Pada musim tanam MT II tahun 2018 di Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan, petani sedang sibuk mempersiapkannya, mulai dari sanitasi lahan, mengolah tanah dengan traktor, menyemai benih dan menanam padi. Diperkirakan sekitar 300 hektar lebih sawah sudah ditanami padi sampai saat ini, dimana puncak penanaman dilakukan pada bulan Agustus dan September mencapai sekitar 3500 hektar. Untuk memastikan tanam tepat waktu dan mencapai sasaran tanam di bulan ini, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan melaksanakan kegiatan tanam padi serentak yang dilaksanakan pada akhir bulan Juli bertempat di salah satu subak yang ada di Keamatan Penebel, yaitu subak Buruan yang berlokasi di Desa Buruan, Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan. Tujuan Gerakan Tanam Padi tersebut guna mendukung percepatan tanam padi sawah pada MT II (April-September 2018). Gerakan Tanam Padi di Subak Buruan menerapan sistem tanam yang benar dan baik melalui pengaturan jarak tanam yang dikenal dengan sistem tanam jajar legowo. Jarak tanam yang dipakai adalah 20 X 20 cm dan varietas padi yang ditanam adalah ciherang dan cibogo, dengan sistem Jajar legowo (2 : 1), yaitu sistem tanama padi dengan cara tanam padi dimana setiap dua baris tanaman diselingi oleh satu barisan kosong yang memiliki jarak dua kali dari jarak tanaman antar baris, sedangkan jarak tanaman dalam barisan adalah setengah kali jarak tanam antar barisan. Dengan demikian jarak tanam pada sistem jajar legowo (2 : 1) adalah 20 cm (antar barisan) X 10 cm (barisan pinggir) X 40 cm (barisan kosong). Kegiatan tanam padi serentak di Subak Buruan ini melibatkan Penyuluh Pertanian Kecamatan Penebel, Babinsa Kecamatan Penebel, Pengurus dan Anggota Subak Buruan dan Petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, serta dihadiri oleh Camat Penebel dan BPTP Bali.Pemerintah Kabupaten Tabanan juga memfasilitasi petani dengan memberikan bantuan berupa alsintan, benih, pupuk organik subsidi, dan lain-lain, agar dapat mengoptimalkan petani dalam menjalankan usaha pertanaman padinya, sehingga dapat mendukung program Upsus Pajale. Penyuluh Pertanian di Kecamatan Penebel juga mengajak para petani untuk lebih giat dan tekun dalam pemeliharaan tanaman padi, baik dengan pemupukan berimbang 5 Tepat, pengendalian hama terpadu, dan lain-lain, sehingga target panen sesuai dengan apa yang diharapkan dapat dicapai.. Gerakan tanam padi ini juga dimaksudkan untuk memberi dukungan kepada masyarakat agar tertarik dalam usaha budidaya padi dan agar lahan sawah yang ada di desa terus dijaga. Melalui gerakan tanam padi ini diharapkan produktivitas padi di Kabupaten Tabanan terus meningkat.( Ni Nengah Nety M. Wisanti, S.TP dan I Nengah Widastra, S.PKP, BP3K Keamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.)