Sebagian besar yang termasuk kelompok ini merupakan hama penggerek, baik penggerek tunas, penggerek batang, pengerek buku, maupun penggerek pucuk. (i) Diatraea spp. Jenisnya banyak sekali. Diatraea saccharalis, merupakan species yang paling dikenal menyerang pertanaman tebu. Eoditraea spp juga masuk di dalam kelompok ini. Larvanya hidup di dalam tebu, dan infeksi sekunder oleh jamur dan bakteri meningkatkan keparahan kerusakan. Telaah dari berbagai negara tropika dan sub tropika menunjukkan bahwa kerusakan karena serangan hama ini dapat menyebabkan kehilangan gula hingga 10 % setiap panenan. Pemberantasan secara biologis dapat memberikan hasil baik, beberapa parasit yang dapat digunakan antara lain :Trichogramma minutum Riley, Telenomus sp., Lixophaga diatraea Towns (lalat Cuba), Paratheresia claripaipis van de Wulp (lalat Peru), Metagonistylum minellse Towns (lalat Amazon), Leskiopalpus diadema Wied, Paipozenilla palpalis Aldr., dan Microceromacia sphenophori. (ii) Elasmopalpus lignosellus Zell. Hama ini terdapat di Argentina, Guyana, Cuba, Meksiko, Peru, Puerto Rico dan Amerika Serikat. Tanaman keprasan yang lemah mudah diserang hama ini, yaitu larvanya akan merusak bagian-bagian tunas muda tebu di atas tanah yang menyebabkan hilangnya titik tumbuh sehingga tanaman mati. Pada lahan tanah pasiran kerusakannya sangat parah, karena pada tanah tipe ini memungkinkan larva bersembunyi di tanah waktu siang hari.Penggenangan dapat membantu pengendalian hama ini. Pengendalian secara kimia dapat menggunakan Aldrin sebagai bahan penyemprot. (iii) Proceras spp. Merupakan genus Chilo Zineken. Proceras indicus Kapur diketahui sebagai hama tebu terpenting di India. Sedangkan Proceras sacchariphagus Boj. merupakan hama tebu utama di Mauritius, sebagai penggerek batang. Pada tebu yang tumbuh, larva menggerek ruas-ruas tebu dan dapat ditemukan setelah mengelentek atau membuang pelepah daun yang menutup ruas tersebut. Di kawasan ini dapat diamati adanya suatu sekresi lembab bercampur dengan sisa-sisa jaringan yang telah rusak. Kerusakannya dapat mencapai 75 %. Hama ini dapat dikendalikan secara biologi dengan parasit, antara lain yang dari Florida Trichogramma evanescens minutum Riley yang dapat memarasit telur hingga 90 %; lalat Cuba Lixophaga diutraeae Towns, merupakan parasit larva, memarasit hingga 80 persen; Telenomlus beneficiens Zehnt, parasit telur Proceras indicus, dan penyengat kecil Braconidae, Apanteles Flavipes Cam. Di Florida juga terdapat penyengat penting yaitu Agathis stigmaterus Cross yang dapat memarasit penggerek hingga 8 persen.(iv) Chilo sp. Merupakan penggerek tunas yang terdapat di Asia Tenggara dan mencakup beberapa wilayah negara yaitu India, Malaysia, Thailand, Myanmar; kepulauan di lautan India dan Pasifik, serta Cina. Chilo infuscatellus Snellen merupakan hama yang berbahaya di India, Jawa (Indonesia), Pakistan, Pilipina dan Taiwan. Di Indonesia juga terdapat hama penggerek pucuk atau tunas yang agak lain yaitu Tryporyza (= Scirpophaga) nivella. Pengendalian secara biologis dengan menggunakan parasit telur Chilo sp. memberikan hasil efektif. Parasit tersebut adalah Trichogramma australicum, T. japonicum, dan T. Fasciatum. Namun untuk di Indonesia hasiInya kurang efektif. (v) Chilo sacchariphagus Bojer, Chilo auricillius Dudgeon (Old World) dan Diatraea saccharillis (New World). Merupakan penggerek batang yang sangat merugikan. Dua yang pertama dijumpai di seluruh daerah pertanaman tebu Indonesia. C. auricillius menyebabkan kerusakan parah pada pertanaman tebu di India, Malaysia, Banglades dan Pakistan. Sedangkan Diatraea saccharillis banyak menyerang tanaman tebu di Amerika Serikat (Louisiana), Meksiko, Kolombia, Venezuela, Peru, Brazilia, Argentina, dan kepulauan Karibia (Caribbean Islands). Gejala serangan tampak dari adanya lobang di ruas-ruas batang, dan pertumbuhannya terhambat (kerdil), mengakibatkan hasil dan kualitas tebunya menurun. Pengendalian biologis untuk Diatraea sp. adalah dengan parasit larvanya yaitu Lyxophaga diatraea Town, dan parasit telumya yaitu Trichogrammajasciatum Perkins. (vi) Chilo sacchariphagus indicus. Chilo sp. ini merupakan hama penggerek batang (ruas) yang penting di India, Mauritius, Reunion dan Madagaskar. Larvanya menggerek masuk ke dalam pucuk tebu yang lunak. Serangan ini berbeda dengan Tryporyza (Scirpophaga) nivela Fabricius, yang dapat menyerang pada semua umur tebu. Sedangkan Chilo injuscarelius menyerang pada waktu tebu masih kecil, jika gelendong (pupus) daun mati, tanamannya disebut "dead heart" (mati puser), dan tunas anakanpun tumbuh banyak. Serangan Chilo sacchariphagus indicus jarang menimbulkan mati puser. Serangannya menurun secara drastik pada tebu yang telah berbunga. (vii) Scirpophaga (= Tryporyza) nivella Fabricius atau S. excerptalis. Penggerek pucuk sebenarnya yang dapat menyerang tanaman tebu mulai dari tunas muda umur 2 minggu sampai saat tebu ditebang. Ulat (larva) penggerek pucuk menyerang batang tebu melalui tulang daun pupus (gelendong) tebu terus menembus ke bawah di tengah-tengah batang, sehingga rusak titik tumbuh batang tebu tersebut. Biasanya pertumbuhan batang tebu terhambat atau mati. Hama ini dijumpai di Myanmar, Cina, India, Jepang, Malaysia, Pakistan, Sri Langka, Pilipina, Taiwan, dan Indonesia. Pengendalian secara biologis mencakup pelepasan Trichogramma japonicum di beberapa negara memberikan hasil baik. Penulis : Agus Sutarman, Penyuluh Pertanian Pusat.Email : agussutarman56@gmail.comSumber Tulisan : Dasar-Dasar Teknologi Budidayat Tebu dan Pengolahan Hasilnya, Marsadi Pawirosemadi, UNM 2011 dan dari berbagai sumber.