Gejala serangan lalat buah pada buah cabai ditandai dengan ditemukannya titik hitam pada pangkal buah. Jika buah dibelah, di dalamnya ditemukan larva lalat buah. Serangga betina dewasa meletakkan telur di dalam buah cabai, yaitu dengan cara menusukkan ovipositornya pada pangkal buah muda (masih hijau). Selanjutnya telurakan menetas menjadi larva di dalam buah cabai sehingga buah membusuk dan gugur. Larva-larva inilah yang menggerogoti buah cabe. Serangan berat terjadi pada musim hujan. Hal ini disebabkan oleh bekas tusukan ovipositor terkontaminasi oleh cendawan sehingga buah yang terserang cepat membusuk dan gugur.Pada siang hari, serangga dewasa sering dijumpai pada daun atau bunga cabai. Lalat buah bersifat polifag, selain menyerang buah cabai juga menyerang buah lainnya seperti mangga, belimbing, pisang, apel, dan jeruk. Larva yang panjang sekitar 6 - 8 mm, mampu melenting dengan lincah menggunakan ujung tubuhnya yang lancip. Pada serangan lanjut, buah cabai akan gugur. Selanjutnya larva keluar dari buah dan membentuk pupa di dalam tanah.Cara pengendalian :1. Menanam cabe pada lahan yang steril2. Secara mekanik dilakukan dengan mengumpulkan semua buah cabai yang rontok kemudian dibakar, karena larva di dalam buah cabai akan berubah jadi pupa yang akhirnya menjadi lalat buah baru. Dengan cara ini, siklus hidup lalat buah akan terputus;3. Mengendaliakn lalat buah dengan lem perangkat lalat buah seperti ; Metilat lem, Sainindo 10 VP atau Supernet4. Penggunaan atraktan yang berbahan aktif metyl eugenol, caranya diteteskan pada kapas dan dimasukkan ke dalam botol bekas air mineral. Penggunaan perangkap ini dimaksudkan untuk menekan serangan lalat buah. Pemasangan perangkap ini dilakukan sebulan setelah tanaman cabai ditanam. Jumlah perangkap yang diperlukan 40 buah/ha, dengan dosis 1 ml/perangkap. Dua minggu sekali, perlu ditambahkan lagi atraktan tersebut. Pemasangan atraktan ini dilakukan sampai akhir panen;5. Penggunaan insektisida secara berselang-seling. Insektisida yang dapat dipilih antara lain yang berbahan aktif alfa sipermetrin, betasiflutrin, dan deltametrin. Penyemprotan dilakukan pada pagi hari ketika sayap lalat buah masih basah sehingga menyulitkan dirinya untuk terbang. Untuk meningkatkan efikasi insektisida dapat ditambah dengan bahan perekat perata. PenulisHasmawati, SPPenyuluh Pertanian Kabupaten Gowa