Loading...

GERAKAN PENGENDALIAN HAMA TIKUS DENGAN DI KELOMPOK TANI LURUIH SAIYO NAGARI KUBANG,KAB.50 KOTA

GERAKAN PENGENDALIAN HAMA TIKUS DENGAN  DI KELOMPOK TANI LURUIH SAIYO NAGARI KUBANG,KAB.50 KOTA
Tikus sawah merupakan salah satu jenis hama pada tanaman padi yang dapat mengakibatkan kerugian besar dan meresahkan petani. Meningkatnya luas serangan hama tikus juga dapat disebabkan oleh karena tidak adanya antisipasi berupa gerakan massal intensif pembersihan lahan dan pengemposan lubang-lubang tikus sebelum tanam , selain itu kebanyakan petani terburu waktu untuk segera tanam padi kembali dan tidak memberikan jeda waktu untuk melakukan gerakan massal secara serentak dalam mengantisipasi hama tikus. Dengan latar belakang di atas antara lain menjadi dasar Petugas Pertanian lapangan (PPL) ,PHP bersama Kelompok tani, agar dalam memasuki musim tanam di bulan Mei - Juni 2018 serangan hama tikus dapat terkendali, maka daritu perlu inisiatif melakukan gerakan massal intensif pembersihan lahan dan pengemposan lubang-lubang tikus sebelum tanam.Seperti yang dilakukan pada hari Selasa, 20 Maret 2018 bertempat di Kelompok Tani Luruih Saiyo Nagari Kubang Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota Prop.Sumatera Barat melaksanakan kegiatan Pengendalian Hama Tikus (Berburu Tikus) dengan cara emposan menggunakan racun Tiran (mercon tikus),dan Solder hasil bantuan dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lima Puluh Kota. Di samping menggerakkan para petani anggota Kelompok Tani dan semua petugas lapang pertanian : PPL,KUPT,KOORDINATOR PENYULUH,KOORDINATOR POPT, dan Petugas PHP masyarakat setempat dalam rangka menyukseskan Program UPSUS PAJALE pengendalian tikus ini juga dihadiri langsung oleh Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Bapak Ir.Eki Hari Purnama Msi, KABID Tanaman Pangan : Ir Masmariel beserta Staf serta Koordinator POPT :Syaiful Wathan SP Wali Nagari Kubang: DRS MUSLIM, dengan dukungan penuh tersebut program UPSUS PAJALE diharapkan Kelompok Tani termotivasi untuk lebih bersemangat, solid, intensif, dan disiplin dalam gerakan tanam dan pengendalian hama dalam upaya tercapainya sukses panen. Dengan adanya pengendalian hama tikus ini juga diharapkan akan menekan populasi tikus dimasa tanam mendatang, dengan asumsi terbunuhnya 2 ekor tikus akan menghilangkan 2000 ekor tikus dalam kurun waktu satu tahun kedepan, dengan perhitungan sepasang tikus beranak 8 – 12 ekor setiap bulan dan umur reproduksi tikus sangat singkat,tikus siap kawin setelah berusia 35 hari dengan masa bunting 21 hari dan akan kawin lagi 2 hari setelah melahirkan, karena itu populasi tikus sangat cepat sekali berkembang, sehingga diharapkan petani / kelompok tani kompak melakukan pengendalian hama tikus secara rutin. (Prima.Gst.SP/THL-TBPP Nagari Kubang)