Penggerek Batang Penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis Guenee) merupakan salah satu hama utama yang menyerang tanaman jagung. Akibat serangan hama ini dapat mengakibatkan kehilangan hasil sampai 80%.Hama ini menyerang pada semua fase pertumbuhan dan menyerang pada semua bagian tanaman. Sifat dan karakteristik:• Ngengat aktif pada malam hari dan setiap tahunnya mampu menghasilkan beberapa generasi .• Umur imago/ ngengat dewasa sekitar 7 – 11 hari• Telur berwarna putih dengan letak berkelompok (satu kelompok 30 – 50 butir). • Ngengat betina lebih menyukai meletakkan telur pada permukaan bagian bawah daun (terutama pada daun ke 5- 9).• Setelah 3-4 hari, telur akan menetas dan menjadi larva. • Larva yang baru menetas berwarna putih kekuningan dengan sifat makan berpindah-pindah. • Larva muda makan pada bagian alur bunga jantan, dan setelah instar menjadi penggerek batang. GejalaGejala yang ditimbulkan oleh serangan penggerek batang jagung ditandai dengan adanya lubang kecil pada daun, lubang gorokan pada batang, bunga jantan atau pangkal tongkol yang disebabkan oleh larva penggerek batang jagung O. furnacalis. PengendalianCara mengendalikan serangan hama penggerek batang jagung dapat dengan cara kultur teknis (perbaikan cara bercocoktanam/budiddaya), secara hayati, dan secara kimiawi.1. Kultur teknisCara kultur teknis dapat dilakukan dengan memilih waktu tanam yang tepat, melakukan system tanam tumpang sari dengan kedelai atau kacang tanah, serta memotong sebagian bunga jantan (empat dari enam baris tanaman).2. HayatiCara hayati dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami, diantaranya dengan parasit trichogramma spp, predator Euborella annulata yang memangsa larva dan pupa penggerek batang, serta dengan menggunakan cendawan Beauveria bassiana dan Metarhizium anispliae yang mengendalikan larva penggerek batang.3. KimiawiPengendalian secara kimiawi merupakan pilihan terakhir untuk mengendalikan serangan hama penggerek batang ini. Dianjurkan untuk menggunakan insektisida berbahan aktif mono-krotofos, triazofos, diklorofos dan karbofuran. Penggerek Tongkol Penggerek tongkol jagung (Helicovera armigera Hbn.) merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman jagung. Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Noctuidae. Serangan hama ini mempengaruhi mutu tongkol jagung dan dapat mengakibatkan kehilangan hasil sampai 10%. Sifat dan karakteristik:• Imago betina H. armigera meletakkan telurnya pada rambut jagung. Seekor imago betina dapat menghasilkan 730 butir telur yang akan menetas dalam tiga hari setelah diletakkan.• Perkambangan larva sekitar 13 – 21 hari. Larva bersifat membunuh sesamanya. GejalaGejala serangan penggerek tongkol jagung mulai terlihat setelah imago betina meletakkan telur pada rambut jagung. Sesaat setalah mentas, larva akan masuk ke dalam tongkol dan akan memakan biji yang sedang berkembang, akibatnya akan menurunkan kualitas dan kuantitas tongkol jagung. PengendalianCara mengendalikan serangan hama penggerek batang jagung dapat dengan cara kultur teknis (perbaikan cara bercocoktanam/budiddaya), secara hayati, dan secara kimiawi.1. Kultur teknisSecara kultur teknis dapat dilakukan dengan melakukan pengelolaan tanah yang baik. Karena pengelolaan tanah yang baik akan merusak pupa yang terbentuk dalam tanah dan dapat mengurangi populasi H. armigera berikutnya.2. HayatiCara hayati dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami, diantaranya dengan parasit trichogramma spp, cendawan Metarhizium anispliae yang mengendalikan larva penggerek tongkol.3. KimiawiPengendalian secara kimiawi merupakan pilihan terakhir untuk mengendalikan serangan hama penggerek tongkol ini. Penyemprotan dengan insektisida Decis dilakukan setelah terbentuk rambut jagung pada tongkol dengan selang 1 – 2 hari hingga rambut jagung berwarna coklat. Sumber: Sumber:Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2008. Petunjuk Lapang Hama, Penyakit, Hara pada Tanaman Jagung. Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian)Email: ume_humaedah@yahoo.com