Seperti halnya tanaman yang lainnya tanaman bawang merah ini juga tidak terlepas dari serangan hama dan penyakit yang dapat merusak seluruh bagian tanaman dan akan mengakibatkan kerugian antara lain penuranan hasil panen, penurunan kualitas daun, peningkatan biaya produksi, dan pada akhirnya penurunan pendapatan usaha tani. Oleh sebab itu, pengendalian terhadap hama dan penyakit harus dilakukan dengan baik dan benar. Dengan begitu, kerusakan yang terjadi akibat serangan hama & penyakit tidak membuat kerugian terlalu besar. Hama Tanaman Bawang Merah Ulat ( Agrotis Ipsilon ) Hama ini biasanya menyerang bagian bawah tanaman bawang merah seperti akar, umbi bawah serangan hama ini terjadi pada waktu matahari mulai tenggelam, karna di siang hari ulat tanah memilih untuk bersembunyi didalam tanah menghindari terik matahari. Tanaman bawang merah yang terserang hama ini akan terlihat layu dan akhirnya tanaman mati. Cara Pengendalian : Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan menabur insektisida yang berbahan aktif karbofuran ( furadan, regent ) dengan dosis 10-12 kg/hadengan cara ditabur ditanah atau dicampur saat pemupukan. Ulat Grayak ( Spodoptera litura ) Hama ini menyerang pada waktu malam hari, ulat grayak ini berasal dari telur serangga spodoptera litura yang berwarna putih kelabu, telur diletakkan didaun hijau, telur berwarna putih seperti kapas, lama masa injubasi sekitar 3 hari. Telur akan menetas menjadi larva kecil kemudian masuk ke daun bawang merah dan memakan dun bawang yang megaibatkan daun berlubang dan transparan. Larva kecil akan bersembunyi didalam daun dan apabila sudah tumbuh besar akan bersembunyi didalam tanah. Cara Pengendalian : Untuk pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan membasmi telur dan ulat grayak dari daun dengan cara menyemprotkan insektisida lannete hijau, namun apabila untuk ulat yang besar gunakan insektisida berbahan aktif klorfenapir. Lalat Penggorok Daun ( Liriomyza Chinensis ) Hama ini menyerang tanaman bawang merah dengan cara menusukkan telurnya ke daun tanaman tersebut, dengan ditandai bintik-bintik kecil lurus seperti ujung jarum. setalah 2 hari bintik-bintik itu membentuk garis lurus seperti berwarna putih yang lama-kelamaan daun mulai mengering. Hama ini juga dapat menyebabkan tanaman busuk dan mengeluarkan belatung apabila serangan ini terlalu hebat sampai ke akar. Cara Pengendalian : Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif Abamectin ( demolish, agrimec ). Tungau Hama ini biasanya menyerang dengan cara menghisap cairan pada daun tanaman bawang merah sehingga menyebabkan daun menjadi kering dan akhirnya mati. Biasanya jenis hama ini menyerang tanaman bawang merah pada saat musim kemarau. Berkembang sangat pesat saat udara mulai panas. Untuk serangan yang begitu hebat daun terlihat kering dalam 3 hari dan tanaman pun menjadi mati. Cara Pengendalian : Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan insektisida berbahan akatif Fenpropatrin ( meotrin 50 ec ) dengan dosis 20-30 ml/17 liter air, dalam waktu 5 hari. Kutu Bawang (Thrips tabaci Lind.) Kutu bawang atau lebih dikenal dengan sebutan gurem. Pada bawang daun, thrips menyerang dengan cara mengisap cairan sel tanaman, pada bagian daun maupun bagian tanaman yang lain. Bawang daun yang diserang hama thrips pada mulanya tampak berwarna kuning, kemudian berubah menjadi putih mengilat atau keperak-perakan (pucat), daun berkerut atau mengeriting, dan akhirnya menjadi layu, mengering, dan mati. Cara Pegendalian : – Sanitasi kebun, Pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan tanaman inang. – Penerapan teknik budidaya bawang daun dengan sistem mulsa plastik hitam perak. – Penyebaran