Gerakan Pengendalian OPT Tanaman Padi Sawah di Subak Delod Dukuh Desa Pejeng Kawan Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar Oleh: Kikin Yuswono, S.P. Penyuluh Pertanian Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar Menindaklanjuti laporan Pekaseh Subak Delod Dukuh Desa Pejeng Kawan Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar kepada Petugas PPL Desa Pejeng Kawan, mengenai adanya serangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) di areal sawah Subak Delod Dukuh, PPL Desa Pejeng Kawan, I Wayan Sandi, S.P. bersama petugas POPT (Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman) Kecamatan Tampaksiring, I Wayan Kenak, S.P., segera meluncur ke areal sawah Subak Delod Dukuh didampingi Pekaseh Subak Delod Dukuh, I Nyoman Ngurah. Berdasar hasil pengamatan, ada serangan OPT blast. Petugas POPT menyarankan kepada Pekaseh Subak Delod Dukuh untuk melakukan pengendalian secara swadaya. Namun, setelah selang 2 kali pengendalian swadaya oleh krama Subak Delod Dukuh, ternyata serangan blast belum bisa dikendalikan secara maksimal. Untuk membantu mengatasi hal tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar bekerja sama dengan Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Bali melaksanakan Gerakan Pengendalian OPT. Pelaksanaan gerakan pengendalian OPT padi Sawah dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Juli 2020 pukul 08.30 WITA. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Ni Ketut Sumpahayuni, S.H.,MAP mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar didampingi Koordinator POPT Kabupaten Gianyar, Ida Bagus Ketut Guna, Koordinator BPP Kecamatan Tampaksiring, I Wayan Sandi, S.P., dan petugas dari BPTPH Provinsi Bali. Acara juga dihadiri oleh Kepala Seksi Teknologi dan Informasi Bidang Penyuluhan, Anak Agung Sujaya, S.P., Kepala Seksi Perbenihan Bidang TPH Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, I Wayan Nurjana, PPL se-Kecamatan Tampaksiring, Petugas POPT Kecamatan Tampaksiring, Pekaseh Subak Delod Dukuh Desa Pejeng Kawan serta krama Subak Delod Dukuh. Berkaitan dengan adanya serangan OPT blast seluas 10 Hektar dengan kategori sedang yang menyerang tanaman padi berumur 45-55 HST (hari setelah tanam). Metode Pengendalian OPT padi sawah dilakukan dengan penyemprotan fungisida secara serentak. Sedangkan persiapan Gerakan Pengendalian OPT di Subak Delod Dukuh Desa Pejeng Kawan Kecamatan Tampaksiring dilaksanakan pada hari Selasa, 14 Juli 2020 pukul 14.00 WIB yang dilaksanakan oleh Pekaseh Subak Delod Dukuh, PPL Wilayah Binaan Desa Pejeng Kawan, Petugas POPT Kecamatan Tampaksiring, dan perwakilan petani krama Subak Delod Dukuh. Gerakan Pengendalian OPT Padi Sawah dilaksanakan pada lokasi persawahan dengan luas hamparan 10 ha. Kegiatan ini dipandu oleh Koordinator Petugas POPT Kabupaten Gianyar. Sebelum dilakukan pengendalian OPT secara serentak, diberikan pengarahan dan pembinaan oleh Koordinator Petugas POPT Kabupaten Gianyar dan Kepala BPTPH Provinsi Bali. Tujuan dari pelaksanaan Gerakan Pengendalian OPT Padi Sawah adalah sebagai berikut: Mengimplementasikan prinsip PHT (Pengendalian Hama Terpadu) dalam budidaya tanaman, khususnya dalam pengelolaan Agroekosistem dan mengatasi permasalahan OPT di lapangan. Menumbuhkembangkan prakarsa, motivasi dan kemampuan petani/ subak untuk melaksanakan gerakan pengendalian OPT secara bersama-sama antara petani/ subak dalam satu hamparan. Tercapainya target produksi dalam skala hamparan. Penggunaan pestisida berdasarkan konsep PHT harus memenuhi kaidah 6 tepat, yaitu: Tepat dosis Dosis atau konsentrasi formulasi harus tepat yaitu sesuai dengan rekomendasi anjuran karena telah diketahui efektif mengendalikan OPT tersebut pada suatu jenis tanaman. Penggunaan dosis atau konsentrasi formulasi yang tidak tepat akan mempengaruhi efikasi pestisida (efektivitas pestisida terhadap OPT sasaran yang didaftarkan berdasarkan pada hasil percobaan lapangan atau laboratorium menurut metode yang berlaku) dan meninggalkan residu pada hasil panen yang membahayakan bagi manusia. Tepat cara Penyemprotan merupakan cara aplikasi pestisida paling umum. Tepat waktu Waktu penggunaan pestisida harus tepat, yaitu pada saat OPT mencapai ambang pengendalian dan penyemprotannya harus dilakukan pada sore hari (pukul 16.00 atau 17.00) ketika suhu udara kurang dari 300 C dan kelembaban udara 50 – 80%. Tepat sasaran Pestisida yang digunakan harus berdasarkan jenis OPT yang menyerang. Sebelum menggunakan pestisida, langkah awal yang harus dilakukan ialah pengamatan untuk mengetahui jenis OPT yang menyerang. Tepat jenis Suatu jenis pestisida belum tentu dianjurkan untuk mengendalikan semua jenis OPT pada semua jenis tanaman. Oleh karena itu agar dipilih jenis pestisida yang dianjurkan untuk mengendalikan suatu jenis OPT pada suatu jenis tanaman. Tepat alat Alat penyemprotan yang digunakan harus ditentukan alat yang tepat, apakah hand sprayer, sprayer eletrik, power sprayer, fumigator/ emposan. Tentukan juga jenis spraying nozel. Diharapkan dengan dilaksanakannya gerakan pengendalian OPT padi sawah dan penerapan PHT skala luas di Subak Delod Dukuh Desa Pejeng Kawan Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar dapat memberikan dukungan perlindungan tanaman khususnya tanaman pangan dalam rangka pengamanan produksi tanaman pangan dari gangguan/ serangan OPT sebagai pelaksanaan dari tugas pokok dan fungsi BPP Kecamatan Tampaksiring, Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar. Selain itu, untuk membantu petani dalam memasyarakatkan sistem pengendalian hama terpadu (PHT) dan penguatan kelembagaan perlindungan tanaman di tingkat petani sehingga menjadi lebih berdaya serta mandiri.