Loading...

GUBERNUR JAWA BARAT MEMBUKA TEMU PENYULUH PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN SE JAWA BARAT

GUBERNUR JAWA BARAT MEMBUKA TEMU PENYULUH PERTANIAN,  PERIKANAN DAN KEHUTANAN SE JAWA BARAT
Pada pemerintahan Presiden Joko Widodo ini kumandang tersebut lebih digemakan kembali dan menargetkan swa sembada pangan khususnya padi, jagung dan kedele ini dapat tercapai selama 3 (tiga) tahun kedepan. Program ini disebut juga sebagai program PAJALE atau PAJEKA. Dimana produksi beras ditargetkan meningkat hampir 30 %. Sehingga Indonesia diharapkan tidak impor beras lagi. Provinsi Jawa Barat pada tahun ini ditargetkan untuk dapat meningkatkan produksi padi khususnya sebesar 2 juta ton. Demikian juga untuk kedele dan jagung. Berkenaan dengan program tersebut, maka dari tanggal 14 sampai 16 April 2015 diselenggarakan Temu Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan yang bertempat di Cibodas Kabupaten Cianjur. Salah satu tujuan dari kegiatan pertemuan ini adalah membangun movitasi penyuluh dalam mensukseskan program-program strategis nasional khususnya program Pajale, dimana hasil akhirnya adalah pengawalan rogram-program agar petani mau dan mampu menerapkan program nasional.Dalam sambutannya Kepala Sekretariat Bakorluh Provinsi Jawa Barat Ir. Kusmayadi MM melaporkan jumlah penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan yang hadir sebanyak 700 orang. Thema Temu Penyuluh ini adalah Penyuluh Ngahiji Ngarojong Jabar Kahiji. Ini bermakna Penyuluh bersatu untuk mendukung Jabar menjadi nomor satu di Indonesia. Ciri Jawa Barat yang bergotong royong harus tetap kita pertahankan dan bahkan kita tingkatkan dengan berbagai kegiatan.Kegiatan-kegiatan dalam temu penuluh ini yaitu Lomba Karya Tulis Ilmiah bidang pertanian, perikanan dan kehutanan, Lomba penyuluhan bidang pertanian, perikanan dan kehutanan serta inovasi teknologi teknologi tepat guna bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.Dalam sambutannya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan bahwa kegiatan pertemuan penyuluh seperti ini harus tetap dilanjutkan, karena untuk memberikan semangat bagi penyuluh itu sendiri seperti batere yang harus dicas lagi. Selain itu karena ilmu pengetahuan terus berkembang dan penyuluh tidak boleh kalah dari petani. Dalam membangun pertanian terdapat 4 faktor yaitu irigasi, pupuk, benih dan penyuluh, berdasarkan pendapat para petani penyuluh tidak boleh ditiadakan sebab sebagai pendamping petani. Penyuluh harus tetap exis agar para petani terbantu dan meningkat pendapatannya.Jawa Barat ditargetkan produksi padi meningkat 2 juta ton, hal ini akan dapat dicapai dengan intensifikasi dan peninghkatan Indek Pertanaman. Peningkatan produksi padi ini agak sulit karena lahan yang ada dialihfungsikan menjadi perumahan dan pembangunan lainnya. Lahan pertanian di daerah Jabar Utara (Pantura) luasnya 80 % dari wilayah Jawa Barat, sedangkan 20 % sisanya berada di Jabar Selatan. Namun dalam hal Indek Pertanaman Pantura hanya 1,8 sedangkan Jawa Barat selatan sudah 2,8 setiap tahunnya. Dalama rangka meningkatkan produksi padi ini Jawa Barat memperoleh kegiatan perbaikan jaringan irigasi sebesar Rp. 100 milyar. