Loading...

GERAKAN TANAM SEREMPAK TERKENDALA TENAGA TANAM

GERAKAN TANAM SEREMPAK TERKENDALA TENAGA TANAM
GERAKAN TANAM SEREMPAK TERKENDALA TENAGA TANAM Gerakan tanam serempak yang dicanangkan Kemeterian Pertanian menghadapi hambatan yaitu tenaga tanam yang tersedia. "Pada musim tanam Oktober Maret ini petani harus antri untuk mendapatkan tenaga tanam", demikian disampaikan Bapak Purwadi Ketua Kelompok Tani Umbul Makmur 1, Desa Kebon Bimo, Kecamatan Boyolali. Pada hari Jum'at, 15 Januari 2015 kelompok Umbul Makmur 1 melakukan program tanam serempak di Lahan kelompok yaitu di Dukuh Wates Desa Kebon Bimo. Luasan areal mencapai 16,9 Ha sawah ditanami secara bersama-sama. Varietas yang ditanam adalah "Situbagendit". Untuk tanam serempak ini kelompok sampai harus mendatangkan tenaga tanam dari luar daerah Boyolali. Tidak ketinggalan penyuluh pendamping yaitu Djanadi mendampingi petani dalam melakukan tanam serempak. Mas Djanadi sampai turun langsung ke sawah memberikan contoh dan pengarahan. Djanadi merupakan THL TBPP di BPP Kecamatan Boyolali dengan wilayah kerja Desa Kebon Bimo. "Tanam serempak ini menerapkan sistem tanam jajar legowo 4:1. Sistem tanam jajar legowo ini dimaksudkan untuk meningkatkan hasil panen petani" Tegasnya. Sistem tanam jajar legowo 4:1 merupakan teknologi terapan yang memberikan ruangan pada setiap 4 baris dengan disisipkan di barisan kanan-kiri yang dikososngkan. Dengan jajar legowo 4:1 ini sinar matahari akan mudah masuk sehingga peranakan dan pertumbuhan tanaman akan maksimal. Selain itu akan mengurangi serangan organisme pengganggu tanaman karena kelembaban dan serangan tikus. Djanadi menambahkan "dengan menerapkan jajar legowo petani juga akan dimudahkan dalam melakukan penyiangan dan pemupukan". Namun lagi-lagi kendala tenaga tanam menjadi masalah yang harus diselesaikan. Tenaga tanam belum terbiasa bercocok tanam dengan sistem tanam jajar legowo. Untuk itulah mas Djanadi turun langsung memberikan contoh kepada tenaga tanam dan petani. "Berkurangnya tenaga tanam ini sangat menyulitkan kami dalam tanam serempak, saya berharap pemerintah dapat memberikan solusi. Kami berharap dapat diberikan bantuan mesin tanam sehingga tanam serempak bisa mencakup lahan yang lebih luas" Kata Purwadi pada kesempatan tersebut. Untuk itulah diperlukan kerjasama berbagai pihak dalam mensukseskan tanam serempak ini. Petani, penyuluh, babinsa TNI, dan "stakenholder" terkait harus bergandengan tangan sehingga tanam serempak ini dapat terwujud. (Djanadi Amd) THL TBPP Kecamatan Boyolali