Loading...

Hama Tanaman Kedelai

Hama Tanaman Kedelai
HAMA KEDELAI PENDAHULUAN Di Indonesia, kedelai menjadi sumber gizi protein nabati utama, meskipun Indonesia masih harus mengimpor sebagian besar kebutuhan kedelai. Hal ini karena kebutuhan kedelai di Indonesia cukup tinggi. Untuk menekan laju impor kedelai dapat ditempuh melalui peningkatan produktivitas, perluasan areal tanam termasuk pembukaan lahan baru. Salah satu kendala dalam peningkatan produksi kedelai adalah gangguan hama yang dapat menurunkan hasil sampai 80%, bahkan puso apabila tidak ada tindakan pengendalian. HAMA BIBIT 1. Lalat bibit kacang (Ophiomyia phaseoli) Gejala awal: • bintik-bintik putih pada keping biji atau daun bekas tusukan alat peletak telur. • Kematian tanaman dijumpai pada tanaman berumur 14 – 30 hst. Ambang Kendali 1 imago/5m baris atau 1 ekor/50 rumpun pada umur 6-10 hari Cara Pengendalian • Tanam varietas tahan (Kerinci, Tidar, Lumajang, Gumitir, Argopuro,) dan perawatan benih. • Tanam serempak dengan selisih waktu tanam tidak lebih dari 10 hari. • Sanitasi tanaman terserang. • Penggunaan mulsa jerami. • Penyemprotan insektida saat umur tanaman 7 hr dgn Karbosulfan, Curater, Decis,Spontan, Petroban, Orthene, Regent, dll. 2. Penggerek Batang (Melanagromyza sojae) Cara Pengendalian • Pergiliran tanaman dengan bukan kacang-kacangan. • Kultur teknis : mulsa jerami • Tanam varietas tahan (Kerinci, Tidar, Lumajang, Gumitir, Argopuro,). • Seed treatment • Tanam serempak/ selisih waktu tanam ≤10 hari. • Aplikasi insektisida efektif, apabila umur tanaman sktr 12 hr dengan karbofuran (Furadan, Petrofur, Dharmafur, Curater, Tomafur, Indofuran, Kresnadan) 3. Penggerek Pucuk (Agromyza = Melanagromyza dolichostigma) Cara Pengendalian: • Pergiliran tanaman dengan bukan kacang-kacangan • Tanam serempak/ selisih waktu tanam ≤10 hari.Penyemprotan insektisida efektif bila ditemukan serangan pada umur 18-21 HST HAMA PERUSAK DAUN 1.Ulat Grayak (Spodoptera Litura/ Prodenia litura/ Prodenia littoralis) Gejala Serangan • Larva muda makan secara bergerombol, hingga tinggal tulang daun dan epidermis daun bagian atas. • Dari jauh daun yang terserang tampak keputih-putihan • Larva dewasa juga makan tulang daun muda, sedang pada daun tua tulang-tulangnya tersisa. • Larva juga makan polong muda. • Ambang Kendali • Kerusakan daun 12,5% umur < 20 hari ada hama • Kerusakan daun 20% umur > 20 hari ada hama Cara Pengendalian • Pola tanam serempak : atur waktu tanam sehingga stadium vegetatif terjadi pada waktu yang sama. • Cara mekanis : pengumpulan dan pemusnahan kelompok telur, larva instar muda masih mengelompok dan larva instar 3 s/d terakhir hidup soliter. • Sanitasi gulma untuk mengurangi kemungkinan menjadi tanaman inang lain. 2. Ulat Penggulung Daun (a. Lamprosema = Omiodes indicata) Ambang Kendali • Kerusakan daun 12,5% umur < 20 hari ada hama • Kerusakan daun 20% umur > 20 hari ada hama Pengendalian • Kultur Teknik : Penanaman serempak • Kimiawi : Ambush, Atabron, Buldok, Corsair, Diazinon, Dursban, Larvin, Sevin, Rudal, Matador, dll. 3. Kumbang Kedelai (Phaedonia inclusa) Gejala Serangan: Menyerang pertanaman kedelai sejak pertanaman muncul diatas tanah sampai menjelang panen dengan merusak pucuk, tangkai daun muda, bunga dan polong. Cara Pengendalian • Tanam serempak • Pola tanam : mengatur waktu tanam sedemikian rupa, sehingga stadium tanaman yang paling rentan berada pada waktu yang bersamaan. • Sanitasi gulma • Cara mekanis : pengumpulan dan pemusnahan larva & imago pada pagi dan sore hari sejak tanaman tumbuh sampai dengan umur 30 hari. • Aplikasi dengan insektisida : Ambush, Bayrusil, Buldok, Cymbush, Corsair, Decis, Matador. .4. Kutu kebul (Bemisia tabaci) Ambang kendali Gejala daun keriting, kelompok kutu pada daun muda umur 15 – 45 hari Cara Pengendalian • Pergiliran tanaman dengan bukan kacang-kacangan • Tanam serempak/ selisih waktu tanam ≤10 hari. • Tanam varietas tahan • Penyemprotan insektisida efektif. HAMA PERUSAK POLONG 1. Ulat Buah (Heliothis armigera) Cara Pengendalian • Pola tanam ; mengatur waktu tanam sedemikian rupa, sehingga stadium pembentukan polong terjadi pada waktu yang bersamaan • Sanitasi gulma untuk mengurangi kemungkinan menjadi tanaman inang lain. • Cara mekanis ; pengumpulan dan pemusnahan ulat. • Aplikasi dengan insektisida efektif, pada stadium generatif, apabila ditemukan intensitas serangan > 2 %. 2. Kepik Hijau (Nezara viridula) Cara Pengendalian • Mengatur waktu tanam sedemikian rupa, sehingga stadium pembungaan terjadi pada waktu yang bersamaan • Sanitasi gulma untuk mengurangi kemungkinan menjadi tanaman inang lain. • Cara mekanis : pengumpulan dan pemusnahan nimfa & imago yang berada dipermukaan daun. • Aplikasi dengan insektisida efektif, pada umur 45 – 50 hari setelah tanam, apabila ditemukan 13 serangga dewasa per 20 tanaman. 3. Kepik Polong (Riptortus linearis) Ambang Kendali • Kerusakan daun 12,5% umur < 20 hari ada hama • Kerusakan daun 20% umur > 20 hari ada hama Cara Pengendalian • Pola tanam ; mengatur waktu tanam sedemikian rupa, sehingga stadium pembentukan polong terjadi pada waktu yang bersamaan. • Sanitasi gulma untuk mengurangi kemungkinan menjadi tanaman inang lain. • Cara mekanis ; pengumpulan dan pemusnahan imago yang sedang istirahat (pada pagi hari). • Aplikasi dengan insektisida efektif, pada umur 45 hari setelah tanam, Penulis: Ika Rahmawati, SP Sumber: Kegiatan SL Kedelai Di Kelompok Tani Mambalan timur desa Mambalan Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat