhan pupuk dan benih sesuai rekomendasi spesifik lokasi serta belum memenuhi enam tepat; (6) Lemahnya permodalan Petani; (7) harga komoditas pangan jatuh dan sulit memasarkan hasil pada saat panen raya. Melalui Permentan No 03/Permentan/OT.140/2/2015 tanggal 2 Pebruari 2015 pemerintah telah mengeluarkan kebijakan khusus yang disebut (UPSUS). Dalam rangka mendukung kegiatan Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai, pada tahun 2015 Pemerintah Kabupaten Bulungan telah menetapkan target penanaman tanaman kedelai seluas ± 5.000 Ha. Oleh karena pemerintah telah menetapkan target Produktivitas kedelai minimal 1,57 Ton/Ha pada areal tanam baru dan meningkatnya produktivitas kedelai sebesar 0,2 ton/Ha pada areal exixting, Bupati Kabupaten Bulungan bersama TNI (Dandim 0903) Tanjung Selor melakukan penanaman secara serempak, masing-masing Bupati Bulungan melakukan penanaman perdana di kedelai di Kecamatan Tanjung Palas dan Dandim 0903 Tanjung Selor melakukan penanaman kedelai perdana di Kecamatan Sekatak. Dandim megajak semua petani, aparat pemerintah dan para penyuluh dan Babinsa Pendamping bekerja secara bersama-sama dan sungguh-sungguh untuk mensukseskan program peningkatan pangan strategis tersebut. Sedangkan di Kecamatan Sekatak Bupati bersama dengan anggota DPR dari Kabupaten Sumedang Jawa Barat (Ketua Komisi B) yang akrab dipanggil dengan Asep Sumaryana akan melakukan (MOU) kesepakatan kerjasama jual beli dengan petani kedelai Kabupaten Bulungan. Kang Asep menyampaikan di Sumedang sampai saat ini untuk produksi tahun dan tempe menggunakan kedelai impor. Kang Asep mangatakan Kedelai Bulungan memiliki aroma khas dan bentuk biji berbeda ketika dimasak, kami sudah lihat contohnya (Radar Tarakan 12 Mei 2015), Kabupaten Sumedang setiap bulan membutuhkan kedelai sekitar 500 ton. Melihat peluang ini Kabupaten Bulungan dihadapkan pada peluang dan tantangan yang perlu mendapatkan perhatian secara khusus. Apa bila Kabupaten Bulungan dapat memproduksi secara kontinu dan menjaga mutu, merupakan kerjasama yang baik, dan sekaligus akan menolong dan meningkakan pendapatan para petani. (F.H. Prayitno, Bulungan, Kaltara)25/05/15