Pemupukan adalah salah satu kegiatan penting dalam pertanian. Dengan pemupukan, tanaman akan menerima cukup nutrisi yang dibutuhkannya untuk berkembang dengan baik. Banyak petani memilih menggunakan pupuk kimia dengan harapan dapat memberikan semakin banyak nutrisi yang dibutuhkan tanaman dibandingkan dengan memberikan pupuk organik. Pupuk organik memang mengandung lebih sedikit kandungan unsur hara dibandingkan dengan pupuk kimia atau anorganik, namun penggunaan berlebih pupuk anorganik justru akan menurunkan tingkat kesuburan tanah dan merusaknya. Karenanya sangat diperlukan kesadaran bagi para petani untuk turut menggunakan pupuk organik agar kesuburan tanah tetap terjaga.Sebagian petani khususnya di wilayah Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo yang enggan menggunakan pupuk organik cair karena dianggap kurang efektif dalam menutrisi tanaman, sehingga perlu diadakannya sosialisasi dan demonstrasi cara pembuatan pupuk organik cair dan pengaplikasinnya di tanaman.Pupuk organik mengandung berbagai jenis unsur hara yang jauh lebih lengkap dibandingkan pada pupuk kimia. Meskipun mengandung berbagai unsur yang dalam kadar yang lebih kecil dibandingkan kadar yang terkandung pada pupuk kimia, namun kandungan alami pada pupuk organik cair sesuai dengan karakteristik tanah sehingga tanah dan tanaman dapat menyerap nutrisi dengan lebih mudah. Kelebihan pupuk organik cair yang lain yaitu mengandung berbagai mineral, juga zat-zat esensial yang dibutuhkan tanah dan tanaman, serta hormon pertumbuhan tanaman.Tidak hanya itu, pupuk organik terutama pupuk organik cair akan secara lebih baik merangsang pertumbuhan tanaman dan dapat secara efektif meningkatkan kapasitas tukar kation pada tanah, bila dibandingkan dengan pupuk kimia. Kapasitas tukar kation adalah kemampuan tanah untuk meningkatkan interaksi antar ion-ion di dalam tanah sehingga mampu menyediakan berbagai unsur yang dibutuhkan tanaman. Bahan organik yang digunakan sebagai dasar POC akan mampu mengurangi jumlah unsur hara yang terikat mineral tanah, sehingga semakin banyak unsur hara tersedia bagi tanaman. Pupuk berbahan kimia menutrisi tanaman dengan memberikan nutrisi yang dapat diserap tanaman, tetapi tidak dapat menggantikan peran bahan organik.Untuk memaksimalkan pemberian nutrisi bagi tanaman, POC sebaiknya diperkaya dengan unsur-unsur mikro seperti nitrogen, kalium, sulfur, kalsium dan magnesium, karena unsur-unsur makro yang dibutuhkan sudah disediakan oleh tanah. Untuk menyesuaikan kandungan unsur hara pada pupuk, dapat digunakan bahan baku yang sesuai.Penyesuaian kandungan unsur hara juga harus memperhatikan pengaplikasian POC, apakah hendak digunakan untuk merangsang pertumbuhan daun atau bagian tanaman lainnya. Bila ditujukan untuk merangsang pertumbuhan daun, POC dapat dibuat kaya dengan nitrogen. Bahan baku seperti kotoran unggas, daun-daun hijau atau jerami dapat menghasilkan pupuk yang lebih kaya akan nitrogen. Sebaliknya, bila ditujukan untuk menutrisi pertumbuhan buah, dapat digunakan pupuk yang kaya kalium dan fosfor dengan bahan baku kotoran sapi, kerbau atau kambing, sekam padi atau dedak. Prinsipnya, bila ingin menutrisi daun, gunakan bahan baku dedaunan yang diolah menjadi kompos, dan bila ingin menutrisi buah-buahan gunakan pupuk organik dari sisa limbah buah seperti sekam padi atau kulit buah-buahan.Bahan-bahan organik yang digunakan sebagai bahan baku POC tidak hanya berfungsi untuk menghasilkan berbagai nutrisi bagi tanah dan tanaman, namun juga akan mempertahankan jumlah udara yang terkandung dalam tanah (aerasi), sehingga tanah dengan bahan organik yang tinggi tidak akan mudah mengalami pemadatan atau pengerasan. Hal ini tentu akan menguntungkan tanaman karena akan meningkatkan jumlah oksigen yang tersedia di dalam tanah. Unsur-unsur organik pada POC juga akan berperan penting dalam proses penyerapan air dan sinar matahari bagi tanah serta membuat tanah menjadi lebih subur. Pupuk organik dibuat dengan memfermentasikan bahan-bahan organik yang ada di sekitar kita dalam kondisi anaerob dengan bantuan organisme hidup. Kondisi anaerob berarti dikondisikan dalam keadaan tidak ada udara. (Rudy Wijayanto/admin)