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi padi sehingga kita tidak import beras lagi.Begitu juga dengan pengembangan hortikultura harus dipikirkan lebih matang agar jangan sampai merusak erosi tanah, sehingga produksi padi dapat berkelanjutan. Penyuluh harus mengawal baik kegiatan di sawah, darat maupun pekarangan. Pada lahan-lahan darat pemerintah telah menyediaan bibit kopi, pala, teh dan cengkeh. Kawasan Jabar Selatan akan dikembangkan tanaman singkong dan investor nya sudah menunggu. Singkong ini dapat diolah menjadi pangan dan industri. Daerah-daerah yang landai agar jangan ditanami sayuran untuk mendukung konservasi lahan. Lahan pekaranganpun sebaiknya jangan kosong harus dimanfaatkan dengan tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan, sehingga gizi anak-anak bertambah. Gizi seseorang dapat ditambah dengan penyuluhan yang terus menerus.Penyuluh harus terus menerus menyampaian pemanfaatan lahan dngan program diversifikasinya. Walaupun agak sulit dalam merubah pola konsumsi beras, namun kita tidak boleh berhenti untuk tetap menyuluhkannya.Program perikanan pun harus ditingkatkan sejalan dengan lamanya memelihara ternak dan pada saat tertentu daging ternak cukup mahal. Oleh karena itu program perikanan harus digenjot karena cepat dan murah terjangkau masyarakat. Luas lahan pertanian di Jawa Barat lebih kecil dari pada luas lahan pertanian di jawa timur. Namun dalam hal produksi Jawa Barat lebih tinggi dari pada Jawa Timur. Hal ini karena Jawa Barat mempunyai gudang air yang cukup banyak. Pemanfaatan hutan bersama masyarakat harus menciptakan suasana kelestarian dan masyarakat tetep mempunyai penghasilan sehingga sejahtera. Hutan harus dikelola dengan baik bukan hanya penghasil kayu tetapi herus ada terobosan agar hutan dapat menghasilkan non kayu juga seperti madu, jamur dan lain sebagainya.Ketahanan yang tangguh apabila masalah pangan, perikanan dan kehutanannya lestari, seimbang dan berkelanjutan. Untuk itu perlu ada gerakan yang menuju keseimbangan, keberlanjutan dan kesimabungan karena alam dan hasil yang kita kawal pada hakekatnya adalah warisan untuk generasi berikutnya. Dalam sambutan terakhirnya Gubernur Jawa Barat menginstruksikan kepada Kepala Sekretariat Bakorluh agar pertemuan Temu Penyuluh ini jangan hanya perwakilan 700 orang, tetapi harus semua penyuluh dihadirkan sebanyak 5.218 orang. Agar jangan sampai terjadi kecemburuan diantara penyuluh. Selain itu tetap memberikan penghargaan kepada penyuluh teladan dengan memberangkatkan Umroh.Utusan Penyuluh Kabupaten Indramayu dalam Temu Penyuluh ini mengirimkan 26 orang dengan mengikuti 3 jenis perlombaan. Namun yang berhasil masuk sebagai pemenang hanya dari lomba inovasi teknologi tepat guna bidang peternakan yang diwakili oeh Suhandi, SPt dengan judul Pemeliharaan Ternak Domba Tanpa Rumput. Semoga pada tahun-tahun yang akan datang kita lebih banyak menjadi juara dengan persiapan yang lebih baik lagi. Dari pertemuan Temu Penyuluh Se Jawa Barat dirumuskan hasil Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan siap ngahiji ngarojong Jabar kahiji melalui kegiatan sebagai berikut : meningkatkan kapasitas penyuluh seiring dengan kemajuan IPTEK dan kebutuhan masyarakat, meningkatkan kapasitas kelembagaan kelompokpelaku utama yang semakin mandiri, menyelenggarkan percontohan terpadu seimbang, berkelanjutan dan ramah lingkungan, mengkampanyekan diversifikasi pangan menuju kedaulatan pangan, meningkatkan penyuluhan dan pendmpingan terhadap pelaku utama, sehingga mampu memproduksi komoditas yang mudah, cpat dan terjangkau, menggalakan kembali gerakan tanam hutan produktif dan komoditas non kayu bernilai ekonomis, mengoptimalkan UPSUS Pajale dan meningkatkan koordinasi penyelenggaraan penyuluhan di setiap tingkatan dengan ihak terkait. (Edi Harnadi)