Loading...

GOOD AGRICULTURAL PARACTICES (GAP) DALAM BUDIDAYA CABE

GOOD AGRICULTURAL PARACTICES (GAP) DALAM BUDIDAYA CABE
Dalam rangka meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk cabe, maka produsen baik petani maupun pengusaha cabai dituntut mampu menyediakan produk yang sesuai dengan tuntutan konsumen yaitu produk yang berkualitas, aman konsumsi dan ramah lingkungan. Untuk dapat meyediakan produk yang sesuai dengan tuntutan konsumen tersebut, maka dibutuhkan penerapan prinsip-prinsip Good Agricultural Paractices (GAP) secara konsisten.Cabe merupakan bagian dari kelompok sayuran yang perlu mendapat perhatian pengembangannya. Potensi produksi, pasar dan permintaan komoditas ini sangat besar, karena itu perlu dimanfaatkan dan dikelola secara baik dan ramah lingkungan.Budidaya cabe secara konvensional cenderung menghasilkan produk bermutu rendah, biaya produksi tinggi, dan resiko pola tanam yang tidak tepat, pengendalian OPT yang belum optimal, dan pemeliharaan tanaman tidak mengikuti teknologi baku.Sebagian besar petani cabe cenderung menggunakan pestisida secara berlebihan serta penggunaan pupuk kimia dengan dosis tidak sesuai anjuran. Hal ini dilakukan petani untuk mendapatkan produk yang berpenampilan menarik dan produktivitasnya tinggi.Prinsip GAPGAP adalah panduan budidaya yang baik untuk menghasilkan produk bermutu yang mencakup penerapan teknologi yang ramah lingkungan, pencegahan penularan OPT, penjagaan kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan pekerja serta prinsip penelusuran balik GAP Budidaya Cabe merupakan acuan dalam berbudidaya, sebagai upaya memperbaiki proses produksi yang ramah lingkungan, meningkatkan kualitas produk sesuai standar, menjamin keamanan bagi pekerja dan konsumen, memudahkan penelusuran semua aktivitas produksi dan dapat melacak kembali bila terjadi masalah, serta meningkatkan daya saing produk.14 Titik Kendali Wajib dalam Penerapan GAP :1. Lahan bebas dari cemaran limbah berbahaya dan beracun2. Kemiringan lahan <30% untuk komoditas sayur dan buah semusim3. Media tanam tidak mengandung cemaran bahan berbahaya dan beracun (B3)4. Tindakan konservasi dilakukan pada lahan miring5. Kotoran manusia tidak digunakan sebagai pupuk6. Pupuk disimpan terpisah dari produk pertanian7. Pelaku usaha mampu menunjukkan pengetahuan dan ketrampilan mengaplikasikan pestisida8. Pestisida yang digunakan tidak kadaluwarsa9. Pestisida disimpan terpisah dari produk pertanian10. Air yang digunakan untuk irigasi tidak mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun (B3)11. Wadah hasil panen yang akan digunakan dalam keadaan baik, bersih dan tidak terkontaminasi12. Pencucian hasil panen menggunakan air bersih13. Kemasan diberi label yang menjelaskan identitas produk14. Tempat/areal pengemasan terpisah dari tempat penyimpanan pupuk dan pestisida. (Mayang Krisnaningrum , SP /PPL Kec. Widodaren, Ngawi, Jawa Timur ).Sumber : Pedoman Umum Sekolah lapang GAP Sayuran, 2011. Kementerian Pertanian.