GERDAL HAMA TIKUS DI SUBAK CEMAGI LET DALAM RANGKA PENGAMANAN KETAHANAN PANGAN
Subak Cemagi Let adalah salah satu Subak yang berada di Kecamatan Mengwi. Subak ini termasuk salah satu subak yang cukup diandalkan sebagai penunjang kebutuhan pangan di Wilayah Kecamatan Mengwi dengan luas areal subak 327 ha. Adapun pola tanam yang dilaksanakan di Subak Cemagi Let selama 1 tahun, yaitu padi-padi-palawija. Dalam rangka mengamankan tanaman padi dari gangguan hama tikus yang ada di Subak Cemagi Let Desa Cemagi Kecamatan Mengwi, ketua kelompok/pekaseh setempat berkoordinasi dengan Penyuluh Wilbin dan POPT-PHP Kecamatan Mengwi melaksanakan kegiatan gerakan pengendalian (gerdal) OPT tikus secara massal. Gerdal yang dilaksanakan dari tanggal 17 hingga 19 Juni 2020 mendapat apresiasi cukup luas oleh anggota subak dan Pengurus Subak. Adapun petugas yang turut hadir mendampingi yakni Tim Brigade dari BPTPH Bali, Perwakilan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Badung, POPT-PHP Kec. Mengwi, PPL Wilbin setempat, perwakilan Babinsa dan Babinkamtibmas. Tikus sawah termasuk hama utama pada tanaman padi. Kerusakan tanaman dan kehilangan hasil produksi akibat serangan hama ini sangat merugikan bahkan bisa sampai mengakibatkan gagal panen / puso. Petani dibuat resah tak berdaya akibat serangan binatang pengerat ini. Kasus kerusakan tanaman padi yang disebabkan oleh serangan hama tikus selalu menjadi permasalahan tersendiri yang dihadapi petani. Serangan hama tikus ini bisa terjadi pada semua fase pertumbuhan tanaman padi, mulai dari masa fase vegetatif hingga masa generatif. PPL Wilbin setempat bersama POPT-PHP selalu memberikan saran kepada Poktan untuk memilih pengendalian yang efktif, yaitu dengan cara pengaturan pola tanam, pemilihan bibit unggul yang tahan, tanam serentak, waktu tanam tepat, gropyokan, penggunaan umpan beracun, emposan, serta melestarikan keberadaan burung hantu (Tyto alba). Terlihat sekali semangat dari petani saat melakukan gerdal bersama dan mereka saling bekerja sama dengan baik dengan cara dilakukan pembagian tugas. Hal ini bisa dilihat dari kekompakan mereka saat memburu tikus baik di lubang-lubang tikus pada galengan (pematang) sawah maupun di sekitar sumber air. Ada petani yang bertugas mengaplikasikan emposan dan ada yang bertugas berjaga di lubang-lubang sekitar jika sewaktu-waktu tikus-tikus yang bersembunyi keluar lubang karena terkena bau asap emposan. Selain itu juga ada petani yang bertugas untuk memasang umpan racun ke lubang-lubang tikus. Dengan adanya gerdal ini diharapkan populasi hama tikus bisa terkendali. Sehingga tanaman di persawahan Poktan bisa lebih aman hingga panen. Sedangkan tikus-tikus yang sudah mati pada saat dilakukan gerdal dikumpulkan dan dibakar dalam satu lubang. Penulis : I Made Winantara, SP (POPT-PHP Kecamatan Mengwi)