Kacang hijau merupakan tanaman yang sedang naik daun di Kabupaten Purworejo bahkan telah menggeser posisi tanaan kedele, dikarenakan kacang hijau memberikan harapan cerah sebelum bertanam dengan harga panen yang jauh lebih tinggi. Dalam usahatani kacang hijau petani harus mengenal beberpa hama yang kemungkinan bisa merugikan petani, diantaranya1. SEMUTHama semut menyerang benih kacang hijau yang baru ditanam. Jenis semut merah bertubuh kecil dan berada di dalam tanah adalah jenis semut yang paling sering menyerang benih kacang hijau. Serangan semut menyebabkan benih berlubang bahkan semut bisa memakan habis benihnya. Akibatnya benih akan membusuk dan tidak bisa tumbuh.Pengendalian: Benih diberi insektisida sebelum ditanam. Campurkan 10 kg kacang hijau dengan 1 sdm insektisida tepung.2. LALAT BIBIT / LALAT KACANG (Ophiomya phaseoli tryon)Lalat bibit menyerang benih yang baru ditanam dan belum tumbuh. Cirinya terdapat lubang-lubang kecil bekas gigitan. Serangan menyebabkan benih tidak tumbuh dan membusuk. Selain itu juga menyerang tanaman muda yang baru tumbuh, gejalanya terlihat pada daun yang berlubang tidak beraturan.Pengendalian:Dapat dilakukan dengan sanitasi lahan, pengolahan lahan yang baik dan pergiliran tanaman. Benih dicampur dengan insektisida sebelum ditanam. Campurkan 10 kg benih kacang hijau dengan 1 sdm insektisida. Penyemprotan dilakukan jika menyerang tanaman yang baru tumbuh/tanaman muda. 3. KEPIK HIJAU (Nezara Viridula)Kepik hijau biasanya bergerombol dibalik daun kacang hijau. Hama ini menyerang dan merusak polong sehingga polong mengempis dan kering.Pengendalian:Semprot insektisida berbahan aktif metomil dicampur dengan prefenofos. Penyemprotan pagi hari dengan interval 3 hari sekali.4. PENGGEREK BUAH / PENGGEREK POLONG (Etiella zinkenella treit)Hama ini menyerang polong dan tinggal didalamnya sehingga menyebabkan polong busuk dan rusak. Serangan pada bunga menyebabkan tanaman tidak dapat membentuk polong.Pengendalian:Merotasi tanaman, sanitasi, dan semprot dengan insektisida yang berbahan aktif prefenofos tiap 3 hari sekali dengan dosis sesuai rekomendasi.5. KUTU KEBUL (Bemisia tabacci)Serangan ini menyebabkan pertumbuhan terhambat dan kerdil. Kutu kebul bergerombol dibawah daun dan menyebabkan daun mengkerut dan menguning.Pengendalian: Sanitasi yang baik, rotasi tanaman dan penyemprotan insektisida berbahan aktif abamectin.6. PENGGULUNG DAUN (Lampromesa Indiva F)Menyerang dan merusak daun sehingga daun menggulung kemudian memakan daun dan tulang.Pengendalian:Rotasi tanaman, sanitasi dan penyemprotan insektisida dengan bahan aktif prefenofos 3 hari sekali dengan dosis sesuai rekomendasi. 7. ULAT BUAH/ULAT POLONG ( Heliothis armigera Hbn)Tipe serangannya mirip penggerek polong sehingga menyebabkan polong lubang dan rusak.Pengendalian:Dilakukan dengan penanaman serempak, sanitasi, rotasi tanaman dan penggunaan insektisida. Penyemprotan dilakukan dengan insektisida berbahan aktif prefenofos 3hari sekali dengan dosis sesuai rekomendasi.8. Lalat BuahMenyerang buah dan polong. Telur lalat buah disimpan di dalam polong dan akan menetas menjadi larva yang kemudian menyerang polong menjadi busuk dan rontok. Serangan dimulai saat bunga membentuk buah sampai polong hampir masak.Pengendalian:Pasang perangkap lalat buah dan semprot insektisidayang berbahan aktif prefenofos/dimetoat dicampur dengan insektisida berbahan aktif metomil. Semprot saat mulai terbentuk buah 3 hari sekali. 9. Oteng-oteng / Penggerek DaunHama ini menyerang dan merusak daun baik muda maupun tua tapi lebih sering menyerang daun muda yang menyebabkan daun berlubang lubang,mengering dan mati.Pengendalian:Sanitasi dan pergiliran tanaman yang bukan sejenis. Penyemprotan insektisida berbahan aktif prefenofos dengan interval 3 hari sekali dengan dosis sesuai anjuran.10. Ulat Grayak ( Spodoptera litura F )Menyerang dan merusak seluruh bagian tanaman yang menyebabkan tanaman mengering dan mati.Pengendalian:Sanitasi yang baik, pergiliran tanaman dan penyemprotan insektisida berbahan aktif prefenofos 3 hari sekali dengan dosis sesuai rekomendasi.11. Ulat Jengkal ( Chryssodeixis chalcites Esp ) Ulat jengkal adalah pemangsa segala jenis tanaman ( polifag ). Larva ulat jengkal menyerang seluruh bagian tanaman terutama daun muda. Serangan menyebabkan daun-daun rusak berlubang tidak beraturan. Tanaman yang terserang akan terhambat pertumbuhannya dan kerdil.Pengendalian:Sanitasi yang baik dan penyemprotan insektisida berbahan aktif prefenofos 3 hari sekali dengan dosis sesuai rekomendasi yang tertera pada kemasan.12. Kutu Daun ( Aphids )Menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan daun dan menyebabkan daun keriting. Serangan mengakibatkan tanaman menjadi kerdil dan menurunkan produktifitas.Pengendalian:Sanitasi yang baik, rotasi tanaman dan penyemprotan insektisida berbahan aktif abamectin. Hama itulah yang ada di tanaman kacang hijau, semoga bisa memberikan pengetahuan terhadap pelaku utama usahatani .kacang hijau Oleh: Ardiyanti Nuswantari, SP. Penyuluh Pertanian Pertama BPP Kecamatan Purworejo.DINPPKP Kab.Purworejo