Loading...

HAMA COLEOPTERA, dan HYMENOPTERA PADA TEBU

HAMA COLEOPTERA, dan HYMENOPTERA PADA TEBU
Kelompok Coleoptera yang menjadi hama adalah larva kumbangnya, yang umumnya dikenal dengan sebutan uret. Uret yang menjadi hama dan menyerang berbagai akar tanaman, termasuk tanaman tebu adalah larva kumbang terutama dari famili Rutelidae, Melolonthidae, dan Currculionidae. Larva dari dua famili yang pertama berupa uret yang berwarna putih, sedangkan yang terakhir uretnya bergaris. (i) Rutelidae. Di antara yang termasuk famili ini adalah Anomala sp., yang mencakup A. Orientalis Waterh. (Hawaii), A. sulcatula Burm (Pilipina, Saipan kepulauan Mariana), A. obsolela Bich. (Indonesia). Uretnya dapat dikendalikan dengan Campsomeris marginella modesta Am. (ii) Melolonthidae. Famili ini mencakup beberapa species, antara lain Lepidiota stgma (Indonesia), L. pruinosa Wied. Dan Leucopholis irrorata (Pilipina), serta Leucopholis rorida (Indonesia). Beberapa species uret putih lainnya yang diketahui menyerang tanaman tebu adalah Holotrichia heleri Bursk., Apogonia destructor Bos., Euchlora viridis F., paycopolis sp., Pachnessa nicobarica (Legowo, 1989; Samoedi 1993), Pentodon sp.,Alissonotum sp., dan Heteronychus sp. Pada umumnya uret-uret yang telah disebutkan tadi berbentuk C dengan tubuh gemuk putih atau kelabu. (ii) Dynastidae. Uret dari famili ini juga berwarna putih, namun agaknya tidak banyak terdapat yang merugikan. Di antara species yang diketahui adalah Oryctes tarandus (Oliv.) yang dijumpai di Mauritius, namun serangannya terhadap akar tebu tidak berarti yang karena adanya Scolia oryctophaga Coq. Sebagai parasitnya yang berasal dari Madagaskar. Di samping itu di area Karibia terdapat Strategus sp. yang merupakan uret putih, namun juga kurang berarti mungkin karena adanya Bufo marinus L. (iii) Cureulionidae. Yang termasuk dalam famili ini di antaranya Metamasius aneeps Gyll. (Peru dan Bolivia), dan M hemipterus H. (L.) yang berasal dari kepulauan Karibia dan bagian utara Amerika Selatan. Uretnya bergaris, merupakan hama yang merugikan. Tetapi merupakan hama sekunder tetap pada tanaman tebu, dan serangannya meningkat karena adanya serangan tikus, angin, penggerek dan terdapatnya retak alami pada tebu. Kerusakan dapat menyebabkan berkurangnya produksi hingga 25%, karena larvanya menghancurkan seluruh ruas-ruas batang bagian bawah. Hama dapat dikendalikan secara efektif dengan menggunakan "perangkap kimia", yaitu dengan membuat rendaman bagal tebu sepanjang 30- 40 cm di dalam larutan insektisida, kemudian ditempatkan di dalam dan pada perbatasan (tepi) kebun yang terserang. Hama yang dewasa akan tertarik oleh perangkap dan mati selelah menghisap jaringan yang beracun. Hymenoptera ; Semut, yang termasuk famili Formicidae dapat menjadi hama yang merusak tanaman tebu. Di antaranya yang sudah diketahui akan dikemukakan berikut ini. (i) Atta sp. Terutama yang banyak terdapat di daerah tropika seperti Venezuela, Brazilia, Colombia dan lain-lain. Kerusakan yang disebabkan semut memakan atau memotong daun tebu sebagian atau seluruhnya, sehingga kadang-kadang yang tampak tinggal lidi daunnya saja dengan potongan-potongan helaian daun. Pengendalian dapat dilakukan dengan penghembusan (dusting) atau penyemprotan aldrin, parathion atau insektisida lainnya. Sangat dianjurkan adanya penyelia dari pakar insekta (entomologists). (ii) Aphaenogaster pythia Forel. Semut pembangun cerobong atau busut (gundukan) dari tanah (hampir menyerupai rayap). Banyak terdapat di Queensland bagian utara. Cerobong dan busut tembus menerobos diantara perakaran tebu di dalam tanah, dan semut mencabik-cabik akar untuk memperoleh makanannya. Akibatnya pertumbuhan tanaman semakin buruk terutama pada tebu keprasannya. Pengendalian dapat menggunakan insektisida heptaklor yang ditebarkan kemudian diikuti dengan pembajakan sebelum tanam. Penulis : Agus Sutarman, Penyuluh Pertanian Pusat.Email : agussutarman56@gmail.comSumber Tulisan : Dasar-Dasar Teknologi Budidayat Tebu dan Pengolahan Hasilnya, Marsadi Pawirosemadi, UNM 2011 dan dari berbagai sumber.