musuh alami seperti kumbang macan (Menochilus sp.),dll. – Penggenangan air sesaat – Pemasangan perangkap insect adhesive trap paper. – Penyemprotan insektisida, Sevin 5D, Bayrusil 250 EC, Mesurol 50 WP, atau Meathrin 50 EC. Penyakit Tanaman Bawang Merah Penyakit Cekik ( Dumping off ) Penyakit ini sering menyerang tanaman muda yang ditanam dari biji sewaktu masih dipersemaian. Cendawan ini biasa menyerang bagian bawah tanah tanaman hingga leher batang ( bagian permukaan tanah ) hingga akar dan leher batang busuk dan mengering. Selanjutnya tanaman itu akan layu mendadak tanpa memberikan gejala menguning pada daunnya. Penyakit ini ditularkan melalui biji. Cara Pengendalian : Untuk pengendalian dapat dilakukan dengan memberikan perlukaan pada bijinya sebelum akan ditanam. Antraknosa Penyakit antraknosa diakibatkan oleh cendawan Collectotrichmm gloeosporioides Penz atau cendawan Collectotrichmm circinans (Berk.) Vogl. Serangan penyakit antraknosa pada bawang daun menyebabkan pangkal daun mengecil dan tanaman mati sehingga penyakit ini sering disebut penyakit otomatis atau smudge. ciri-ciri daun bawang yang terserang penyakit antraknosa adalah daun-daun bagian bawah rebah, pangkal daun mengecil, berwarna gelap, dan tanaman mati secara mendadak. Cara Pengendalian : – Pencabutan tanaman yang sakit dicabut untuk dibakar. – Sanitasi kebun. – Pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan famili Liliaceae. – Penyemprotan fungisida, misalnya Antracol 70 WP, Daconil 75 WP, dan Dithane M-45. Penyakit Trotot ( Downy Mildew ) Penyakit ini dapat menyerang secara sistemis atau local dan sebarluaskan dengan udara. Tanaman yang terserang daun akan menjadi pucat serta menguning. Apabila udara lembab daun yang terserang akan menunjukkan gejala seperti bintik-bintik berwarna ungu. Namun apabila udara kering akan menunjukkan bintik-bintik putih. Serangan ini muncul saat keadaan udara lembab dengan tinggi dan suhu yang dingin antara 4-25 derajat celcius. Report this ad Cara Pengendalian : Untuk pengendalian dapat dilakukan dengan pemanasan kering dengan suhu 41 derajat celcius selama lebih dari 4 jam pada umbi-umbi bibit diduga mengandung penyakit embun tersebut. Penyakit Noda Ungu Penyakit ini menyerang pada daun, tangkai bunga dan umbi bawang. Penyakit ini menyerang tanaman bawang melalui luka atau mulut kulit dan memberikan gejala bintik lingkaran konsentris warna ungu pada pusatnya yang melebar menjadi semakin tipis dan akhirnya berwarna abu-abu pada daerah sekitarnya. Bagian yang rusak ini umumnya membentuk cekungan. Penyebaran penyakit dapat melalui umbi bibit dan percikan air dari dalam tanah. Penyakit ini sulit diberatas tetapi pada bawang merah lebih tahan dari pada bawang Bombay, sehingga penyakit ini jarang ditemukan pada tanaman bawang merah. Cara Pengendalian : – Pembuatan drainase yang baik. – Penggunaan bibit yang sehat. – Sanitasi kebun. – Meyemprotkan fungisida seperti Antracol 70 WP, Orthocide 50 WP. atau Dithane M-45. Lakukan penyemprotan 4-7 hari sekali sejak tanaman berumur seminggu setelah tanam. Layu Fusarium Penyebab penyakit ini adalah cendawan Fusarium sp. Bawang daun yang terserang penyakit ini akan menimbulkan tanda seperti daun menguning dan selanjutnya daun-daun layu secara mendadak dan tidak dapat sehat kembali. Cara Pengendalian : – Pencabutan tanaman yang terserang untuk dibakar. – Pembuatan drainase yang baik. – Penanaman dengan jarak tanam yang cocok. – Bibit yang akan ditanam dicelupkan dahulu dalam larutan Benomyl. – Pergiliran tanam dengan tanaman yang bukan inang cendawan ini. – Penyiraman dengan larutan fungisida, seperti Anvil 50 EC, Derosal 60 WP, atau Dithane M-45 di sekitar batang tanaman.