Loading...

GP-PTT PADI SOLUSI MENINGKATKAN PRODUKSI PADI

GP-PTT PADI SOLUSI MENINGKATKAN PRODUKSI PADI
Peningkatan hasil produksi padi sering dilakukan melalui SLPTT ( Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu ) atau PTT ( Pengelolaan Tanaman Terpadu ). Sejak tahun 2015 peningkatan hasil produksi padi difokuskan di wilayah kawasan tanaman pangan yang dikemas dalam Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu ( GP-PTT ). Program GP-PTT memberikan fasilitasi berupa bantuan sarana produksi, tanam jajar legowo dan dan pertemuan kelompok di areal lokasi program GP-PTT dan didukung dengan pembinaan pengawalan dan pemantauan oleh berbagai pihak. Petani GP-PTT dituntut mampu melakukan penerapan teknologi budidaya spesifik lokasi sesuai hasil rekomendasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian ( BPTP ) setempat. . Pengelolaan Tanaman Terpadu ( PTT ) PadiPTT merupakan pendekatan inovasi baru bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi dan effisiensi mengelola usahatani padi secara terpadu. PTT sebagai inovasi baru ikut andil dalam memecahkan permasalahan petani guna meningkatkan hasil produksi. Keberhasilan PTT meningkatkan hasil produksi mengacu pada beberapa pedoman berikut 1) Prinsip Prinsip PTT, 2) Tahapan Penerapan PTT, 3) Komponen PTT padi, 1. Prinsip Prinsip PTTAcuan pedoman yang harus dianut dalam pelaksanaan PTT :1. Terpadu ; PTT merupakan pendekatan sumberdaya tanaman, tanah dan air untuk dikelola dengan baik secara terpadu2. Sinergis : PTT merupakan teknologi pertanian terbaik yang memperhatikan keterkaitan sumberdaya pendukung dari masing masing komponen teknologi3. Spesifik lokasi : PTT pada pelaksanaannya disesuaikan dengan teknologi lingkungan fisik sosial budaya dan ekonomi pelaku utama PTT4. Partisipatif : Petani ikut berperan serta dalam memilih dan menguji teknologi disesuaikan kondisi keberadaan petani dan kemampuan petani yang dikemas dalam proses pembelajaran dalam bentuk laboratorium lapangan. 2. Tahapan Penerapan PTT Ada beberapa tahapan proses pelaksanaan penerapan teknologi PTT : 1. Pemandu Lapangan bersama petani melakukan Pemahaman Masalah dan Peluang. Yaitu kegiatan identifikasi permasalahan dan kebutuhan petani untuk meningkatkan hasil produksi. Data data penggalian identifikasi difoluskan pada cara pengelolaan tanaman, analisa iklim/curah hujan, kesuburan tanah, luas pemilikan lahan dan lingkungan sosial ekonomi.2. Melakukan perakitan berbagai komponen teknologi PTT sesuai hasil kesepakatan kelompok yang akan diterapkan dilahan usahatani3. Melakukan penyusunan RUK ( Rencana Usaha Kelompok ) sesuai hasil kesepakatan kelompok4. Melakukan penerapan PTT5. Melakukan pengembangan PTT pada petani lainnya 3. Komponen PTT padiPuslitbang Tanaman Pangan Badan Litbang menganjurkan PTT Padi terdiri dari :1. Komponen PTT Padi Dasar meliputi ;a. Padi Sawah Irigasi menggunakan varietas modern ( VUB, PH, PTB ), bibit bermutu dan sehat, pengaturan cara tanam ( Jajar Legowo ), pemupukan berimbang dan effisiensi penggunaan BWD dan PUTS, PHTb. Padi Sawah Tadah Hujan menggunakan varietas modern (VUB, PH, PTB), bibit bermutu dan sehat, pengelolaan hara P dan K berdasar PUTS, pemberian bahan organik, pengendalian gulma terpaduc. Padi Gogo menggunakan varietas modern ( VUB, PH, PTB ), bibit bermutu dan sehat, pemberian bahan organik, pemupukan berdasarkan status kesuburan tanah, konservasi tanah dan aird. Padi Rawa Lebak menggunakan varietas modern ( VUB, PH, PTB ), bibit bermutu dan sehat, pemupukan N granul, P dan K berdasarkan PUTS, PHT sesuai OPT sasaran2. Komponen PTT Padi Pilihan terdiri dari a. Padi Sawah Irigasi menggunakan bahan organik/pupuk kandang, pengolahan tanah yang baik, pengelolaan air optimal ( pengairan berselang ), pupuk cair ( PPC, organic bio hayati/ZPT, pupuk mikro, penanganan panen dan pasca panenb. Padi Sawah Tadah Hujan pengelolaan tanaman yang meliputi populasi dan cara tanam ( Legowo, larikan dll ), cara tanam dilarik dengan populasi tanaman tinggi menggunakan alat tanam row sedding, PHT sesuai OPT sasaran, penanganan panen dan pasca panenc. Padi Gogo pengelolaan tanaman yang meliputi populasi dan cara tanam (Legowo, larikan dll), PHT sesuai OPT setmpat, pengendalian gulma terpadu, pola tanam berbasis padi gogo, penanganan panen dan pasca panend. Padi Rawa Lebak pengelolaan tanaman yang meliputi populasi dan cara tanam (Legowo, larikan dll), umur bibit, pengelolaan air, pembuatan saluran keliling, pengendalian gulma terpadu, penanganan panen dan pasca panen Nani Priwanti S - PP PPMKP CiawiSumber : Pedoman Teknis GP-PTT Padi 2015 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementrian Pertanian. 2015