Loading...

Gerdal (gerakan Pengendalian) Organisme Pengganggu Tanaman (opt) Di Kelompoktani Medalwangi Satu Pasirhuni Desa Pasirhuni Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya

Gerdal (gerakan Pengendalian) Organisme Pengganggu Tanaman (opt)  Di Kelompoktani Medalwangi Satu Pasirhuni Desa Pasirhuni Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya
Sektor pertanian masih memiliki potensi untuk ditingkatkan apabila berhasil menangani kendala produktivitas. Beberapa kendala produktivitas yang dihadapi dalam budidaya tanaman pangan dalam hal ini padi diantaranya adalah serangan hama, penyakit atau gulma, keadaan alam dan curah hujan. Usahatani padi khususnya di kelompoktani medalwangi satu sering mendapat kendala produktivitas dalam hal serangan OPT untuk itu perlu diadakan suatu gerakan pengendalian. Tujuan dari pelaksanaan Gerakan Pengendalian OPT ini adalah : menginplementasikan prinsip PHT dalam budidaya tanaman, khususnya dalam pengelolaan agroekosistem dan mengatasi permasalahan OPT di lapangan, menumbuhkembangkan prakarsa, motivasi dan kemampuan petani untuk melaksanakan gerdal OPT secara bersama-sama antar petani dalam satu hamparan dan tercapainya target produksi dalam skala hamparan. Metode pengendalian dilakukan dengan cara penyemprotan serentak dengan bahan pengendalian berupa pestisida biologi.. Kegiatan Gerakan Pengendalian OPT Tanaman pangan disampaikan oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Bapak Dadang Sulaeman dan PPL WKPP Pasirhuni Ibu Imas Resmiati, SP yang dilaksanakan di Kelompoktani Medalwangi Satu Pasirhuni Desa Pasirhuni Kecamatan Ciawi ini diikuti oleh pengurus dan anggota kelompoktani yang dibiayai dari APBD Provinsi Jawa Barat. Pelaksanaannya diawali dengan pemberian materi pengendalian OPT kemudian dilanjutkan aplikasi di lapangan penggunaan pestisida biologi. Diharapkan dengan dilaksanakannya Gerakan Pengendalian OPT Padi di Kelompoktani Medalwangi Satu Pasirhuni dapat memberikan dukungan perlindungan tanaman khusus tanaman pangan dalam rangka pengamanan produksi tanaman pangan dari gangguan / serangan OPT. Selain itu untuk membantu petani dalam memasyarakatan sitem pengendalian hama terpadu (PHT) dan penguatan kelembagaan perlindungan tanaman di tingkat petani sehingga menjadi lebih berdaya serta mandiri.