Kabupaten Indramayu pada Tahun 2017 selain diprogramkan peningkatan komoditas padi dan komoditas jagung juga peningkatan komoditas kedele. Pengembangan tanaman kedele ini harus di lahan baru bukan lahan yang sudah terbiasa menanam kedele.Salah satu potensi pengembangan di lahan baru ini adalah penanaman kedele di lahan perhutani. Sasaran tanam kedele recofusing tahun 2017 ini seluas 7.000 hektar. Berkaitan dengan upaya swa sembada komoditas kedele ini pada tanggal 7 September 2017 bertempat di Blok 38 KPH Kroya telah dicanangkan gerakan tanam kedele. Hadir pada kesempatan itu Direktur Aneka Kacang dan Umbi, Kepala Perhutani Divre Jabar dan Banten, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Kelompok Kerja (Pokja) kedele recofusing.Dalam sambutannya kepala Perhutani Divre Jabar dan Banten, Perhutani Indramayu lebih fokus pada tanaman kayu putih untuk diambil daunnya. Saat ini perhutani telah bekerja sama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) untuk memanfaatkan lahan perhutani bagi kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Lahan-lahan diantara tanaman kayu putih dapat digunakan untuk tanaman pangan seperti padi, jagung dan kedele. Usahatani yang baik tidak terus menerus menanam tanaman yang sama tetapi harus ada tumpang gilir seperti kedele. Tahun 2017 perhutani Jabar dan Banten ditargetkan dapat menanan kedele seluas 14.0000 hektar, 7.000 hektar diantaranya ada di Indramayu. Hari ini adalah tanam awal dimana diharapkan 7.000 hektar kedele dapat ditanam dengan produktivitas 1,8 ton per hektar. Kedepan perhutani mempunyai program agro forestry, dimana forestry nya dengan tanaman kayu sedangkan agronya dengan tanaman pangan lainnya. Kami berharap kerjasama yang baik antara LMDH dan perhutani dapat berjalan dengan baik, sehingga LMDH semakin makmur.Sementara itu Perwakilan dari Direktur Aneka Kacang dan Umbi menyampaikan bahwa pengembangan kedele telah dimulai sejak tahun 1986 dan ditingkatkan pada tiga tahun terakhir. Sementara ini ada kesalahan dalam persepsi dari para pedagang bahwa kedele, Indonesia tidak dapat menanam kedele dan kedele Indonesia kurang bagus. Padahal kenyataannya kedelebisa ditanam di Indonesia dan berproduksi bagus. Produksi kedele dari luar negeri berasal dari genetik sedangkan di Indonesia dari alamiah. Untuk itu pemerintah pada Tahun 2017 ini memprogramkan komoditas kedele seluas 750.0000 hektar di 20 provinsi. Sementara pada Tahun 2018 ditargetkan selua 2 juta hektar. Belum lagi dari anggaran APBNP seluas 500.000 hektar harus mampu ditanam pada tahun ini. Hal ini untuk mendukung swasembada kedelepada Tahun 2018 nanti. Program yang diluncurkan daripemerintah tidak boleh gagal, tidak boleh panen muda, tidak boleh mengembalikan anggaran. Kalaupun tidak memungkinan realokasi antar desa, antar kecamatan dan antar kabupaten. Petani fokus terhadap budidaya sehingga produksinya baik, tidak usah berpikir masalah harga. Pemerintah dalam hal ini kementerian pertanian sudah merancang dan bekerja sama dengan Bulog untuk membeli kedele dari petani. Agar kedele berhasil, maka Penyuluh dan POPT mengawal dan membina petanii setiap 100 hektar.Untuk mendukung 2 juta hektar pada Tahun 2018 nanti,maka tanaman kedele sekarang harus menjadi benih, untuk itu perlakuannya harus baik pula. Pengembangan kedele ini pemerintah sudah menyediakan benih, pupuk dan obat-obatan. Kita mampu untuk swa sembada kedele, oleh karena itu ini momen yang penting dalam pengembangan kedele. Kami minta pengembangan kedele ini dari Indramayu untuk Indonesia. Perwakilan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura menyampaikan bahwa pencapaian kedele pada Tahun 2016 hanya mencapai 75 %, sedangkan tahun ini sampai awal Agustus 2017 baru mencapai 38 %. POPT dan LMDH pengawalan tanaman dari serangan OPT, sedangkan masalah teknologi dibimbing oeh Penyuluh Pertanian. Disamping membina petani , pelaporan perkembangan kedele ini harus dilaporkan secara berjenjang dari kecamatan, kabupaten, provinsi dan pusat.Asda II Indramayu menyampaikan bahwa 54 % wilayah Indramayu adalah pertanian khususnya padi. Dengan luas tersebut Indramayu mampu menghasilkanpadi sebesar 1.783.000 ton, sedangkan kebutuhan konsumsi sebesar 250.000 ton. Sehingga ada surplus sebesar 1.500.000 ton, namun surplus ini tidak menggambarkan kesejahteraan petani. Dulu para petani mampu menympan padi sampai satu tahun, namun sekarang begitu panen langsung di jual. Pemilik sawah berharap anak-anaknya dapat melanjutkan usaha di sawahnya, tetapi kenyataanya anak petani bekerja diluar pertanian. Apalagi sekarang petani sudah tidak berdaya karenasangat tergantung pada pelepas uangatau bank harian. Dalam rangka memberdayakan para petani dan anak-anak petani, pemerintah memberikan berbagai stimulan dengan alat-alat mesin pertanian dan pembangunan infra struktur pertanian. Sehingga anak-anak petani tidak lagi turun dengan cangkul tapi menjadi manager usahatani. Demikian juga dalam permodalan pemerintah sudah mengeluarkan KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan jasa yang ringan dan prosesyang mudah. Tidak perlu lagi jaminan sertifikat tapi cukup jaminan kegiatan usaha yang sedang dilaksanakan. Diharapkan dengan KUR ini masyarakat tidak tercekik lagi dan tidak diburu-buru untuk mengembalikan.Pengembangan kedele sangat menjanjikan karena kebutuhan kedele baru dipenuhi 50 %, sehingga peluang pasar sangat terbuka. Apalgi hampir semua masyarakat selalu memakan daging onta (oncom dan tahun). Untuk itu manfaatkan pengembangan kedele ini dengan baik. Pemerintah sudah memberikan benih, pupuk dan obat-obatan, kalau permodalan silahkan menfaatkan KUR. Demikian pula sedang diusahakan untuk membangun bendungan Cipanas yang diharapkan dapat mengairi wilayah Kecamatan Kroya dan sekitarnya. Dalam diskusi salah sorang kelompok kerja recofusing kedele mengharapkan agar masalah air ini dapat terjamin,karena bagaimana pun juga tanaman kedele memerlukan air. Begitu pula dengan perbaikan sarana infrastruktur di lahan perhutani agar masyarakat dapat menanan padi duakali dalam setahun. Penulis :Edi Harnadi – Penyuluh Pertanian MadyaDinas Pertanian Kabupaten Indramayu - Jabar