GERAKAN PENGENDALIAN OPT HORTIKULTURA MENGGUNKAN PESTISIDA NABATI DI WK BPP DOLO DESA MAKU KEC DOLO KAB. SIGI PROV. SULTENG
GERAKAN PENGENDALIAN OPT HORTIKULTURA MENGGUNKAN PESTISIDA NABATIDI WK BPP DOLO DESA MAKU KEC DOLO KAB. SIGI PROV. SULTENG UPT Proteksi Tanaman Pangan Dan Hotikultura Provinsi Sulawesi Tengah bersama Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi, melaksanakan kegiatan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (opt) hortikultura ditanaman bawang merah varietas lembah palu (bahan baku bawang goreng) pada Hari Jumat 12 Mei 2017 kelompok tani toyo arum 1 desa Maku, materi disampaikan Kepala Lab. Bapak Sarjan. SP Tujuan kegiatan ini mengajak para pelaku utama yang berusaha tani hortikultura :? Secara perlahan mengurangi penggunaan agro-kimia, khususnya pestisida sintetis sangat intensif, Penggunaan pestisida yang tidak tepat dan tidak benar baik jenis maupun dosis dapat menimbulkan masalah seperti, Resistensi dan Resurgensi hama, Musnahnya musuh alami, Ledakan OPT sekunder, serta Residu pestisida yang berdampak pada kesehatan manusia dan lingkungan dan sebagainya.? Pelaku utama sangat diharapkan dalam berusahatani untuk melakukan pengendalian awal secara hayati yang berwawasan lingkungan? Penggunaan PGPR singkatan dari Plant Growth Promoting Rhizhobacteria adalah sejenis bakteri yang hidup di perakaran tanaman. Akar adalah sumber kehidupan, dimana disana terjadi pertukaran udara, unsur hara, dekomposisi dll. Bakteri tersebut hidup secara berkoloni menyelimuti akar tanaman. Bagi tanaman keberadaan mikroorganisme ini sangat baik, karena bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhannya. Rhizobakteria pemacu tumbuh tanaman (RPTT) adalah kelompok bakteri yang menguntungkan yang agresif menduduki (mengkolonisasi) rizosfir (bagian perakaran). Aktivitas RPTT sangat menguntungkan bagi tanaman baik langsung maupun secara tidak langsung. Pengaruh langsungnya didasarkan atas kemampuannya menyediakan dan memfasilitasi penyerapan berbagai unsur hara dalam tanah serta mensintesis dan mengubah konsentrasi fithothormon pemacu tumbuh. Sedangkan pengaruh tidak langsungnya adalah berkaitan dengan kemampuan menekan aktivitas patogen dengan menghasilkan berbagai senyawa atau metabolit seperti antibiotik. Pada kegiatan ini target OPT : • Penyakit Bercak Unggu, Antraknosa. Pengendaliannya pemanfaatan agens hayati jamur atau cendawan (Trichoderma spp) sebagai jamur atau cendawan antagonis yang mampu menghambat perkembangan patogen melalui proses mikroparasitisme, antibiosis, dan kompetisi.• Serangga Ulat bawang, Lalat pengorok daun, Trips.Pengendaliannya pemanfaatan agens hayati (Beauveria bassiana) Pemanfaatan tumbuh-tumbuhan (ekstak daun mimba, lengkuas)Pengendaliannya menggunakan perangkap hama (likat kuning) Penulis : RIZAL. SP. Penyuluh Pertanian BPP Dolo Kabupaten Sigi.