Gerakan Pengendalian ( Gerdal ) Hama Wereng Batang Coklat Di Wkbpp Padangguni
GERAKAN PENGENDALIAN ( GERDAL ) HAMA WERENG BATANG COKLAT DI WKBPP PADANGGUNI Oleh : Artiyanto Siswo Nugroho, SP ( Penyuluh Swadaya) BPP Padangguni A. Pendahuluan BPP Padangguni memiliki wilayah dengan komodity dominan adalah padi sawah yakni seluas 2.264 Ha. Dengan luasan sawah seperti ini sudah barang tentu WKBPP Padangguni merupakan salah satu sentra produksi beras di Kabupaten Konawe yang perlu penanganan intensif agar dapat mengamankan ketersediaan pangan di kabupaten ini sebagai lumbung berasnya kabupaten konawe. Berbagai kendala dan masalah dihadapi petani padi sawah terutama hama dan penyakit yang kalau tidak diatasi dapat menyebabkan turunnya hasil produksi padi sawah bahkan dapat menyebabkan gagal dan fuso. Salah satu hama penting yang sering menyerang tanaman padi sawah adalah Wereng Batang Cojklat ( WBC ), tikus, penggerek batang serta hama putih. Hama penting yaang sering sulit di atasi adalah tikus dan WBC. Oleh sbab itu WBC mendapat perhatian khusus di WKBPP Padangguni karena krugian yang diakibatkan WBC ini cukup dirasakan peetani padi sawah. B. Gerakan pengendalian (Gerdal ) WBC Gerakan pngendalian ini dilakukan di beberapa desa yang sering dan sedang mengalami serangan dengan populasi bervariasi dari ringan, sedang maupun berat. Desa- desa yang dilakukan Gerdal WBC dan merupakan daerah endemis WBC adalah Desa Padangguni, Padang Mekar, Matanggorai, Aleuti dan Garuda. Desa- desa tersebut merupkan daerah langganan serangan ( endemis } sehingga perlu perhatian dan penanganan khusus berupa Gerakan Pengendalian (Gerdal) untuk mencegah meluasnya serangan hama tersebut. Gerakan pengendalian tersebut di lakukan oleh anggota kelompok tani dengan dukungan dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura ( BPTPH) Propinsi Sulawesi Tenggara, dan Laboratorium Hama Penyakit Wawotobi serta berbagai pihak yang berkompeten dibidang pengndalian hama/ penyakit antaralain POPT, Penyuluh pertanian dan formulator. Gerakan Pengedalian ini dilakukan di beberapa desa yang terjadi gejala serangan WBC tersebut dengan bantuan pestisida dari BPTPH Propinsi SulTra. Gerakan pengendalian WBC di salah satu desa ( Matanggorai) dapat dilihat pada gambar dokumentasi dibawah ini : C. Penutup Gerakan Pengendalian ( Gerdal) ini rutin dilakukan setian musim tanam padi sawah karena desa- desa tersebut tadi merupakan wilayah endemis WBC yang harus selalu ddi monitor populasinya agar tidah kecolongan dalam pengendaliannya. Hal ini dimaksudkan untuk memberi rasa aman ppetani padi sawah terhadap serangan hama tersebut dn petani merasa diperhatikan oleh petugas Penyuluh Pertanian dan pemerintah dalam berusaha tani padi sawah agar dapat budidaya padi sawah dapat berhasil dengan menekan sedemikian rupa serangan hama- hama tertentu yang sering menjadi momok bagi petani