Talas merupakan salah satu komoditi pangan alternative, dapat diolah menjadi beragam jenis panganan siap konsumsi maupun bahan baku industry. Bahkan salah satu jenis talas yaitu Talas Jepang yang lebih dikenal dengan nama Talas Satoimo merupakan salah satu komoditas ekspor khususnya ke negara Jepang sebagai salah satu bahan pangan utama bagi sebagian besar penduduk Jepang, menggantikan beras dan kentang yang banyak mengandung karbohidrat dan gula. Budidaya tanaman talas tidak terlepas dari ancaman serangan hama dan penyakit, bahkan dapat berada diatas batas ambang kendali dan batas ambang ekonomi yang dapat menyebabkan kerugian. Adapun jenis hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman talas, diantaranya yaitu : Aphis gossypii Serangga ini, baik pada fase nimfa maupun dewasa, menyerang dengan cara mengisap bagian daun talas, menyebabkan daun menjadi keriting. Serangga ini juga dapat mengeluarkan madu yang membuat semut berdatangan, namun tidak dapat hidup dalam kondisi lingkungan yang dingin. Pengendalian dapat dilakukan dengan mengunakan insektisida seperti; Carbaryl, Diazinon dimetoat dan Malation. Heppotion calerino Jenis ulat ini memiliki ukuran sangat besar dan tergolong rakus, menyerang dan merusak seluruh helai daun tanaman talas. Begitu rakusnya hingga dapat menyebabkan tanaman menjadi gundul. Pengendalian dapat dilakukan secara mekanis yaitu mengambil dan memusnahkan ulat tersebut dengan cara melakukan pembajakan lahan setelah masa panen. Hal tersebut bertujuan agar kepompong yang berada di dalam tanah juga dapat dimusnahkan. Bisa juga mengunakan insektisda bermerek dagang Carbaril bila dianggap perlu,dengan dosis 1-2 cc/liter. Agrius convolvuli Serangga ini merusak dengan cara memakan tangkai daun sehingga tanaman menjadi gundul. Selain dapat merusak tanaman talas, juga dapat merusak tanaman kacang hijau, ubi jalar, dan gulma. Serangan hama ini sangat tiba-tiba dalam jumlah yang besar, tersebar di Afrika, Australia, Bangladesh, Burma, Cina Selatan, India dan Selendia Baru. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan pemusnahan yang dimulai dari kepompongnya. Pemusnahan dilakukan dengan cara pembajakan pada tanah setelah masa panen untuk memusnahkan kepompong yang berada di dalam tanah. Selain itu, bisa juga dengan menggunakan insektisida pada saat ulat tersebut masih kecil dengan mengunakan insektisida bermerek dagang Carbaryl dengan dosis 0,2%. Tarophagus proserpina Serangga ini menyebabkan kerusakan pada pelepah daun sehingga warnanya berubah menjadi coklat yang diakibatkan oleh siklus nimfa yang mengisap cairan pelepah daun talas. Serangga ini tersebar di kepulauan Pasifik, Hawai, Indonesia, Philipina, Kepulauan Ryuku dan Quensland. Untuk mengendalikan hama ini, dapat dilakukan dengan memanfaatkan sejenis pemangsa, yaitu Cyrtorthinus pulus dan jenis serangga lainnya yang efektif untuk mengendalikan hama tanaman talas ini atau dengan insektisida yang dinilai efektif untuk mengendalikan hama tersebut yaitu carbaryl, malation, dan tri-chlorform. Bemisia tabaci Serangga ini menimbulkan kerusakan pada bagian daun dengan cara menghisap cairan daun, sehingga pertumbuhan tanaman talas menjadi terhambat dan kerdil. Serangga ini tersebar di daerah tropika dan sub tropika. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan menggunakan cabaryl, malation, dan trichlorform Spodoptera litura Serangga ini menyerang dan merusak bagian daun tanaman talas, daun yang terserang oleh kelompok ulat yang masih kecil akan kehilangan lapisan epidermisnya sehingga menjadi transparan, dan akhirnya kering. Ulat yang lebih besar akan tersebar dan masing-masing makan daun. Pengendalian ulat ini dapat dilakukan apabila kerusakan telah mencapai 50 % , dengan menggunakan insektisida insektisida carbaryl dan dichorvos dengan dosis 2-5 cc/liter. Tetranychus cinnabarinus Serangga ini menimbulkan gejala dengan helai daun yang terserang nampak bintik-bintik putih atau kuning, karena serangga tersebut mengisap cairan daun. Apabila populasi sangat tinggi daun kelihatan memutih, kemudian layu dan mati. Apabila diamati nampak banyak sekali tunggau yang berwarna merah terletak di permukaan bawah daun. Tunggau disebarkan oleh manusia dan angin. Pengendalian dengan pestisida azodrin dan omite dengan dosis 2 cc/liter Hepialiscus sordid Jenis hama ini menyerang umbi talas,sehingga umbi tersebut menjadi berlubang dengan garis tengah 5-10 cm. dampak terburuk dari serangan hama ini adalah pertumbuhan talas menjadi kurang kokoh dibanding dengan tanaman sehat, Pengendalian untuk jenis ini dengan mengunakan jenis insektisida apabila kerusakan telah mencapai 50 % ,insektisida carbaryl dan dichorvos dengan dosis 2-5 cc/liter Penyakit Hawar Daun Penyakit ini disebakan oleh bakteri Phytophtora colocasiae, gejala awal ditandai dengan adanya bercak berwarna kehitaman. Bercak tersebut bisa membesar dan menjadi hawar yang menyebakan tanaman talas terdapat bercak kecil berwarna kehitaman, kemudian membesar menjadi hawar. Bagian daun yang terserang mengering, pada serangan berat seluruh daun mengering. Pengendalian dapat dilakukan dengan menanam varietas unggul yang memiliki ketahanan tinggi terhadap penyakit dan serangan hama. Penyaringan klon-klon merupakan salah satu tahapan dalam pembentukan varietas. (Yusri Swandar) Sumber Referensi : #https://www.pertanianku.com/cara-mengendalikan-hama-tanaman-talas/ #https://tanipedia.co.id/tanaman-talas-indentifikasi-dan-teknis-pengendalian-hama-penyakit/