Upaya peningkatan produksi kedelai diharapkan kepada masalah hama, penyakit dan ketidakseimbangan hara di tanah. Serangan hama dan penyakit juga berpotensi menurunkan kualitas hasil dan ketidakseimbangan hara di tanah tidak hanya berdampak terhadap penurunan produksi dan mutu hasil, tetapi juga menyebabkan tanaman lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit tertentu pada tanaman seringkali menampilkan gejala serupa dengangejala ketidakseimbangan hara. Oleh karena itu, gejala tersebut perlu diidentifikasi agar penyebabnya dapat diketahui dengan tepat untuk menentukan cara pengendalian atau pemulihan tanaman dengan efisien dan efektif. Beberapa hama yang menyerang tanaman kedelai diantaranya hama Lalat Kacang. 1. Lalat Bibit Kacang (Ophiomya phaseoli). Bioekologi; Lalat bibit kacang menyerang sejak tanaman muda muncul ke permukaan tanah hingga tanaman umur 10 hari. Lalat betina meletakkan telur pada tanaman muda yang batu t umbuh. Telur diletakkan di dalam lubang tusukan antara epidermis atas dan bawah keeping biji atau disisipkan dalam jaringan mesofil dekat pangkal keeping biji atau pangkal helai daun pertama dan kedua. Telur berwarna putih seperti mutiara dan berbentuk lonjong dengan ukuran panjang 0,31 mm dan lebar 0,15 mm. setelah dua hari, telur menetas dan keluar larva. Larva masuk ke dalam keping biji atau pangkal helai daun pertama dan kedua, kemudian membuat lubang gerekan. Selanjutnya larva menggerek batang melalui kulit batang sampai kepangkal batang, dan berubah bentuk menjadi kepompong. Pada pertumbuhan penuh, panjang larva mencapai 3,75 mm. Kepompong mula-mula berwarna kuning kemudian berubah menjadi kecoklat-coklatan. Serangan lalat kacang ditandai oleh adanya bintik-bintik putih pada keeping biji, daun pertama atau kedua. Bintik-bintik tersebut adalah bekas tusukan alat peletak telur (ovipositor) dari lalat kacang betina. Pengendalian 1) Mulsa jerami 2) Perlakuan benih (pada daerah endemik, 3) Semprot insektisida saat tanaman berumur 7 hari, bila populasi mencapai ambang kendali (1 imago/50 rumpun). 2. Lalat Batang (Melanagromyza sojae). Bioekologi ; Imago berwarna hitam, bentuk tubuhnya serupa dengan lalat bibit kacang, dengan sayap transparan. Ukuran tubuh serangga betina 1,88 mm dan serangga jantan 3,90 mm. Telur diletakkan pada bagian bawah daun sekitar pangkal tulang daun di daun ketiga dan daun yang lebih muda. Telur berbentuk oval dengan ukuran panjang 0,36 mm dan lebar 0,13 mm. Setelah 2-7 hari telur menetas menjadi larva dan makan jaringan daun, kemudian menuju batang melalui tangkai daun dan masuk serta menggerek batang bagian dalam. Kepompong terbentuk di dalam batang dengan ukuran panjang 2,35 mm dan lebar 0,80 mm. Pada daun muda, terdapa bintik-bintik bekas tusukan alat peletak telur. Lubang gerekan larva pada batang dapat menyebabkan tanaman layu, mongering dan mati. Lalat batang kacang dapat juga menyerang kacang hiris, kacang uci, kacang hijau, Flemingia sp. Dan Phaseolus sublobatur. Pengendalian; 1) Mulsa jerami 2) Perlakuan benih (pada daerah endemic) 3) Semprot Insektisida saat tanaman berumur 12 hari, bila populasi mencapai ambang kendali (1 imago/50 rumpun) 3. Lalat Pucuk (Melanagromyza dolicostigma); Bioekologi; Serangga dewasa berupa lalat berwarna hitam, bentuknya serupa dengan lalat kacang. Panjang tubuh serangga betina 2,25 mm dan lebar tubuh 0,64 mm dengan rentang sayap 5,65 mm, sedangkan serangga jantan mempunyai panjang tubuh 1,95 mm dan lebar 0,66 mm dengan rentang sayap 5,15 mm. Telur diletakkan pada permukaan bawah dari daun-daun bagian pucuk yang belum membuka. Telur berwarna hijau keputih-putihan, berbentuk lonjong dengan ukuran panjang 0,38 mm dan lebar 0,15 mm. Setelah keluar dari telur, larva makan dan menggerek ke dalam jaringan daun, kemudian menuju pucuk tanaman melalui tulang daun. Panjang tubuh larva yang telah tumbuh penuh berkisar 3,30-3,76 mm dengan lebar 0,7 mm. Kepompong dibentuk di dalam batang bagian pucuk. Panjang kepompong berkisar 2,35-2,55 mm dengan lebar 0,42 mm. Serangan lalat pucuk pada tingkat populasi tinggi menyebabkan seluruh helai daun layu. Serangan pada awal pertumbuhan umumnya jarang terjadi, kematian pucuk berlangsung pada saat pembungaan. Selain tanaman kedelai, lalat pucuk ini dapat juga menyerang kacang uci, kacang buncis, soya hspida, Crotalaria juncea dan C. mucunoides. Pengendalian; 1) Varietas toleran 2) Mulsa jerami 3) Perlakuan benih (pada daerah endemic) 4) Semprot Insektisida saat tanaman berumur 18 hari, bila populasi mencapai ambang kendali ( 1 imago/50 rumpun). (Penulis : Suwarna Penyuluh Pertanian Pusat – BPPSDMP) Sumber : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2013