Loading...

HAMA ISOPTERA PADA TANAMAN TEBU

HAMA ISOPTERA PADA TANAMAN TEBU
Umumnya dikenal sebagai rayap, terdapat di dalam tanah di wilayah tropika dan subtropika dunia yang juga merupakan tempat tanaman tebu dibudidayakan. Tercatat 53 species rayap yang menyerang tanaman tebu, dan kerusakan karena hama rayap terjadi hampir pada setiap negara yang membudidayakan tebu. Namun yang dianggap kerusakannya mencapai nilai ekonomis yang berarti terjadi di Queensland, Cina Selatan, India, Kongo dan kepulauan Karibia. Secara geografis sebaran rayap mencakup India, Cina, Asia Tenggara, Hawaii, Australia, Afrika dan kepulauan yang berdekatan, Amerika Utara, Amerika Selatan dan Amerika Tengah serta Karibia. (1) Taksonomi. Isoptera dibagi menjadi enam famili, yaitu Maslotermitidae, Rhinotermitidae, Termitidae. Termopsidae, Kalotermitidae, dan Hodotermitidae. Tiga yang pertama merupakan famili rayap yang banyak menyerang pada tanaman tebu. Dari tiga famili yang merupakan hama pada tebu, species dari famili Termitidae yang banyak jumlahnya, kemudian disusul dari famili Rhinotennitidae, dan yang terkecil adalah famili Mastotermitidae. Setiap species dari suatu kelompok yang sama, yang berasal dari suatu wilayah atau negara yang berbeda, biasanya mempunyai ciri khas yang membedakan dari kelompoknya, sehingga memberikan tambahan nama di belakang nama kelompoknya. Sebagai contoh species Heterotermes, yang berasal dari Venezuela adalah Heterotermes erinitus, dan yang berasal dari Australia disebut Heterotermes paradoxus. Amitermes herbertensis, A. latidens, dan A. obtusidens, ketiganya terdapat di Australia tetapi kemungkinan dari wilayah atau daerah yang berbeda. Meskipun rayap terdiri dari banyak species, namun mempunyai perilaku yang sama dalam melakukan penyerangan terhadap sasarannya. Mengenai rayap secara umum, yang menyerang segala macam tanaman, baik tanaman tahunan atau tanaman semusim. (2) Kerusakan akibat serangan. Ada tiga periode serangan rayap yang mengakibatkan kerusakan dan merugikan, yaitu : (i) Serangan setelah tanam. Rayap kelompok pekerja menggerek masuk melalui ujung bagal, dan memakan jaringan bagian dalam bagal yang lunak, sehingga bagal menjadi berlubang yang menyebabkan mata tunas tidak dapat tumbuh atau tunas yang baru muncul mati karena kekurangan makanan. (ii) Pada saat tebu mulai masak dan pertumbuhan terhenti. Pada fase ini rayap sering dapat masuk menembus lapisan batang terutama jika sudah ada lobang bekas penggerek atau luka akibat kerusakan lain. Kemudian rayap menggerogoti bagian dalam batang yang masih berdiri sehingga terjadi terowongan. (iii) Setelah tebang. Tunggul tebu keprasan mudah diserang rayap terutama melalui bidang keprasnya. Akibatnya perkembangan tebu keprasan menjadi merana. Kerusakan tebu akibat serangan rayap umumnya dapat diketahui dengan adanya lorong-lorong gerek bercabang-cabang yang dilapisi oleh kotoran rayap yang berwama coklat, atau dengan adanya tanah di lorong gerek yang lebih besar. Rayap pekerja melakukan usaha untuk menjaga ketegaran tanaman selama penggerekannya dengan membawa masuk tanah sewaktu perjalanan kembali dari serangannya.(3) Cara pengendalian. Uret (Lipidota stigma F), menyerang perakaran dengan memakan akar dengan gejala seperti kekeringan. Jenis uret yang menyerang tebu antara lain Leucopholis rorida, Psilopis sp dan Pachnessa nicobarica. Dapat dilakukan dengan cara: (i) Mencari dan membongkar sarang rayap berada di dalam dan di sekitar kebun. Kemudian siram dengan larutan satu persen insektisida ke dalamannya agar dapat memberantas secara menyeluruh. (ii) Menaburkan bubuk Agroline 26 WP dengan takaran 50 kg per ha ke dalam alur tanaman (juringan, kairan) menjelang saat tanam sebelum bagal bibit diletakkan. (iii) Mencelupkan kedua ujung bagal bibit ke dalam larutan satu persen insektisida racun perut (Azodrin 15 WEC atau Agroline 26 WP) pada saat sebelum tanam. (iv) Untuk tebu keprasan, semprot bidang kepras tunggul rumpun dengan larutan satu persen Azodrin 15 WEC segera setelah tebang atau kepras. Pengendalian dilakukan secara mekanis dengan menangkap kumbang pada sore/malam hari dengan perangkap lampu biasa , atau dengan pengolahan tanah untuk membunuh larva uret, penanaman menghindari musim serangan uret (Juni - Juli) atau dengan agensia hayati (Metarhyzium atau Beauveria bassiana) Penulis : Agus Sutarman, Penyuluh Pertanian Pusat.Email : agussutarman56@gmail.comSumber Tulisan : Dasar-Dasar Teknologi Budidayat Tebu dan Pengolahan Hasilnya, Marsadi Pawirosemadi, UNM 2011 dan dari berbagai sumber.