Pengaruh iklim yang kurang menentu,sehingga berpotensi dengan berkembangnya berbagai jenis hama yang sangat berpengaruh dengan hasil produksi usahatani masyarakat. Hama tanaman padi merupakan salah satu kendala bagi petani untuk bisa meningkatkan produksi usaha taninya. Bahkan serangan hama tertentu seperti tikus dan wereng bisa mengakibatkan puso atau gagal panen. Oleh karena itu kita sebagai petani harus selalu waspada dengan adanya serangan hama. Maspary selalu mengajak para petani untuk selalu memonitoring lahan kita minimal 1 minggu sekali, bahkan kalau bisa 2 kali dalam satu minggu. Hal ini bertujuan agar kita bisa sedini mungkin mengetahui gejala serangan hama dan sedini mungkin mengambil tindakan pencegahan atau pengendalian.Hama ini merupakan salah satu hama utama pada tanaman padi yang dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang cukup tinggi. Serangan Hama Hama Pelipat ini di areal pertanaman padi sangat mudah diketahui dengan tanda mati/keringnya daun padi atau munculnya malai mati berwarna putih yang bila ditarik akan mudah terlepas. Hal ini terjadi karena larva masuk kedalam jaringan sistem pembuluh tanam/titik tumbuh tanam. Ulat-ulat yang baru menetas mengeluarkan benang untuk melipat daun. Ulat hidup dalam lipatan daun dan makan bagian dalam lipatan. Bila populasi ulat tinggi maka akan terjadi kerusakan yang cukup tinggi sehingga dapat menurunkan produksi padi. Cara Pengendaliannya1. Bersihkan lahan dari rumput/gulma yang menjadi makanan alternatifnya2. Pada areal yang sempit, potong/gunting daun yang terkena hama3. Gunakan insektisida bila sudah mencapai ambang ekonomi Oleh : Fauziah Thahir, SP