RUSDY FAISAL. SST Penyuluh Pertanian Lapangan Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Woyla Timur Kabupaten Aceh Barat Hama ini dapat merusak tanaman pada semua fase tumbuh baik pada saat pembibitan, fase anakan, maupun fase berbunga.Bila serangan terjadi pada pembibitan sampai fase anakan, hama ini disebut sundep. Dan jika terjadi pada saat berbunga, disebut beluk. Sampai saat ini belum ada varietas yang tahan penggerek batang. Oleh karena itu gejala serangan hama ini perlu diwaspadai, terutama pada pertanaman musim hujan .Waktu tanam yang tepat, merupakan cara yang efektif untuk menghindari serangan penggerek batang Hindari penanaman pada bulan Desember - Januari, karena suhu, kelembaban, dan curah hujan pada saat itu sangat cocok bagi perkembangan penggerek batang Pengendalian Tindakan pengendalian harus segera dilakukan, kalau > 10% rumpun memperlihatkan gejala sundep atau beluk Pengendalian : Pengendalian Secara Mekanik dan Fisik Mekanik yaitu dengan mengumpulkan kelompok telur di persemaian dan di pertanaman Fisik yaitu dengan penyabitan tanaman serendah mungkin dan penggenangan air setinggi 10 cm agar jerami atau pangkal jerami cepat membusuk sehingga larva atau pupa mati. Pengendalian Hayati Pemanfaatan musuh alami parasitoid : Trichogramma japonicum: dosis 20 pias/ha (1 pias = 2000-2500 telur terparasit) sejak awal pertanaman) Pengendalian Secara Kimiawi Dilakukan pada saat 4 hari setelah ada penerbangan ngengat atau intensitas serangan rata-rata > 5% sundep Insektisida butiran di persemaian dilakukan jika disekitar pertanaman ada lahan yang sedang atau menjelang panen pada satu hari sebelum tanam dengan dosis 2 gram insektisida granule/m2 [800 gram/400 m2 (luas persemaian) Pada pertanaman stadium vegetatif dianjurkan menggunakan insektisida butiran berbahan aktif : Carbofurant (Furadan), Carbosulfan (Marshal), dosis 20 kg insektisida granule/ha Disemprot dengan insektisida seperti Dimehipo (Dipho), Bensultap (Spontan), Amitraz (Mitac), Fipronil (Regent) .Virtako.Prepaton dan lain2. Penutup Jika hama penggerek batang tidak dikendalikan secara maksimal maka akan dapat menurunkan hasil produksi padai hingga mencapai 50 %