Loading...

GERAKAN SPRAY MASSAL UNTUK MENGATASI PENYAKIT BLAST PADA TANAMAN PADI SAWAH

GERAKAN SPRAY MASSAL UNTUK MENGATASI PENYAKIT BLAST  PADA TANAMAN PADI SAWAH
Serangan penyakit pada tanaman padi milik petani saat ini menjadi kendala yang sangat berarti, karena jika hal ini terjadi maka akan menurunkan hasil panen. Terlebih jika hal tersebut terjadi pada masa pematangan isi atau bulir padi, yang dapat mengakibatkan gagalnya pembuahan, sehingga tidak heran jika kita jumpai benih padi yang tidak terisi / gabug/hampa. Saat musim hujan seperti ini tanaman padi sangat rentan terhadap serangan hama/penyakit, seperti hama wereng , penyakit busuk batang, penyakit patah leher (Blast). Oleh kaerna itu perlu pengamatan/ pemantauan ekstra terhadap kelangsungan perkembangan tanaman padi. Berkaitan dengan hal tersebut perlu diadakan pengendalian dengan penyemprotan massal untuk mengantisipasi hama/ penyakit agar tidak semakin massif.Gerakan spray massal dilaksanakan selama 2 Kali yaitu pada tanggal 23 Januari 2018 dan tanggal 15 Maret 2018 oleh anggota Gapoktan Lestari di Desa Marga Kaya Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Gerakan Spray Massal ini dihadiri oleh Kepala UPTD, POPT dan PPL serta seluruh anggota kelompok tani binaan yang tergabung dalam Gapoktan. Diharapkan dengan adanya gerakan ini dapat mengurangi atau menekan perkembangan Penyakit pada tanaman padi.Langkah tersebut terlihat dari gerakan penyemrotan hama secara massal oleh Gapoktan Lestari Desa Marga Kaya Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Sejumlah petani tampak melakukan penyemrotan secara bersama-sama pada lahan milik petani. Diharapkan dengan adanya gerakan spray massal ini dapat mengurangi terjadinya serangan blast / patah leher pada tanaman padi. Penyakit Blast merupakan salah satu momok yang yang dapat mengakibatkan gagal panen pada tanaman padi.Untuk pencegahan agar terhindar dari serangan penyakit Blast adalah dengan menanam varietas tahan malai, melakukan rotasi varietas dan rotasi tanaman, memberikan pupuk yang seimbang dan membakar jerami sisa tanaman untuk menekan penyebaran. Pemberian urea yang berlebihan sebaiknya dihindari karena akan mempermudah timbulnya penyakit. Oleh : YomiMarieska, STP. PenyuluhPertanian Jati Agung