Loading...

Gerakan Pengendalian Hama Tikus Dengan Menggunakan Rodentisida Pada Kelompok Tani Lumandi Kelurahan Binturu Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo

Gerakan Pengendalian Hama Tikus Dengan Menggunakan Rodentisida Pada Kelompok Tani Lumandi Kelurahan Binturu Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo
Fenomena kerusakan tanaman padi oleh serangan tikus selalu menjadi masalah bagi petani dan menjadi momok yang menakutkan. Kehilangan hasil gabah akibat serangan hama tikus hampir terjadi setiap musim tanam dengan kerusakan mencapai 15-20% tiap tahunnya. Tikus sawah (Rattus argentiventer) adalah jenis hama pengganggu pertanian utama dan sulit dikendalikan karena tikus itu mampu ”belajar” dari tindakan-tindakan yang telah dilakukan sebelumnya. Tikus memiliki indera penciuman yang berkembang dengan baik. Dengan kemampuan ini tikus dapat menandai wilayah pergerakan tikus lainnya, mengenali jejak tikus yang masih tergolong dalam kelompoknya, mendeteksi tikus betina yang sedang estrus (berahi) dan mendeteksi anaknya yang keluar dari sarang berdasarkan air seni yang dikeluarkan oleh anaknya Sebelum melangkah pada usaha pengendalian tikus sawah, perlu diketahui terlebih dahulu biologis dan ekologi tikus, sehingga petani akan lebih mudah mengidentifikasi untuk selanjutnya melakukan pengendalian. Tikus menyerang padi pada malam hari, pada siang hari tikus bersembunyi di dalam lubang pada tanggul irigasi, jalan sawah, pematang, jalan kereta apai dan daerah perkampungan dekat sawah Salah satu hama yang menyerang tanaman padi pada lokasi persawahan kelompok tani Lumandi kelurahan binturu adalah hama tikus. Untuk mengatasi hama tersebut dilakukan gerakan pengendalian yang dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 02 Agustus 2019 dengan melibatkan penyuluh pertanian bekerjasama dengan POPT PHP, Babinsa dan kelompok tani. Dengan penggunaan rodentisida diharapkan dapat mengurangi tingkat serangan hama tikus sehingga pertumbuhan padi lebih maksimal. Oleh : Juhana,SP Penyuluh Pertanian Madya