Loading...

Gerakan Pengendalian (GERDAL) Hama Penggerek Batang Padi di BPP Cidahu

Gerakan Pengendalian (GERDAL) Hama Penggerek Batang Padi di BPP Cidahu
Penggerek batang padi menjadi hama utama yang menyerang tamaman padi di hamparan sawah DesaPondokkaso Tengah, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi pada beberapa musim tanam lalu dan menjadi kekhawatiran petani untuk musim tanam saat ini. Itulah sebabnya,PPL dan POPT bersama dengan kelompok tani Mina Bakti bersemangat melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama penggerek batang padi secara preventif di persemaian. Hama penggerek batang padi mungkin sudah tidak asing lagi, karena merupakan salah satu hama utama bagi tanaman padi. hama ini menyerang tanaman padi sejak di persemaian hingga tanaman memasuki tahap matang. yang unik dari hama ini, serangan padasetiap tahap pertumbuhan tanaman mempunyai istilah yang berbeda. bila hama penggerek batang menyerang tanaman padi pada tahap vegetatif, maka disebut sundep. kehilangan hasil yang disebabkan oleh sundep, tidak terlalu besar karena tanaman masih mampu untuk membentuk anakan baru. bila hama ini menyerang pada tahap generatif, maka disebut beluk.pada tingkat serangan beluk yang tinggi, dapat menyebabkan jumlah malai berkurang sehingga dapat mempengaruhi hasil hingga 1-3%. Berdasarkan hasil identifikasi, ternyata ada 6 spesies penggerek batang padi di indonesia yaitu : penggerek batang padi kuning, penggerek batang padi putih, penggerek batang merah jambu, penggerek batang padi bergaris, penggerek batang padi berkepala hitam, dan penggerek batang padi berkilat. berdasarkan hasil pengamatan dr. n. usyati dan tim, peneliti hama dari bb padi, ternyata dari keenam spesies tersebut hanya ada 4 yang paling banyak ditemui di indonesia, sedangkan spesies penggerek batang padi kepala hitam dan penggerek batang padi berkilat jarang ditemukan karena populasinya rendah. Teknik pengendalian hama penggerek batang padi diantaranya sebagai berikut : pengaturan pola tanam tanam serentak untuk membatasi sumbermakanan bagi penggerek batang padi. rotasi tanaman padi dengan tanaman bukan padi untuk memutus siklus hidup hama. pengaturan waktu tanam yaitu berdasarkan penerbangan ngengat atau populasi larva di tunggul padi. jangan menanam bertepatan dengan puncak penerbangan ngengat. penanaman dapat dilakukan pada15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi pertama dan atau 15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi berikutnya apabila generasi penggerek batang padi di lapangan overlap. pengendalian secara mekanik dan fisik cara mekanik dapat dilakukan dengan mengumpulkan kelompok telur penggerek batang padi di persemaian dan dipertanaman. cara fisik yaitu dengan penyabitan tanaman serendah mungkin sampai permukaan tanah pada saat panen. usaha itu dapat pula diikuti penggenangan air setinggi 10 cm agar jerami atau pangkal jerami cepat membusuk sehingga larva atau pupa mati (sumber Cybex)