Loading...

GERAKAN PENGENDALIAN OPT HORTICULTURA CABE

GERAKAN PENGENDALIAN OPT HORTICULTURA CABE
Pada hari selasa tanggal 06 Agustus 2019 di Poktan Suka Makmur Desa Ulantha Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango telah melaksanakan Gerakan Pengendalian OPT Horticultura Cabe oleh Balai Penelitian Provinsi Gorontalo Metode dari kegiatan Gerakan Pengendalian OPT Hortikultura meliputi koordinasi, pembinaan, bimbingan tingkat lapangan, supervisi, sinergisme sistem perlindungan hortikultura dalam pemenuhan persyaratan teknis SPS-WTO, dan fasilitasi sarana prasarana dukungan pelaksanaan operasional Gerakan Pengendalian OPT Hortikultura ramah lingkungan berupa pestisida biologi (agens pengendali hayati) kepada kelompok petani sebagai bahan pengendalian OPT ramah lingkungan. Pelaksanaan Gerakan Pengendalian OPT Hortikultura diarahkan di sentra/kawasan pengembangan hortikultura, terutama pada derah serangan endemis, daerah sumber infeksi, daerah serangan baru, dan daerah eksplosi dengan melibatkan petani/kelompok tani/PPAH dan Klinik PHT binaan secara langsung sebagai upaya pengelolaan OPT agar tidak menimbulkan kerugian secara nyata. Dalam keadaan eksplosi dapat pula dilaksanakan gerakan massal pengendalian OPT yang dimulai dari pencanangan gerakan pengendalian sampai dengan memberikan bantuan sarana dan bahan pengendalian OPT yang diperlukan serta kegiatan pendukung lainnya. Sedangkan bahan pengendalian yang diserahkan kepada kelompok tani meliputi agens hayati jamur trichoderma harzianum sp, jamur mycorrhiza sp, dan perangkap lalat buah. Aplikasi bahan pengendalian OPT agens pengendali hayati dengan menaburkannya pada lubang tanam jika tanaman belum ditanam sebagai fungsi preventif/pencegahan serangan patogen atau ditabur dibawah batang tanaman yang telah ditanam seluas cabang tanaman kemudian ditutupi dengan daun kering dengan dosis 1 kg per tanaman. Agens hayati bersifat parasit terhadap jenis jamur yang lainnya yang bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan dan penyebaan patogen tular tanah penyebab peyakit pada perakaran tanaman yang dapat menimbulkan penyakit busuk akar, busuk pangkal batang sehingga tanaman cabai menjadi layu dengan menggunakan agens hayati diharapkan intensitas layu pada tanaman cabai dapat ditekan. Selain itu agens hayati juga berperan memperbaiki struktur tanah di sekitar perakaran tanaman dengan cara menguraikan zat-zat organik yang ada di dalam tanah selanjutnya zat-zat yang telah terurai akan menjadi ion-ion yang mudah diserap tanaman. Diharapkan dengan dilaksanakannya Gerakan Pengendalian OPT Hortikultura dapat memberikan dukungan perlindungan hortikultura khususnya tanaman cabai dan bawang merah dalam rangka pengamanan produksi hortikultura dari gangguan/serangan OPT sebagai pelaksanaan dari fungsi UPTD Balai Proteksi Tanaman dapat tercapai. Selain itu untuk membantu petani dalam memasyarakatkan sistem pengendalian hama terpadu (PHT) dan penguatan kelembagaan perlindungan tanaman di tingkat petani sehingga menjadi lebih berdaya serta mandiri. Serta sebagai upaya menekan inflasi dari produk pertanian terutama cabai dan bawang merah dan mengurangi impor ketika pasokan produk hortikultura berkurang sedangkan permintaan konsumsi semakin meningkat. Penulis : Ismet Usman, SP