HAMA PENGGEREK BATANG PADA TANAMAN PADI Penggerek batang adalah hama penting pada tanaman padi. Hama ini menyerang tanaman padi sejak di persemaian hingga fase pematangan buah. Ulat ini hidup dalam batang padi dan berubah menjadi ngengat berwarna kuning atau putih tergantung jenisnya; biasanya 1 larva berada dalam 1 anakan, ngengat aktif di malam hari. Kehilangan hasil akibat serangan penggerek batang tergantung pada populasi hama penggerek batang fase tanaman terserang. Bila serangan terjadi pada saat tanaman padi berada pada fase vegetative, maka kehilangan hasil bisa bervariasi. Namun jika serangan terjadi pada fase generative, kehilangan hasil bisa mencapai 90-95%. Larva yang baru menetas dari telur yang diletakkan di daun menggerek ke dalam batang padi, bergerak ke bawah dan menimbulkan serangan sundep pada fase vegetatif dan menyebabkan gabah hampa (beluk) bila menyerang pada fase generatif. Larva betina menaruh 3 massa telur sepanjang 7-10 hari masa hidupnya sebagai organisme dewasa. Massa telur dari penggerak batang kuning berbentuk cakram dan ditutupi oleh bulu-bulu berwarna coklat terang dari abdomen betina. Setiap massa telur mengandung sekitar 100 telur. Larva Panjang maksimal 21 mm Putih kekuningan Stadium larva 19-31 hari (kalau mengalami diapauses dapat berlangsung 3 bulan) Pupa Pupa berada di bagian bawah tanaman Stadium pupa 6-12 hari Imago (Dewasa) Berwarna putih Panjang betina 13 mm dan jantan 11 mm Tertarik cahaya Telur Jumlah telur 170-260 butir/kelompok. Diletakkan di permukaan bawah daun atau pelepah. Ditutupi rambut halus, berwarna cokelat kekuning-kuningan. Stadium telur 4 – 9 hari. PENGENDALIAN Tanam varietas yang tahan terhadap penggerek batang, meskipun sampai saat ini belum ada varietas yang benar-benar. Namun ada beberapa varietas yang memiliki beragam ketahanan terhadap penggerek batang, seperti : PB36, PB32, IR66, dan IR77. Lakukan penanaman serentak sehingga tersedianya sumber makanan bagi penggerek batang padi dapat dibatasi. Gilir tanaman dengan tanaman bukan padi sehingga dapat memutus siklus hidup hama. Lakukan pengelompokan persemaian untuk memudahkan upaya pengumpulan telur penggerek secara massal. Sayat dan potong helaian daun pada bibit tanam pindah untuk mengurangi pengalihan dari persemaian ke sawah. Lakukan penanaman padi belakangan atau sedikit terlambat untuk menghindari kehadiran ngengat penggerek batang. Lakukan penjaringan larva penggerek batang yang sembunyi pada potongan-potongan daun padi yang mengapung pada permukaan air di areal persawahan. Lakukan pengendallian secara alami dengan tidak menggunakan pestisida berspektrum luas misalnya methylparathion. Pada saat habis panen, jemur dan hamparkan jerami di bawah terik matahari agar larva yang masih tertinggal mati. Setelah panen, olah tanah dan genangi. *Penulis : Nurul Suprihatini, SP **Jabatan : Penyuluh Pertanian Muda ***NIP. 19790629 201001 2 007 *Dari berbagai sumber