Loading...

Gerakan Peningkatan Luas Tambah Tanam Dan Serap Gabah Petani Di Kabupaten Bandung

Gerakan Peningkatan Luas Tambah Tanam Dan Serap Gabah Petani Di Kabupaten Bandung
20 Juli 2016 – Pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat. Hak untuk memperoleh pangan merupakan salah satu hak asasi manusia, sebagaimana tersebut dalam pasal 27 UUD 1945 maupun dalam Deklarasi Roma (1996). Pertimbangan tersebut mendasari terbitnya UU No. 7/1996 tentang Pangan. Sebagai kebutuhan dasar dan salah satu hak asasi manusia, pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa. Ketersediaan pangan yang lebih kecil dibandingkan kebutuhannya dapat menciptakan ketidak-stabilan ekonomi. Berbagai gejolak sosial dan politik dapat juga terjadi jika ketahanan pangan terganggu. Kondisi pangan yang kritis ini bahkan dapat membahayakan stabilitas ekonomi dan stabilitas Nasional.Gerakan Peningkatan Luas Tambah Tanam Dan Serap Gabah Petani di Kutawaringin, Soreang, Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/7/2016) di selenggarakan karena Peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) di Jawa Barat (JABAR) masih terbentur area lahan yang kian terbatas. Di Kabupaten Bandung, misalnya, lahan mulai tergerus kebutuhan pembangunan, sementara pemerintah tetap menargetkan Jabar menambah lahan tanam lebih kurang 2,1 juta hektar tahun ini. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP, Gubernur Jawa Barat Dr. (H.C.) H. Ahmad Heryawan, Lc., M.Si, Wakil Bupati Kabupaten Bandung Gun Gun Gunawan, Kasdam III Siliwangi Brigadir Jenderal TNI Wuryanto, Asisten Perekonomian Dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat (ASDA II) Prof. Dr. Deny Juanda Puradimaja DEA, dan Kepala Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Jawa Barat (SET. BAKORLUH PROV. JABAR), Ir. H. Kusmayadi Rostaman, MM, dan Kepala OPD Rumpun Pertanian Jawa Barat.Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat atau yang akrab disapa Kang Aher yakin tahun ini Jawa Barat mampu menjadi daerah produsen terbesar beras di Indonesia karena seluas 62.000 hektare lahan sawah di Jawa Barat dicanangkan sebagai luas tambah tanaman padi pada tahun ini. Hal tersebut sebagai upaya untuk mengefektifkan pendayagunaan lahan. Jumlah lahan tersebut ditargetkan agar bisa meningkatkan produksi padi dalam tiga kali panen setahun. Dengan tambahan luas tanam tersebut diyakini akan mendongkrak produktifitas padi atau gabah kering di Jabar menjadi 5 hingga 15 persen."Saya optimistis musim tanam tiga kali dalam setahun bisa tercapai dengan baik, begitu juga dengan penambahan luas lahan pesawahan. Kalau indeks pangan itu terjadi tiga kali dalam setahun, produktivitas dan produksi padi Jawa Barat akan meningkat," Kata Kang Aher saat mendampingi Menteri Pertanian RI melakukan kunjungan di Desa Jatisari.Senada dengan Kang Aher, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meyakini bahwa Jawa Barat akan mampu menjadi produsen terbesar beras di Indonesia. Andi Amran Sulaiman, mengatakan Jawa Barat bisa memperkuat produksi pangannya untuk menyuplai kebutuhan Ibu Kota dan kawasan perkotaan di sekelilingnya. Jangan sampai, kebutuhan pangan DKI Jakarta ini malah dipenuhi oleh negara lain."Jarak antara Jawa Barat dengan Jakarta yang dekat, membuat para petani tidak usah susah dalam memikirkan ongkos kirim, ini menguntungkan Jawa Barat, semua pangan bisa disuplai dari sini", Kata Andi Amran Sulaiman.Andi Amran Sulaiman menambahkan bahwa salah satu yang bisa dilakukan oleh pemerintah dalam menyejahterakan petani adalah meningkatkan produktivitas petani dengan berbagai bantuan. "Produktivitasnya harus ditingkatkan, untuk produktivitas petani harus menggunakan teknologi. Pupuk subsidi juga sudah diberikan," tutur Andi Amran Sulaiman.(SET. BAKORLUH PROV. JABAR)