Hama Tanaman Jagung dan Pengendaliannya Oleh. Hermina Y. BodhaKegiatan pengendalian hama pada tanaman jagung dilakukan agar tanaman jagung tidak mengalami gangguan kesehatan, yang akhirnya mengganggu hasil produksinya.Pengendalian terhadap hama dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:1. Secara tradisional Secara mekanisme atau penanganan secara langsung. 2. Modern 1. Ulat daun (prodenia litura)Gejala tanaman jagung yang diserang hama ulat daun adalah sebagai berikut:• Ulat daun menyerang bagian pucuk daun.• Umur tanaman yang diserang ulat daun sekitar 1 satu bulan• Daun tanaman bila sudah besar menjadi rusak.Pencegahan dxengan penyemprotan insektisida folidol, basudin, diazinon dan agrocide dengan ukuran 1,5 cc dalam tiap 1 liter air.2. Lalat bibit• Disebabkan oleh lalat bibit (Atherigona exigua)• Gejala yang dialami tanaman jagung adalah ada bekas gigitan pada daun, pucuk daun layu, dan akhirnya tanaman jagung mati.• Pengendalian dengan menghembuskan HCH 5% pada saat berumur 5 hari. Atau pengobatan dengan penyemprotan insektisida Hostathion 40EC, sebanyak 2cc tiap liter air dengan volume semprotan 100 liter tiap hektar lahan jagung.3. Ulat agrotis1. Gejala yang dialami pada bagian batang yang masih muda yaitu putus akhirnya tanaman jagung mati.2. Agrotis sp. Melakukan penyerangan pada malam dan siang hari. Ada 3 macam ulat grayak/agrotis ini, yaitu:• Agrotis segetum, yang berwarna hitam, sering ditemukan didaerah dataran tinggi. • Agrotis ipsilon, berwarna hitam kecoklatan, di temukan di daerah dataran tinggi dan rendah • Agrotis interjection, berwarna hitam, banyak terdapat di pulau jawa • Pengendalian ulat ini dengan insektisida Dursban 20 EC, dengan dosis 2 ml tiap 1 liter air. Tiap hectare dapat digunakan 500 liter larutan4. Penggerek daun dan penggerek batang1. Bagian tanaman jagung yang diserang oleh ulat sesamia inferens dan pyrasauta nubilasis adalah ruas batang sebelah bawah dan titik tumbuh tunas daun tanaman jagung.2. Gejala tanaman menjadi layu.3. Penanggulangan dengan menggunakan insektisida Azodrin 15 WSC dengan dosis 30 liter dalam 10 liter air.5. Ulat tongkol (Heliothis armigera)1. Gejalanya dapat dilihat dengan adanya bekas gigitan pada biji dan adanya terowongan dalam tongkol jagung.2. Ulat tongkol menyerang/masuk dalam tanaman jagung melalui tongkol, baru memakan biji jagung.3. Pengendalian dengan penyemprotan menggunakan Furadan 3G atau dengan membuat lubang dekat tanaman, diberi insektisida dan ditutup lagi.4. Dosis yang digunakan 10 gram tiap meter persegi.5. Sebaiknya dilakukan pada saat tanaman jagung masih berbunga, jangan menjelang panen, sebab dapat membahayakan kita yang ikut mengkonsumsi jagung karena residu dari insektisida tersebut.