Loading...

Gropyokan Tikus Menggunakan Emposan Belerang

Gropyokan Tikus Menggunakan Emposan Belerang
Dalam upaya budidaya padi, penanganan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menjadi faktor penting yang tidak dapat diabaikan. Salah satu musuh utama petani adalah tikus, hama pengerat ini mampu beradaptasi dengan baik terhadap lingkungannya. Hampir semua komoditas pertanian yang dibudidayakan petani dapat menjadi makanannya, sehingga hewan ini dapat berpindah pindah areal pencarian makanan dengan berbagai macam komoditas.Tikus dapat membuat sarang pada pohon yang tinggi, semak belukar, bahkan didalam tanah. Dimusim kemarau pada lahan sawah rawa atau irigasi dengan pola pengairan terputus, umumnya lahan tersebut digunakan petani untuk membudidayakan tanaman sayuran atau tanaman jagung. Memasuki musim penghujan atau giliran air pada lahan irigasi, lahan kembali dipergunakan untuk berbudidaya tanaman padi. Sebelum proses olah tanah dapat pula dilakukan pembasmian hama tikus dengan metode pengemposan belerang, umumnya tikus membuat sarang pada lubang lubang tanah yang tidak tergenang air atau pada sisa tumpukan jerami. Pembasmian hama tikus dapat dilakukan secara: 1) kimiawi (menggunakan pakan bersifat racun); 2) mekanis dengan membunuh secara langsung atau dapat juga dengan pemagaran areal sawah dan lubang jebakan, dan 3) gabungan dari keduanya yaitu secara kimia dan mekanis.Kegiatan gropyokan tikus menggunakan emposan belerang merupakan cara pembasian hama tikus yang merupakan gabungan secara kimia dan mekanis. Terdapat berbagai macam cara kegiatan pengemposan, salahsatunya adalah menggunakan gas elpiji sebagai sumber pembakaran belerang. Pengemposan dilakukan dengan meletakan bongkahan kecil belerang didepan lubang tikus yang diduga aktif atau masih ditempati tikus. Belerang ini kemudian dibakar menggunakan alat yang dihubungkan dengan tabung gas elpiji, gas hasil pembakaran belerang yang tersembur inilah yang menjadi gas aktif untuk membunuh tikus didalam lubang. Metode pengemposan belerang dengan bahan tambahan gas elpiji hanya efektif pada lahan yang belum tertanami, karena penggunaan yang kurang teliti dapat mengakibatkan kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian.Ketika dilakukan pengemposan pada sarang tikus dengan lubang yang dalam biasanya tikus jarang keluar dan mati didalam lubang, sedangkan pada sarang tikus dengan lubang dangkal biasanya tikus akan lari keluar namun sudah tidak terlalu lincah karena paruparunya telah teracuni gas belerang, akan tetapi perlu dilakukan pemukulan menggunakan kayu bagi tikus yang masih hidup untuk memastikan bahwa tikus tersebut mati. Pengemposan dilakukan untuk mencegah peningkatan populasi tikus pada saat tanaman budidaya memasuki fase generatif. Secara alami populasi tikus akan meningkat jika tanaman utama sebagai sumber makanannya mulai memasuki fase generatif, dimana kandungan gizi tanaman cukup tinggi. Penangan hama tikus ketika tanaman utama sudah tumbuh dilakukan dengan cara kimia, yaitu dengan memberikan pakan yang besifat racun yang diletakan didepan lubang yang dipergunakan sebagai sarang atau pada jalur jalan tikus mencari makan.Kegiatan pembinaan kelompok tani sangat aktif dilakukan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Way Kanan melalui para petugas Penyuluh Pertanian Lapangan dan petugas Pengamat OPT, hal ini dimaksudkan agar petani dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. (Galuh Eska Mulyanto)