GIAT PENYULUH PERTANIAN KECAMATAN MAROS BARU KABUPATEN MAROS DI TENGAH PANDEMI VIRUS CORONA
Lagi-lagi sektor pertanian menunjukkan ketangguhannya di tengah krisis pandemik virus corona (Covid-19) yang masih menggila di negara kita saat ini. Kementerian Pertanian (Kementan) membuat protokol khusus bagi penyuluh dan petugas lapangan lainnya dalam rangka mencegah penularan pandemik virus corona. Kementan sangat konsen memperhatikan keselamatan seluruh unsur petugas dan petani di seluruh Indonesia, karena mereka adalah ujung tombak ketersediaan pangan di tengah serangan Covid-19 ini. Petani di Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan saat peristiwa luar biasa yang melanda seperti saat ini, malah berhasil memanen tanaman padinya. Kecamatan Maros Baru menyumbang produksi padi sebanyak 6,27 Ton gabah panen (GKP). Capaian panen yang luar biasa, kata Hj. Rohani, STP (Kostratani Maros Baru) membuktikan bahwa para penyuluh pertanian tidak surut semangat dalam mendampingi petani binaan untuk panen di wilayahnya dan panen ini berlangsung dari bulan Maret hingga Juni 2020. Panen in merupakan hasil dari musim tanam Oktober 2019 – Maret 2020 seluas 1.101 hektar dengan luas panen baru sekitar 150 hektar. Lebih lanjut Hj. Rohani menuturkan pihak Kostratani Maros Baru selalu mengingatkna agar para petani selalu menerapkan social distancing dan physical distancing. Penggunaan Combine Harvester saat panen selain mempercepat proses panen juga menangkal penyebaran Covid-19, karena interaksi orang di lahan ketika panen dapat diminimalisir. #PertanianIndonesiaMaju #panganuntuknegeri #LawanCorona Penulis : Rafi Awaliyah, SP. Penyuluh Pertanian Muda Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros