Loading...

Gerakan Pengendalian OPT Padi

Gerakan Pengendalian OPT Padi
Pada tanggal 15 April 2015 Gapoktan Sri Rejeki Desa Wai Sidomukti Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan mengadakan Gerakan Pengendalian penyakit Blas guna untuk menekan perkembangan serangan penyakit tersebut yang timbul secara spot-spot di hamparan sawah dan sudah menyebar hampir di sebagian besar lahan pertanian yang ada di Desa ini. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Proteksi TPH Provinsi Lampung Ir. Iskandar Syah, Kepala BP3K Ketapang Asep Awaludin, SP, Kepala UPTD Tanaman Pangan Sutrisno, dan Babinsa Desa Wai Sidomukti Sugito, serta Koordinator POPT Kab. Lampung Selatan. Kepala Balai ProteksiTanaman meminta kepada para kelompok tani untuk segera melakukan tindakan gerakan bersama pengendalian penyakit Blas dan Kresek dengan menggunakan Fungisida. Yang bekerjasama dengan para Penyuluh Pertanian, POPT, dan Babinsa yang secara resmi sudah diberi tugas pendampingan kepada para petani dalam pengawalan pencapaian Swa Sembada padi, jagung dan kedelai (PAJALE). Penyakit Blas pada tanaman padi disebabkan oleh jamur Pyricularia Oryzae dan dapat menyerang tanaman padi pada semua fase pertumbuhan dan persemaian sampai menjelang panen, pada fase vegetative penyebab penyakit menyerang pada daun dengan bercak coklat belah ketupat yang bisa mengakibatkan tanaman mati dan pada fase generative umumnya menyerang pada leher malai atau sering disebut gulu pedot juga bisa mengakibatkan tanaman jadi fuso. Faktor yang mempengaruhi perkembangan penyakit blas antara lain yaitu kelembaban yang tinggi, suhu malam hari sekitar 22-29 0C, penggunaan pupuk Nitrogen yang berlebihan dan ketahanan Varietas yang ditanam. Sehingga dalam pengendalian perlu dilakukan secara terpadu dengan berbagai cara yang dapat menekan perkembangan penyakit Blas tersebut. Jelas Afid Rakedi (POPT) Pengendalian massal juga merupakan upaya untuk menghambat pertumbuhan jamur agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah yang dapat berdampak pada terjadinya gagal panen. Caranya dengan menyemprotan fungisida ke tanaman padi."Mulai hari ini kami turunkan tim pengendalian secara massal oleh petani bersama dinas untuk melakukan aksi sebagai upaya menghambat pertumbuhan jamur, sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah, jangan sampai berdampak terjadinya gagal panen. Kalau sampai ini terjadi, kasihan petani," ujar Iskandar Syah..Oleh : A.Herlan Affandi, SP