Loading...

Gerakan Temu Lapang Panen Raya Menuju Kesuksesan Ketahanan Pangan

Gerakan Temu Lapang Panen Raya Menuju Kesuksesan Ketahanan Pangan
Setia-Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Aceh Barat Daya Selasa (10/12/2019) di Lapangan Geuchik Diwan Gampong Pisang melaksanakan kegiatan Gerakan Temu Lapang Panen Raya MT Gadu Tahun 2019. Kegiatan yang dimaksudkan untuk meningkatkan kerjasama dan koordinasi untuk membangun ketahanan pangan secara komferensif. Gerakan Temu Lapang Panen Raya dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya, Muspida, Muspika diikuti Penyuluh Pertanian, Mantri Tani, Keujruen Chik, Hob Kejruen, Ketua Kelompok Tani dalam Kabupaten Aceh Barat Daya. Adapun tamu undangan dari Batan (Badan Tenaga Atom Nasional) dan Prof. Lukman dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim, SH dalam arahannnya mengatakan benih padi pada Gerakan Panen Raya adalah jenis padi varietas Mira 1 (Milik Rakyat), dimana Mira mendapat sambutan yang sangat luas dari masyarakat, selain produksinya tinggi dan rasanya juga fulen dan sudah dikembangkan di Aceh Barat Daya sejak tahun 2008 dan kualitas berasnya bisa untuk kelas premium. Dalam hal ini Bapak Bupati juga mengatakan bahwa pemerintah saat ini telah memotong anggaran pupuk subsidi sebesar 30 persen, artinya mulai tahun depan pupuk bersubsidi sudah mulai berkurang dan susah untuk didapat. Walaupun demikian Bapak Bupati Abdya mendukung langkah yang diambil oleh pemerintah tersebut, karena dengan langkanya pupuk sintetis subsidi dapat memacu pemerintah daerah untuk pengembangan industri saprodi berbasis organik seperti industri pupuk organik skala kabupaten dan juga dibuat industri saprodi alami lainnya seperti POC, pestisida nabati, fungisida nabati dan lain sebagainya untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk ke depannya. Beliau juga meminta peran strategis dari Dinas Pertanian Abdya untuk melakukan kerjasama dengan lembaga lembaga terkait untuk pengembangan saprodi organik. Sehingga memungkinkan Kabupaten Aceh Barat Daya dapat menuju pertanian organik yang specifik dengan dukungan mekanisasi pertanian, “pungkasnya. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, drh. Nasruddin dalam sambutan mengatakan tujuan inti kegiatan adalah sebagai salah satu wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang telah dilimpahkan kepada hambanya, disamping untuk meningkatkan semangat, mensukseskan gerakan panen perdana dan juga mempererat tali silaturrahmi antara pemangku kepentingan dengan petani, juga antara pelaku utama dan pelaku usaha sebagai tempat menukar informasi tekhnologi pertanian. Dijelaskan lebih lanjut, benih padi yang dikembangkan di Kelompok Beudoh Sepakat Desa Pisang Kecamatan Setia pada Gerakan Temu Lapang Panen Raya adalah jenis padi varietas Mira 1 dari Batan (Badan Tenaga Atom Nasional) yang merupakan bantuan kerjasama Kabupaten Aceh Barat Daya dengan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala dalam hal ini sebagai promotornya adalah Bapak Prof. Lukman. Kadis Pertanian dan pangan juga mengajak agar Kabupaten Aceh Barat Daya menjadi lumbung pangan Aceh dan Nasional karena Abdya terus berinovasi dalam bidang pertanian salah satunya dengan terbangun RMU (Rice Milling Unit) modern yang dilengkapi alat pengering (Dryer) berkapasitas 30 Ton. Beliau berharap dengan adanya RMU milik pemerintah akan merespon pihak –pihak swasta untuk membangun RMU modern yang lebih banyak dimana hasil produksinya bukan lagi gabah tetapi beras premium sehingga ada nilai-nilai tambah yg bisa diperoleh dan dinikmati oleh masyarakat Abdya dari hasil pengolahan gabah, “ujarnya. Drh.Nasruddin menambahkan bahwa dalam usaha mengoptimalkan dan memaksimalkan produksi padi dan meningkatkan ketahanan pangan ada banyak kendala dan tantangan dimana yang terberat adalah melindungi alih fungsi lahan yang semakin marak dilakukan, Beliau berharap adanya suatu Peraturan Bupati (Perbup) yang melindungi lahan pertanian pangan yang memungkinkan alih fungsi lahan pertanian untuk pemukiman dapat terlindungi atau paling tidak bisa dihambat, ”tegasnya. Semoga Gerakan Temu Lapang Panen Raya menjadi pendorong untuk meningkatkan motivasi bertani yang modern (smart farming), meningkatkan produksi dalam menuju kesuksesan stabilitas ketahanan pangan nasional. (CLS, red)