Loading...

Hama Bawang Merah

Hama Bawang Merah
HAMA BAWANG MERAH Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya produksi tanaman bawang merah adalah adanya serangan hama. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pengenalan terhadap jenis hama penyakit, penyebab penyakit, gejala serangan dan cara pengendaliannya, berikut ini beberapa hama yang sering menyerang tanaman bawang dilapangan: 1. Ulat Grayak (Spodoptera litura)Ciri fisik ulat bewarna hijau atau coklat dengan garis-garis bewarna kuning. Gejala serangan ulat pada daun adalah daun terlihat bercak putih transparan. Pengendalian secara fisik dilakukan dengan cara mengumpulkan ulat dan telurnya kemudian dimusnahkan.2. Ulat Bawang (Spodoptera exigua Hbn)Ulat ini merupakan hama utama pada tanaman bawang di Indonesia, ulat ini termasuk hama yang endemic dengan tingkat serangan yang sangat tinggi. Sementara ini, pengendalian ulat bawang yang dilakukan petani menyemprotkan berbagai insektisida secara rutin dan intensif.Teknologi alternative baru yang efeketif, efesien, dan ramah lingkungan diperkenalkan untuk mengendalikan ulat bawang dengan menggunakan feromon sebagai penarik ngengat jantan dewasa. Fermon sebagai penarik dipasang pada alat perangkap dan kesatuan alat tersebut berupa perangkap berferomon. Seperti diketahuibahwa feromon adalah senyawa kimia yang digunakan serangga untuk berkomunikasi sesame jenis (intra spesies) yang dapat mempengaruhi perilaku serangga tertentu.Feromon serangga dewasa antara betina dan jantan disebut feromon seks. Feromon seks sintetik dapat digunakan untuk memanipulasi system komunikasi serangga dan memanfaatkannya untuk pengendalian serangga hama tertentu.Feromon-Exi dapat digunakan untuk memantau (monitoring) atau mempelajari dinamika populasi dan utnuk agen pengendali sebagai perangkap missal atau pengacau kawin (kopulasi) serangga ulat b awang.Feromon-Exi dipasang pada tempat yang telah disediakan pada alat perangkap. Sebagai alat pemantau (monitoring), Feromon-Exi akan memberikan informasi tentang tingkat populasi serangga dewasa dan selanjutnya untuk melakukan tindakan dalam sistim Pengendalian Hama Terpadu. Feromon-Exi akan menurunkan tingkat populasi serangga dewasa sehingga akan menurunkan populasi secara cepat dan tingkat serangan ulat bawang.Feromon-Exi mengandung senyawa tidak toksin (tidak beracun), bersifat spesifik terhadap serangga ulat bawang, jumlah yang digunakan per satuan luas sedikit aman terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, tidak diaplikasikan langsung ke tanah, serta memiliki daya tarik yang kuat terhadap hama sasaran.Perangkap berferomon mampu menangkap dan membunuh serangga hingga 400-500 jantan per malam per perangkap.. Pemakaian perangkap berferomon dapat mengurangi pemakaian insektisida sintetik. Aplikasi insektisida sintetik dapat ditiadakan apabila perangkap berferomon dipasang dalam skala luas. 3. Trips (Thrips sp) Serangganya berukuran kecil yaitu panjang 1 mm, bewarna kuning atau hitam. Gejala serangan memperlihatkan garis-garis bewarna kemerahan. Serangan berat dapat menyebabkan matinya aun.Pengendalian hama trips dengan menyemprotkan insektisida efektif, misalnya Mesurol 50 WP atau Pegasus 500 EC. DAFTAR PUSTAKAWaluyo. K. 2008. Agribisnis Bawang Merah. Epsilon Grup, Bandung Oleh : Deny Fitriani, SP (PPL Kumantan)