Loading...

Gerakan Pengendalian (GERDAL) OPT Bawang Merah di Wilayah Binaan Karangwangun BP3K Gebang

Gerakan Pengendalian (GERDAL) OPT Bawang Merah di Wilayah Binaan Karangwangun BP3K Gebang
Wilayah Binaan Karangwangun merupakan sentra bawang merah di Kecamatan Babakan, OPT menjadi salah satu masalah dalam pelaksanaan budidayanya. Maka dari itu Gerakan Pengendalian secara serentak sangat diperlukan untuk menekan serangan OPT bawang merah. Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada umumnya terbagi menjadi 2 yaitu hama dan penyakit, OPT dapat dikendalikan secara preventif dan kuratif tergantung dari jenis OPT nya. Gerakan Pengendalian (GERDAL) OPT Bawang Merah dilaksanakan di 2 kelompok yaitu kelompok Saka Tani II Desa Karangwangun pada hari Selasa 5 Juni 2018 dan kelompok Mekar Jaya Desa Pakusamben pada hari Rabu 6 Juni 2018. GERDAL OPT bawang merah diikuti oleh Anggota kelompok tani dan dipandu oleh PPL Wilbin Karangwangun, POPT Kecamatan Babakan dan Petugas dari Sub Unit Pelayanan Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (PPHT). Hasil GERDAL OPT bawang merah di kelompok Saka Tani II Desa Karangwangun yang dilaksanakan di hamparan bawang merah seluas 10 Ha, didapati OPT penyakit trotol (Alternaria pori) dengan luas serangan total diakumulasi seluas 1 Ha dan intensitas serangan 6%. Sedangkan musuh alami yang ditemukan antara lain laba-laba sejumlah 5 ekor/m² dan tabuhan 3 ekor/m². Varietas bawang merah yang dibudidayakan adalah Bima dengan rataan umur tanaman 40-55 Hst. Bahan yang digunakan sebagai pengendali adalah agen hayati Paeny bacillus. Rencana tindak lanjut yang disepakati oleh kelompok adalah pengamatan berkala, sanitasi areal pertanaman, pengelolaan air irigasi dan mengadakan gerdal lagi apabila intensitas serangan melebihi ambang ekonomi. Hasil GERDAL OPT bawang merah di kelompok Mekar Jaya Desa Pakusamben yang dilaksanakan di hamparan bawang merah seluas 12 ha, didapati OPT penyakit trotol (Alternaria pori) dengan luas serangan total diakumulasi seluas 1 ha dan intensitas serangan 7,5%. Sedangkan musuh alami yang ditemukan antara lain laba-laba sejumlah 4 ekor/m² dan tabuhan 2 ekor/m². Varietas bawang merah yang dibudidayakan adalah Bima dengan rataan umur tanaman 15-45 Hst. Bahan yang digunakan sebagai pengendali adalah agen hayati Paeny bacillus. Rencana tindak lanjut yang disepakati oleh kelompok adalah pengamatan berkala, sanitasi areal pertanaman, pengelolaan air irigasi dan mengadakan gerdal lagi apabila intensitas serangan melebihi ambang ekonomi. Ditulis oleh : Yulius Danu Setyawan, S.Pt. (Penyuluh Wilbin Karangwangun, BP3K Gebang)